Hari Ini, Jalur dan Stasiun Kereta Api Garut – Cibatu Resmi Beroperasi

GARUT, Kabariku- 9 Februari 1883, Jalur Kereta Api (KA) Cibatu-Garut pertama kali diaktifkan, dan di tahun 1889 diresmikan oleh Belanda.

Kereta yang beroperasi kala sebagai moda transportasi darat untuk mendukung kegiatan industri disektor perkebunan hingga pertambangan, terutama wilayah bagian selatan.

Jalur tersebut pun turut mengangkut para wisatawan dari Eropa  yang ingin berlibur ke Kota Garut dan sekitarnya. Jalur Bogor-Bandung-Cicalengka pada tahun 1889.

Disebutkan di kabarjabar.id, Puncak keemasan jalur KA Cibatu  tahun 1970-an. Dimana banyak dari kalangan para pecinta kereta khususnya dari luar negeri yang melakukan dokumentasi pada jalur Cibatu-Garut.

Namun seiring bertambah tahun, jalur tersebut justru mulai kehilangan armada kereta uap. Akhirnya pada tahun 1982 jalur tersebut dinonaktifkan karena penumpang beralih menggunakan moda transportasi darat lain seperti mobil, bus, dan truk yang lebih populer di saat itu.

Pada tahun 1926 tercatat enam kali perjalanan kereta api Cibatu-Garut. Sebagai penarik kereta digunakan lokomotif “Si Gombar”, legenda lokomotif Garut yang sangat perkasa menghela rangkaian kereta api.

Selain itu, Jalur KA Cibatu-Garut terkenal dengan histori datangnya komedian legendaris asal inggris, Kedatangan Charlie Chaplin ke Indonesia kala itu di kabarkan oleh koran Het Niews van den Dag voor Nederland Indie yang terbit pada 29 Maret 1932.

Kemudian dilanjutkan dengan telegram Singapura menginformasikan Chaplin akan tiba disana pada Minggu malam. Melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Chaplin akan meninggalkan Batavia pada hari Senin melanjutkan perjalanannya ke Garut.

Pada 30 Maret 1932 Chaplin tiba di Garut. Meski hanya satu malam menginap di sebuah hotel di Garut. Dari pengalamannya tersebut, Chaplin mendapatkan banyak ide untuk film komedinya.

Kedatangan Chaplin ke Garut menggunakan kereta api ini, dikuatkan dengan sebuah potret Chaplin pada majalah Moesen tanggal 15 Januari 1995 dengan keterangan Charlie Chaplin op het perron van station Garoet, 1932.

Potret tersebut merupakan koleksi Ernst Drissen yang diketehui pernah menetap di Garut. Selepas dari Garut, Chapling melanjutkan perjalanannya menyambangi Pulau Dewata.

Tahun 2018, Pemerintah berencana mengaktifkan kembali 4 jalur kereta salah satunya reaktivasi jalur kereta di Cibatu-Garut yang mana bertepatan dengan Hari jadi Garut ke-205.

Hari ini, 24 Maret 2022, Jalur dan stasiun Kereta Api Garut-Cibatu resmi beroperasi kembali setelah tidak digunakan selama 40 tahun. Saat ini warga Garut dan sekitarnya sudah bisa langsung naik kereta api menuju Bandung dan Jakarta begitu pula sebaliknya.

Menteri BUMN H. Erick Thohir, B.A., M.B.A., dan Menhub Ir. Budi Karya melakukan peresmian stasiun dan beroperasinya layanan kereta api, ke Garut dari Cibatu dan Jakarta yang sudah mati selama 40 tahun.

Menhub Budi Karya, mengatakan masyarakat Garut sangat antusias adanya jalur kereta ini. Bahkan sejumlah warga yang ikut uji coba banyak yang berasal dari luar daerah.

“Saya ikut merinding mendengar betapa antusias warga Garut bahkan yang jauh-jauh datang dari kota lain,” kata Budi Karya.

Budi menjelaskan keindahan Kabupaten Garut yang bisa disaksikan di sepanjang jalur kereta api Cibatu-Garut ini memang sudah cukup terkenal bahkan sejak era kolonial.

“Kabupaten Garut juga kemudian dikenal dengan julukan Swiss van Java dengan panorama pegunungannya yang indah dan sulit ditemukan di tempat lain di dunia,” kata Budi.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Indonesia Didiek Hartantyo, M.B.A., pengoperasian jalur kereta api ini sudah dinantikan masyarakat, diharapkan bisa meningkatkan konektivitas dan membuka potensi wisata baru.

“Serta meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Garut dan sekitarnya,” kata Didiek.

Nantinya masyarakat baru bisa menggunakan kereta api ini pada 25 Maret 2022 mendatang, namun tiketnya sudah dipesan melalui website KAI, aplikasi KAI Access, dan loket stasiun serta channel resmi penjualan tiket.

Sebagai informasi, KA Cikuray dengan tarif Public Service Obligation (PSO) yaitu;

Rp 45.000 untuk rute Garut-Pasar Senen PP.l, dan;
Rp. 15.000 khusus untuk rute Garut-Purwakarta pp yang hanya dijual secara go show mulai 3 jam sebelum keberangkatan.

Adapun KA Garut Cibatuan juga termasuk KA Lokal PSO dengan tarif yaitu Rp. 6.000-Rp. 14.000 tergantung jarak perjalanan.

Ada dua jenis kereta api yang akan beroperasi pada jalur ini yakni KA Cikuray rute Garut-Pasar Senen PP dan KA Garut Cibatuan rute Garut-Purwakarta PP, dan KA lokal Garut Cibatuan.Berikut jadwal keberangkatannya KA Cikuray memiliki 2 jadwal keberangkatan yaitu;

1. KA 7047 Relasi Garut – Pasar Senen berangkat Garut pukul 07.05 datang Pasar Senen pukul 13.322.
2. KA 7048 Relasi Pasar Senen – Garut berangkat Pasar Senen pukul 17.55 datang Garut pukul 00.53.

KA Garut Cibatuan memiliki 4 jadwal keberangkatan yaitu:
1. KA 451E Relasi Garut – Padalarang berangkat Garut pukul 06.05 datang Padalarang pukul 10.23,
2. KA 441E Relasi Garut – Purwakarta berangkat Garut pukul 10.55 datang Purwakarta pukul 17.15,
3. KA 448E Relasi Purwakarta – Garut berangkat Purwakarta pukul 04.10 datang Garut pukul 10.29,
4. KA 442E Relasi Purwakarta – Garut berangkat Purwakarta pukul 16.15 datang Garut pukul 22.23.***

Red/K.101

Leave a Reply