Torang bisa!! Bukan Hanya Semboyan Tapi Nyata Terbukti Papua Telah Menjadi Kekuatan Elite Olahraga Nasional

  • Bagikan

Kabariku- Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua menyudahi seluruh rangkaian pertandingan pada Kamis (14/10/2021).

Ajang pesta olahraga multicabang empat tahunan nasional terbesar di Indonesia ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Stadion Lukas Enembe, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (15/10/2021) malam.

Tepat 13 hari sebelumnya atau 2 Oktober 2021 dari tempat sama, Presiden Joko Widodo membuka resmi ajang olahraga yang diikuti 7.039 atlet tersebut.

Wakil Presiden (Wapres) Indonesia, Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin, menyebutkan penyelenggan PON XX Papua 2021 sebagai yang tersulit sepanjang sejarah. Meski begitu, PON XX Papua 2021 akhirnya bisa terlaksana dengan baik dan lancar.

Maruf Amin menuturkan, ada beberapa hal yang membuat penyelenggaraan PON XX Papua tidak mudah. Pertama, pembangunan infrastruktur olahraga yang sangat masif dengan standar dan kualitas internasional.

Kedua, lokasi penyelenggaraan atau venue sangat tersebar di Papua. PON XX Papua 2021 diketahui digelar di Jayapura, Mimika, dan Merauke.

“Jarak antara satu venue dengan yang lain merupakan yang terjauh yang pernah ada dalam penyelenggaraan PON selama ini,” kata Maruf Amin saat menutup PON XX di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat malam (15/10/2021).

Kemudian yang ketiga, PON XX ini diselenggarakan dalam kondisi pandemi Covid-19. Hal ini menuntut kerja ekstra dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

“Bagi saya, ini merupakan PON tersulit yang bisa diselenggarakan,” jelas Maruf Amin.

Meskipun sulit, Maruf menilai Papua berhasil sukses menggelar event olahraga nasional ini. Hal ini sebagaimana semboyan PON, yakni Torang Bisa!!.

“Ini menunjukkan bahwa Papua telah menjadi kekuatan elite olahraga nasional. Ini bukti bahwa bumi Papua tidak saja kaya, tapi penuh dengan talenta”.

“Tapi ternyata, warga Papua bukan saja mampu menyelenggarakannya, tapi ternyata warga Papua berhasil menyelenggarakannya dengan sempurna. Ini sesuai dengan semboyan Torang Bisa! Torang bisa bukan hanya semboyan, tetapi nyata dan terbukti,” imbuhnya.

“Trada Papua tra asik. Mari tong manyanyi sampe berisik. Semoga Papua tambah cantik. Deng pembangunan paling terbaik,” kata Ma’ruf menutup sambutannya.

Secara keseluruhan, PB PON Papua berhasil mendistribusikan total 2.212 medali terdiri dari 687 emas, 675 perak, dan 850 perunggu. Jumlah keping emas diberikan lebih banyak dari yang ditargetkan yakni 681 keping karena beberapa hal.

Diketahui,  selama digelarnya PON Papua, terdapat 90 pemecahan rekor nasional dan PON dari enam cabang dan disiplin yakni angkat besi dan angkat berat, atletik, menembak, renang, dan selam.

Ketua Umum KONI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Norman Marciano mengatakan, selama berlangsungnya PON Papua tidak terjadi gangguan keamanan yang mengganggu perlombaan.

Sementara, Menteri Pemuda dan Olahraga Dr. H. Zainudin Amali, S.E., M.Si mengatakan, infrastruktur olahraga di empat klaster penyelenggaraan PON Papua harus dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan atlet-atlet muda Papua setelah pesta olahraga empat tahunan itu berakhir.

Kendati pengelolaan venue PON diserahkan kepada pemerintah daerah setempat, pihaknya bersama KONI Pusat akan mengajak para pengurus cabang olahraga untuk dapat menggunakannya sebagai arena kejuaraan berskala nasional atau internasional.

“Terima kasih Papua karena telah membuktikan diri mampu menjadi tuan rumah PON 2021 yang baik,” tandasnya.

 

Papua juga sukses dari segi penyelenggaraan, prestasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sampai berjumpa lagi di Banda Aceh dan Medan, tuan rumah bersama PON 2024 mendatang.

Setelah itu, bendera PON pun diturunkan. Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.I.P., M.H., kemudian menyerahkannya kepada Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Sekretaris Daerah Provinsi Aceh mewakili Gubernur Aceh, dr H Taqwallah, dan Gubernur Sumatera Utara, H. Eddy Rahmayadi, menjadi wakil yang menerima bendera PON dari Papua. Kedua provinsi itu selanjutnya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON.

Gubernur Papua, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Tanah Papua menepis keraguan banyak orang apakah Bumi Cendrawasih ini bisa menggelar hajatan besar sekelas PON.

“Tidak sedikit di luar sana yang skeptis dan pesimis apakah Papua mampu menjadi tuan rumah PON. Hari ini dapat kita buktikan Papua Bisa! Torang Bisa!,” ucap Gubernur Papua.

Lukas Enembe juga berterima kasih kepada masyarakat Papua yang sudah turut menyukseskan gelaran PON yang sudah sempat ditunda selama setahun. Ia menyampaikan rasa bangganya atas lancarnya penyelenggaraan PON XX. Khususnya sportivitas yang terbangun di antara para atlet dan official dari seluruh Tanah Air.

“Kepada masyarakat Papua yang turut membantu penyelenggaraan PON XX Papua 2021, saya harus katakan kalian semua luar biasa,” ujar Lukas Enembe yang juga Ketua Umum Panitia Besar PON XX Papua 2021.

Lukas mengatakan bahwa pelaksanaan PON XX menjadi bukti Papua bisa disejajarkan dengan provinsi lain di Indonesia.

“Hari ini kita membuktikan bahwa Papua bisa, barang apa saja jadi,” tukasnya di stadion megah berstandar internasinal di Tanah Papua tersebut.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PON, Presiden RI dan Wapres, para menteri kabinet, Ketua Umum KONI dan jajarannya, Kapolri dan jajarannya serta Panglima TNI dan jajarannya. Sekali lagi ia memberikan pujian kepada masyarakat Papua.

Perhelatan Closing Ceremony ini selain diisi oleh defile para kontingen atlet dan official juga dimeriahkan hiburan artis ibukota dan Papua. Grup band Noah tampai sebagai pemuncak setelah didahului noleh Saykoji, Iwa K, Yura Yunita, dan sejumlah musisi Papua, seperti Nogei, Blasta Rap Merauke, Kork Papua, M.A.C, dan Manggo Rap.

Upacara penutupan PON, sebagaimana pada pembukaan, juga terbatas bagi penonton, yaitu hanya 25 persen dari kapasitas stadion yang mencapai 40 ribu orang. Pijar kembang api dan permainan spektakuler cahaya lampu menambah gebyar penutupan PON di ufuk timur Indonesia. Torang Bisa!

Sumber: https://infopublik.id/ponpapua/

Red/K.101
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *