Aktif Memberi Kabar

Survei SMRC: Mayoritas Publik Optimis dengan Ekonomi Nasional Tahun Depan

0 237

KABARIKU – Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas publik optimistis dengan ekonomi nasional tahun depan. Warga yang menilai ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik atau jauh lebih baik sekitar 53%, sementara yang menilai akan lebih buruk atau jauh lebih buruk 15%, dan yang menyatakan tidak ada perubahan 22%.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, pada rilis daring survei nasional SMRC bertajuk “Sentimen Publik Nasional terhadap Kondisi Ekonomi-Politik tahun 2020 dan Prospek 2021” di Jakarta pada Senin (29 /12/2020).

Survei Nasional SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon kepada 1202 responden yang dipilih secara acak (random) pada 23-26 Desember 2020. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9%.

Menurut Abbas, data ini menunjukkan terjadinya peningkatan optimisme masyarakat terhadap ekonomi nasional tahun depan. Menurut survei tujuh bulan lalu (5-6 Mei 2020) persentase warga yang merasa optimis hanya 27%, sementara sekarang mencapai 53%. “Ini menandakan peningkatan harapan masyarakat bahwa kondisi ekonomi akan semakin baik,” ujar Abbas.

Ini menjadi penting, menurut Abbas, karena mayoritas masyarakat saat ini menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk. Mayoritas warga, sekitar 79%, menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding tahun lalu. Yang merasa lebih baik atau jauh lebih baik hanya 4%, dan sekitar 15% merasa tidak ada perubahan.

Abbas menambahkan, walau hampir 80% warga menganggap bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini buruk atau jauh lebih buruk dibandingkan tahun lalu, namun sebenarnya ada perubahan cara pandang dibandingkan enam bulan lalu.

“Pada pertengahan Mei lalu, persentase warga tentang ekonomi nasional adalah yang terburuk sejak awal reformasi,” kata Abbas.

Ia menambahkan, saat itu yang menyatakan kondisi ekonomi Indonesia buruk mencapai 92%.

“Jadi kalau sekarang yang menyatakan buruk adalah 79%, itu tetap menunjukkan adanya penurunan sentimen negatif tentang kondisi ekonomi Indonesia,” ujarnya. (Has)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.