#SELAMATKAN PERSIGAR, Ketua ASKAB Garut: ‘Jangan Sampai PERSIGAR Hilang dari Peredaran, Harus Diingat Sejarah Berdirinya Club Tersebut’

  • Bagikan

Kabariku- “Kita tahu bersama beberapa hari ini persepakbolaan Garut khususnya PERSIGAR rame diperbincangkan Media ‘Karena PERSIGAR Akan dibeli oleh AHMAD DANI/WULAN.J’. Semua orang berharap banyak hal tersebut bisa terwujud sehingga PERSIGAR bisa naik kasta kedepanya.baik ke Liga 2 ataupun Liga 1.

“Tapi ngga tahu saya malah sedih mendengar berita tersebut.dan ada beberapa alasan yg membuat sedih”. Demikian disampaikan H. Amirudin Latief di akun Fbnya.

Ketua Askab Kabupaten Garut ini beralasan, “Pertama Jelas kecintaan saya terhadap PERSIGAR Sebagai tim legendaris ke banggaan Masyarakat Garut. Yang kedua tentunya saya ngga paham Siapakah yang berhak menjual dan akan dikemankn uang hasil penjualan Club tersebut”.

Sebelumnya diberitakan dibeberapa media, Adanya rencana artis penyanyi papan atas Ahmad Dhani akan membeli Club sepak bola Persigar (Persatuan Sepak Bola Indonesia Garut).

Kabar tersebut dibenarkan Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP., bahwa suami dari artis penyanyi Wulan Jameela tersebut memang berminat untuk memiliki klub Persigar yang merupakan kebanggaan masyarakat Garut.
Kemudian diakuinya, antara dirinya sudah mengadakan pembicaraan ke arah itu namun butuh beberapa kali lagi pertemuan.

Agar Persigar kuat memang harus seperti itu, dan kami sudah ada pembicaraan. Namun dengan satu syarat kita harus punya stadion”.

Menurut H. amirudin, Kalau melihat sejarah bahwa Persigar milik Pemda kabupaten Garut dari jaman Perserikatan.
“Yang ketiga ini yg lebih saya khawatirkan, ketika PERSIGAR jadi dibeli oleh Ahmad Dani/Wulan J, maka setiap saat nama PERSIGAR BISA HILANG DARI KANCAH PERSEPAK BOLAAN.. kenapa demikian..?” tandasnya.

Ketua Askab Garut menjelaskan, Jawabannya sederhana ketika jual beli terjadi maka sah pembeli yang menjadi pemilik Club selanjutnya.dan ketika didaftarkan pada kompetisi kedepan mereka bisa mencantumkan nama lain di belakang kata Persigar .

Dirinya mencontohkan, “Contoh PERSIGAR DUL FC”. Dan itu boleh dilakukan, kata H. Amirudin, dan setelah satu tahun terdaftar tahun kedua bisa rubah nama menjadi DUL FC dengan menghilangkan nama PERSIGAR.

“Itu diatur dalam statuta, dan bisa juga ketika lolos ke liga Satu atau liga Dua pemilik bisa menjual kepada siapapun dengan harga yg tinggi nantinya. Kalau pembelinya orang luar Jawa dan Home bestnya pindah dari Garut selesai kan,” kata H. Amirudin.

Kemudian, Berkaitan dengan Pembelian, Marger dan Akuisisi Club yang berlaga di Liga 1, 2 dan 3.

“Hanya saran aja kepada yang akan menjual PERSIGAR.MOHON DIFIKIRKAN KEMBALI, jangan sampai PERSIGAR hilang dari peredaran.dan harus diingat sejarah berdirinya Club’ tersebut,” tuturnya.

Ketua Askab pun menyarankan sebelum ada keputusan, musyawarah dulu dengan semua pihak terkait.

“Akan lebih bijak lagi duduk bersama, Bupati, Ketua Persigar dan Sesepuh Persigar serta Tokoh yang mengerti Sepak Bola untuk mengambil langkah yang terbaik sehingga ada keputusan terbaik dan tidak ada yang tersakiti,” katanya.

Terakhir Ketua Askab menyampaikan, “Mudah-mudahan. Persigar Tetap Jaya, dan tetap menjadi Club kebangan warga Garut”. ***

Red/K.101
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *