Kasus Keracunan di Puskesmas, Karnoto Minta Dinkes Evaluasi Menyeluruh Pelaksanaan PMT

  • Bagikan

GARUT, Kabariku- Wakil ketua Komisi 4 DPRD Garut Karnoto, SKep. Msi., sesalkan terjadinya kasus keracunan pada 19 Balita  pasca Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di wilayah kerja Puskesmas Guntur.

“Saya prihatin sekaligus menyesalkan terjadinya kasus keracunan pada peserta pemberian makanan tambahan (PMT) di wilayah kerja Puskesmas Guntur.  Sebagai Faskes, Puskesmas Guntur semestinya terdepan dalam pengolahan dan penyajian makanan yang sehat, higienis dan bergizi,” Jelas Karnoto. Kamis (2/12/2021).

Diberitakan sebelumnya, Puluhan ibu dan balita warga Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut diduga keracunan usai menyantap makanan siap saji dalam Program Peningkatan Asupan Gizi Seimbang dalam rangka percepatan penanggulangan TBC Pada Balita di lingkungan Kelurahan Kota Wetan wilayah UPT Puskesmas Guntur Garut, Senin (30/11/2021).

Dijelaskan Karnoto, PMT adalah salah satu program Kemenkes sejak tahun 2011 dalam bentuk pemberian makanan tambahan bagi balita, bumil dan anak sekolah. Sumber pembiayaan dari BOK Puskesmas atau donasi dari berbagai pihak yang tidak mengikat.

“Hari Makan Anak (HMA) biasanya setiap hari sekali selama 90 hari dengan menu makanan berbasis bahan lokal. PMT ditujukan untuk pemulihan anak dengan gizi buruk dan mencegah terjadinya stunting,” jelasnya.

Kasus keracunan makanan bukan kali pertama di Garut, lanjutnya, Tapi beberapa kali pernah terjadi keracunan masal di masyarakat.

“Namun terjadinya kasus keracunan di puskesmas Guntur saat pelaksanaan program PMT menjadi perhatian serius Komisi 4 DPRD Garut,” ujarnya.

Dan atas terjadinya kasus keracunan tersebut Karnoto meminta Dinas Kesehatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanan protap PMT baik di Puskesmas Guntur dan juga di Puskesmas lainnya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Saya meminta Dinas Kesehatan mengevaluasi pelaksanaan  Protap PMT di Puskesmas Guntur  dan juga Puskesmas lainnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali dimasa mendatang,” tandas Karnoto.***

*YB_grt

Red/K.101
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *