Bencana Longsor Kawasan Star Energy Dipastikan Tidak Berdampak pada Jalan Kabupaten dan Jalur Pariwisata Kawasan Darajat

  • Bagikan

GARUT, Kabariku- Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP., mengatakan bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Pasirwangi tidak berdampak pada kawasan jalan kabupaten maupun jalur pariwisata di Puncak Darajat, melainkan masuk ke dalam kawasan PT Star Energy.

“Jadi memang tempat itu adalah sangat vital, untuk kepentingan-kepentingan Star Energy. Sedangkan untuk ke tempat pariwisata yang di Puncak Darajat itu dalam keadaan aman, tetapi kami waspada karena kami juga melihat hujan di Kabupaten Garut semakin hari semakin tidak terkendali dan tiba-tiba, dengan intensitas yang sangat besar dan lama,” ujar Bupati Garut saat wawancara dengan News Anchor Metro TV, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Sabtu (20/11/2021).

Bupati Garut menyebut, tidak hanya di kawasan PT. Star Energy, bencana longsor di Kecamatan Pasirwangi ini memberikan dampak yang signifikan di area sekitarnya.

“Nah, dampak dari pada adanya hujan yang cukup lebat, itu mengakibatkan longsor tadi di jalan kawasan Star Energy itu mengakibatkan banyak lahan-lahan yang terkena dampak, misalnya ada kebun yang terkena dengan dampak air dan juga sawah,” ungkapnya.

Bupati Rudy pun menjelaskan, Kabupaten Garut sendiri sudah mulai melakukan siaga tanggap darurat bencana hidrometeorologi dari mulai tanggal 1 November 2021 sampai 1 April 2022 mendatang.

Sedangkan untuk penanggulangan bencana longsor di Kecamatan Pasirwangi, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan PT. Star Energy.

“Sedangkan yang di Darajat, sekarang ditangani oleh pihak Star Energy yang sudah bekerjasama dengan Dinas Teknis kami di PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan juga BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk bisa melakukan langkah-langkah konkret menyelesaikan masalah itu,” ungkapnya.

Dikesempatan lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, menyatakanberdasar kajian bencana tanah longsor di Darajat, Kecamatan Pasirwangi, tidak mengancam dan membahayakan rumah penduduk karena lokasinya jauh berada di perbukitan.

“Permukiman jauh, tidak mengancam ke permukiman sebab cukup ada jarak, dan cukup jauh,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Garut Drs Rd Satria Budi M.Si.

Satria Budi menuturkan, bencana tanah longsor itu tidak menimbulkan korban jiwa hanya menggerus badan jalan yang menjadi akses menuju Kawah Darajat dan perkebunan warga.

BPBD Garut, lanjutnya, sudah melakukan koordinasi dengan kecamatan dan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Star Energy (SE) untuk kembali memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

“Pihak SE telah melakukan penelitian, pengukuran dan analisa di lokasi, mudah-mudahan secepatnya hasil dari kajian SE dan itu merupakan akses wilayah SE,” katanya.

Ia menyampaikan bencana tanah longsor terjadi di Blok Cikupakan, Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Korban jiwa alhamdullilah tidak ada,kerugian hanya sebagian kebun sayuran milik warga,” ujarnya.

Ia mengingatkan, BMKG memberikan peringatan ancaman bencana pada musim penghujan seperti banjir dan longsor di sejumlah daerah termasuk Kabupaten Garut.

Satria Budi mengimbau, seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada dan tetap siaga, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana alam. “Masyarakat untuk lebih waspada bilamana terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Sebelumnya, pihak Star Energy Geothermal Darajat telah memastikan tidak mengganggu operasional dan pasokan energi perusahaan pasca Bencana alam tanah longsor di kawasan Darajat area pembangkit listrik perusahaan Star Energy, Blok Cikupakan, Garut, Jawa Barat.

“Dapat kami pastikan juga tidak ada kerusakan pada fasilitas pembangkitan listrik yang dapat mengakibatkan kebocoran uap,” ujar Head of Policy, Government, & Public Affairs Star Energy Geothermal Darajat, Nungki Nursasongko. Jumat petang (19/11/2021).

Menurutnya, sejak informasi bencana alam longsor di kawasan sekitar fasilitas perusahaan berada, Star Energy langsung koordinasi melakukan penanganan bencana dengan BPBD dan pihak terkait lainnya.

“Star Energy juga memastikan bencana alam tanah longsor ini tidak menganggu operasional pembangkitan listrik di unit 1, 2 dan 3 milik Star Energy Darajat,” ujar dia.

Atas nama perusahaan, Nungky turut prihatin atas kejadian bencana alam tanah longsor tersebut, dan dipastikan tidak meyebabkan korban baik luka maupun jiwa dari penduduk setempat termasuk karyawan Star Energy.

“Puji syukur tidak ada korban dan tidak ada kerusakan fasilitas umum,” pungkasnya.***

Red/K.101
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *