Garut, Kabariku – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi, melaksanakan kegiatan reses masa sidang kedua di Kampung Cimuncang, Desa Jatisari, Kecamatan Cisompet, Senin (26/1/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap secara langsung aspirasi masyarakat serta perangkat desa terkait berbagai persoalan pembangunan di wilayah tersebut.
Dalam dialog bersama warga dan aparatur desa, sejumlah aspirasi mencuat, di antaranya keluhan pemerintah desa dan perangkat desa terkait pengalihan anggaran dana desa ke program Kebijakan Dana Mandiri Pemerintah (KDMP). Menurut mereka, kebijakan tersebut berdampak pada tertundanya sejumlah program prioritas pembangunan desa yang telah direncanakan sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Subhan Fahmi menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Garut.
“Aspirasi dari desa terkait pengalihan anggaran ini tentu akan kami catat dan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Prinsipnya, kebijakan apapun harus tetap memperhatikan kebutuhan riil masyarakat di desa,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran desa, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan mendesak terkait pembangunan infrastruktur jalan desa. Kondisi jalan yang rusak dinilai menghambat mobilitas warga, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.
“Pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Akses yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga, terutama di wilayah seperti Cisompet yang banyak bergantung pada sektor pertanian,” kata Subhan Fahmi.
Aspirasi lainnya yang turut disampaikan dalam kegiatan reses tersebut adalah permohonan bantuan hibah untuk pembangunan sarana pendidikan, khususnya madrasah. Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar fasilitas pendidikan keagamaan dapat lebih layak dan menunjang proses belajar mengajar.
Menurut Subhan Fahmi, sektor pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan, merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Garut.
“Kita tidak bisa mengesampingkan peran madrasah. Pendidikan keagamaan adalah pondasi pembentukan karakter generasi muda, sehingga perlu didukung sarana dan prasarananya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan reses merupakan sarana bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil dapat benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Reses ini menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakilnya di DPRD. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran DPRD maupun dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah,” tegasnya.
H. Subhan Fahmi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan DPRD Kabupaten Garut agar setiap kebijakan pembangunan dapat berjalan efektif dan merata, khususnya di wilayah selatan Garut.
“Kunci keberhasilan pembangunan adalah sinergi. Desa, pemerintah daerah, dan DPRD harus berjalan seiring agar pembangunan bisa dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post