Garut, Kabariku – Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mengapresiasi kehadiran Piazza Firenze Garut yang dinilai berhasil mentransformasi industri kerajinan kulit lokal menjadi produk modern berdaya saing global.
Hal itu disampaikan Menkop Ferry saat menghadiri perayaan hari jadi pertama (1st Anniversary) Piazza Firenze Garut di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (17/01/2026).

Menurut Menkop Ferry, kolaborasi antara tokoh nasional Poppy Dharsono dengan Koperasi Artisan Kulit Indonesia (KAKI) menjadi contoh konkret penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi yang mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal.
“Bangunan ini bukan hanya indah secara fisik, tetapi juga mencerminkan kualitas isi di dalamnya. Tenant-tenant di sini telah dipilih dan dibina secara serius oleh KAKI di bawah kepemimpinan Ibu Poppy Dharsono,” ujar Menkop.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Koperasi berkomitmen membantu pengadaan alat pengolahan limbah serta mengoordinasikan penggunaan mesin penyamakan kulit bersama agar proses produksi lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Wabup Garut, Putri Karlina Bangga atas Eksistensi Piazza Firenze
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan kebanggaannya atas eksistensi Piazza Firenze yang kini menjadi etalase premium bagi industri kulit Garut. Ia menilai keberanian para pengrajin untuk meningkatkan kualitas produk patut diapresiasi.
“Alhamdulillah, luar biasa sudah satu tahun Piazza Firenze berdiri. Produk kulit berkualitas tinggi yang dikemas secara premium ini bisa memacu semangat pengrajin lain untuk terus meningkatkan kualitas,” kata Putri.

Putri Karlina juga menyinggung sejarah panjang industri kulit Garut yang telah eksis lebih dari satu abad dan secara usia sejajar dengan merek global ternama.
“Industri kulit Garut sudah berusia lebih dari 100 tahun, sama dengan produsen besar dunia. Saya yakin dengan sumber daya manusia yang semakin terdidik, industri kulit Garut bisa jauh lebih maju,” tambahnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen mendorong transformasi industri kulit menuju responsible industry, khususnya dalam pengelolaan limbah yang selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat sekitar.
“Industri kulit harus menjadi sistem pendukung pariwisata. Garut harus mengarah pada ekonomi kreatif, bukan ekstraktif. Pariwisata memberikan efek berganda tanpa merusak alam,” tegas Putri.
KAKI Hadirkan Pengalaman Berbeda Gagi Pengunjung
Di kesempatan yang sama, Pendiri Yayasan Poppy Dharsono sekaligus Ketua KAKI, Poppy Dharsono, menjelaskan bahwa Piazza Firenze dirancang dengan nuansa Eropa dan dilengkapi fasilitas restoran untuk menghadirkan pengalaman belanja yang berbeda bagi pengunjung.
“Piazza Firenze bukan hanya ikon baru Garut, tetapi simbol bahwa produksi lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan nilai ekonomi yang lebih baik,” jelas Poppy.
Ia memaparkan, pola pengembangan KAKI dimulai dari pembentukan koperasi, pemetaan jenis produk-mulai dari jaket, sepatu, tas hingga aksesori—serta bimbingan teknis agar pengrajin mampu memenuhi standar kualitas pasar internasional.
Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, serta sinergi koperasi, Piazza Firenze diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan industri kulit Garut yang berkelanjutan dan berdaya saing global.***
Baca juga :
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com















Discussion about this post