• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Agustus 8, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Seni Budaya

Monolog Nyai Apun Gencay Tampil Memukau: Ritual Kesadaran dari Sejarah Cianjur

Subhan Ihsan oleh Subhan Ihsan
26 April 2025
di Seni Budaya
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku, Cianjur – Suara rintik hujan malam itu terdengar seperti bisikan masa lalu. Panggung terbuka di ALOHA Chill & Dine, Cianjur, perlahan menjadi altar kesaksian. Di hadapan ratusan penonton yang larut dalam suasana remang dan rembesan cahaya, seorang perempuan berkebaya merah berdiri sendiri, namun suaranya menggema seolah mewakili ratusan nyai yang hilang dari catatan sejarah.

“Kesaksian Nyai Apun Gencay”, sebuah monolog yang diadaptasi dari novel Cinta, Kopi, dan Kekuasaan karya Saep Lukman, bukan sekadar pementasan. Ia adalah penggalian ingatan yang menyayat sekaligus menghidupkan, menyuarakan kembali tokoh-tokoh perempuan yang selama ini tercecer dalam lembaran sejarah kolonial.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Wina Rezky Agustina, dosen Universitas Suryakancana Cianjur dan lulusan pasca sarjana program studi penciptaan dan pengkajian seni ISBI Bandung, memainkan peran Apun Gencay dengan kedalaman rasa yang penuh eksotik dan menghunjam. Tubuhnya bergerak dalam ritme emosi, suaranya bergetar menahan perih, sesekali membuncah dalam keberanian.

RelatedPosts

Claudia Desy Curi Perhatian di Singing Competition Indomaret Bogor, Pilih “Cinta dan Rahasia”

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

Di balik naskah yang ditulis dengan cermat oleh Wida Waridah, dan disutradarai dengan penuh heroik oleh Rachman Sabur, monolog ini menjelma sebagai ritual kesadaran. Bukan hanya seni, tapi perlawanan. Bukan sekadar panggung, tapi altar pengakuan.

Rachman Sabur adalah sutradara kawakan pendiri Teater Payung Hitam yang sejak 1982 konsisten menggali bahasa tubuh, napas, dan simbol sebagai bahasa teater perlawanan. Lahir di Bandung, 12 September 1957, Rachman dikenal lewat karya-karya eksperimental seperti Kaspar dan Merah Bolong Putih Doblong Hitam, serta kiprahnya di panggung internasional.

Baca Juga  Bah Eming, Tokoh Perlawanan Subang yang Ditemukan

Setelah pensiun dari ISBI Bandung, Rachman tetap aktif berkarya. Dalam perayaan 43 tahun Payung Hitam, ia menulis dan menyutradarai Monolog “Wawancara dengan Mulyono”, sebuah satire absurd tentang identitas dan kuasa. Kini, ia menggarap Monolog “Kesaksian Nyai Apun Gencay”, menafsirkan menjadi ruang tubuh dan sejarah perempuan dalam bayang kolonialisme.

Mengundang Apresiasi

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, MT, yang hadir malam itu menyampaikan apresiasinya, bahwa pementasan ini bukan sekadar hiburan. “Pementasan monolog Kesaksian Nyai Apun Gencay bukan hanya membangkitkan kembali jejak sejarah Cianjur, tapi juga menyentuh ruang-ruang batin yang lama terabaikan,” ujarnya.

“Kami di DPRD Kabupaten Cianjur menyambut hangat inisiatif ini sebagai langkah penting dalam merawat ingatan, sekaligus menyuarakan kembali peran perempuan dalam arus besar perubahan sosial dan budaya.” sebut Metty.

Menurutnya, Apun Gencay adalah lambang keteguhan, cinta, dan keberanian yang melintasi zaman. “Melalui panggung ini, kita diajak merenungi bahwa sejarah tak hanya ditulis oleh mereka yang berkuasa, tetapi juga oleh perempuan yang berani mencintai dan bertahan,” ungkapnya.

“Semoga karya ini menjadi cahaya bagi generasi muda, terutama para perempuan, untuk terus melangkah dengan kesadaran akan akar dan martabatnya.” harap politisi perempuan dari Partai Golkar itu.

Tak ketinggalan, sebelumnya apresiasi juga datang dari Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, dalam pernyataan tertulis resminya. “Monolog ini bukan sekadar seni—ia adalah ajakan reflektif dan revolusioner. Sebuah panggung kecil yang menyuarakan kebesaran jiwa, keberanian mencintai, dan kekuatan bertahan,” ujar Wahyu.

Kehadiran karya seperti ini, kata dia, menegaskan bahwa generasi muda bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga pelanjut narasi. Narasi yang tak hanya soal masa lalu, tapi juga keberanian menyuarakan kisah yang tertimbun.

Baca Juga  Seni Ketangkasan Domba ‘Kapolres Garut Cup’ Stimulan Ekonomi dan Kearifan Lokal

Terpisah penulis novel Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kesaksian Nyai Apun Gencay, Saep Lukman, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya.
“Saya sangat tersentuh,” ucapnya.

“Lebih dari 144 halaman novel ini berhasil dijelmakan dalam satu tubuh, satu suara, dan satu malam. Terima kasih kepada Babeh Rachman Sabur, Teh Wida Waridah, Wina Rezky Agustina, Rizki Ferry Ramdani dan Maudi Buana Putra serta Dean Angga Pramudja, Anfa Alifani Utami serta seluruh pihak yang terlibat. Ini lebih dari pertunjukan semoga menjadi ruang bagi ekspresi dan diskursus sejarah,” katanya.

Monolog Kesaksian Nyai Apun Gencay itu kemudian ditutup dengan gegap gempita penampilan Bentang Herang, sebuah pertunjukan tari karya koreografer muda Anfa Alifanny Utami,. Tarian ini menjadi elegi dan afirmasi, menyapu malam dengan gestur tenang namun penuh daya—mengikat narasi Apun Gencay dalam gerak tari tradisi dan kontemporer yang jernih dan menggetarkan.

Pementasan Monolog Apun Gencay merupakan bagian dari program budaya CIANJUR 1834, yang digagas oleh Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia (Lokatmala Foundation). Sebuah gerakan yang mereka sebut sebagai upaya “membumikan kembali sejarah lokal”—agar kisah-kisah seperti Apun Gencay tak hanya hidup dalam arsip, tetapi juga dalam benak publik masa kini.

Malam itu, penonton tidak hanya sekadar diajak menyimak pertunjukan berkualitas. Pertunjukan ini juga dengan berani turut menuliskan ulang sejarah. Dan seperti rintik hujan yang jatuh perlahan ke tanah, suara Apun Gencay kembali menyuburkan kesadaran, bahwa sejarah bukan hanya milik para pemenang semata, tetapi juga milik para perempuan yang berani mencintai, mengabdi, dan bertahan.***

Tags: CianjurKesaksian Nyai Apun GencayMonologPementasan MonologSaep LukmanSejarah Cianjur
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Otorita IKN dan IDN Global akan Gelar Kongres Diaspora Indonesia ke-8 di IKN

Post Selanjutnya

Kebut Izin Pertambangan Rakyat Solusi Genjot Penerimaan Negara

RelatedPosts

Claudia Desy Erwiena Br Ginting Munthe mencuri perhatian dalam Singing Competition Indomaret Pakuan Regency Bogor (Istimewa)

Claudia Desy Curi Perhatian di Singing Competition Indomaret Bogor, Pilih “Cinta dan Rahasia”

4 Juli 2026

Sekilas Gebyar Pesona Budaya Garut

26 April 2026

Kepala BNN Resmikan Peluncuran SKI: Sinergi Olahraga, Budaya, dan Pencegahan Narkoba

2 Desember 2025

DWP Kemensos Kunjungi Galeri Yose Art, Gali Potensi Seni Anak-Anak Istimewa Sekaligus Jajaki Kolaborasi dengan Pengrajin UMKM

6 Oktober 2025
Wamenpar Ni Luh Puspa berkesempatan mencoba proses menenun Sekomandi dengan alat tenun tradisional gedogan, Dalam kunjungan kerja ke Rumah Tenun Sekomandi, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (27/8/2025)./Kemenpar

Wamenpar Dorong Pelestarian Tenun Sekomandi, Ikon Budaya Sulawesi Barat

30 Agustus 2025
Ibu-ibu di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengenakan kebaya untuk merayakan Hari Kebaya Nasional 2025/ Dok Pemprov Sumatera Selatan

24 Juli Ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional, Ini Ciri Khas Kebaya Indonesia dan Negara Tetangga

24 Juli 2025
Post Selanjutnya
Haidar Alwi

Kebut Izin Pertambangan Rakyat Solusi Genjot Penerimaan Negara

Ketua Umum Pergerakan Pemuda Sumatera Selatan (Pemuda Sriwijaya), Yayan Efendi Septiadi bersama Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH., MH.

Pemuda Sumsel Apresiasi Prof. Dasco: Sigap Tanggapi Masalah Daerah, dari Banjir hingga Kantor Bupati

Discussion about this post

KabarTerbaru

DPD RI Hadirkan Kantor Perwakilan di Serang untuk Tampung Aspirasi Warga Banten

8 Agustus 2026

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai Tersangka dan Saksi TPPU

8 Agustus 2026

Massa Penambang Datangi Kantor PT Timah di Gantung, Aksi Berujung Ricuh dan Kebakaran Jadi Sorotan

8 Agustus 2026
Dok.Foto : Istimewa

Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026 Usai Ditahan Singapura 1-1

7 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Dalami Temuan 996 Benda Menyerupai Senjata di Yayasan Sekolah Swasta Jakarta Selatan

7 Agustus 2026

Kapolri Rombak Jajaran Perwira Tinggi, 9 Irjen Polri Berganti Jabatan

7 Agustus 2026

Perkuat Sinergi, Kapolres Garut Sambangi Kantor ATR/BPN

7 Agustus 2026

inDrive Rampungkan Fase Pertama Kampanye “Drive Your Future”, Edukasi Ratusan Pelajar Garut tentang Keselamatan Berkendara

7 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP Persadha Nusantara Resmi Dilantik, Tetapkan 10 Agenda Transformasi Lembaga Hindu 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Pertanyakan Pelayanan SPBU 24.331.148 Kurau, BBM untuk Warga Disebut Habis, Diduga Pengerit Tetap Dilayani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dasco Instruksikan Kader Kawal Program Prabowo dan Perangi Hoaks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com