• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Januari 16, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Pemkab Garut Buka Peluang Kerja ke Jepang, 42 Warga Siap Meniti Impian

Redaksi oleh Redaksi
3 September 2023
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Garut, Kabariku- Pemerintah Kabupaten Garut menunjukkan kesungguhan dalam memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya dengan meluncurkan program fasilitasi penempatan kerja ke Jepang untuk 42 orang perwakilan dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut.

Program ini sudah mencapai tahap pengasramaan atau boarding, untuk penyiapan penempatan kerja di negeri sakura ini.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dua peserta program, Ade Ilham Sekrisis Niaman (24) dan Siti Nur Azizah (21), menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti program ini. Mereka menjalani berbagai pelatihan, termasuk pembelajaran Bahasa Jepang, kebudayaan Jepang, kedisiplinan, dan keahlian pertanian yang akan diterapkan di Jepang.

RelatedPosts

Polri Buka Pendaftaran SIPSS 2026 untuk Sarjana dan Diploma, Ini Syarat dan Formasinya

Survei HAI: Kepercayaan Publik terhadap Polri Masih Kuat

Wamentrans Viva Yoga Dorong Industrialisasi Pakan Ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara

Ditemui disela-sela proses pembelajaran di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Ilham menceritakan, melalui program ini dirinya bersama 41 orang lainnya mendapatkan beberapa pelatihan, mulai dari pembelajaran Bahasa Jepang, kebudayaan Jepang, Kedisiplinan, hingga keahlian khusus yang akan diterapkan di sana.

Ilham, pemuda berasal dari Kampung Cinta Mukti, Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, yang sebelumnya bekerja di Puskesmas, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu warga Garut yang ingin bekerja di luar negeri, terutama mereka yang kesulitan secara ekonomi.

Selama boarding di UPT BLK ini, mulai dari tenkou pagi atau apel pagi untuk memulai kegiatan, taisho atau senam, bersih-bersih asrama dan sekitarnya, pembelajaran bahasa dan keahlian di bidang pertanian, hingga tenkou malam atau apel malam menjadi santapan rutin yang dijalaninya bersama rekan lainnya.

“Hal unik yang saya dapati sebelum dan sesudah belajar di sini, itu yang pertama kali saya kaget itu ada yang berbeda itu tenko dan taisho, yang seperti tadi karena saya sebelumnya kan di kampung saya gak ada yang namanya tenko, gak ada yang namanya taisho, tenko kan upacara setiap pagi, taisho itu senam, di saya kan kalau senam harus ada event-event dulu, kalau di sini kan wajib setiap pagi, itu aja sih,” ujar Ilham sambil tersenyum.

Ilham membeberkan pengalamannya ketika dirinya pertama kali memperoleh informasi terkait program ini dari pihak kecamatan. Beberapa tahapan seleksi pun ia lalui, mulai dari seleksi pemberkasan, tes fisik, tes kesehatan, hingga psikotes yang melibatkan langsung psikolog, sebelum akhirnya ditetapkan menjadi bagian dari 42 orang saat ini. Dia bersyukur hingga saat ini bisa menjadi salah satu yang terpilih dalam program ini.

Melalui program ini pula, kata Ilham, dirinya merasa terbantu, karena menurutnya, jika bekerja ke luar negeri dengan biaya sendiri, adalah sesuatu yang sulit untuk dicapai, dan membutuhkan biaya yang cukup besar.

Baca Juga  Bupati Garut Ingatkan Semua Entitas di SKPD Kuasai SPIP

“Ya dengan adanya program dari Pemkab Garut ini sangat-sangat membantu sekali bagi warga Garut sekitar, yang khususnya tanda kutip miskin yang ingin pergi bekerja ke Jepang sangat terbantu sekali, karena bagi saya sendiri itu gak mungkin lah karena gak ada uang, dengan adanya program ini sangat terbantu sekali,” ungkap Ilham.

Dia bahkan memiliki cita-cita untuk membuka lahan pertanian dan lapangan kerja bagi orang lain setelah kembali dari Jepang.

Ilham berharap program ini terus berlanjut, karena program ini sangat membantu warga Garut yang memiliki keinginan untuk bekerja ke luar negeri, namun terkendala kemampuan ekonomi.

Hal sama diutarakan Siti Nur Azizah – gadis dari Kampung Cibingbin, Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong. Dia menuturkan, bahwa dirinya bersama yang lainnya mulai melakukan pembelajaran secara online sejak bulan Mei, dan masuk ke asrama dimulai akhir Mei lalu.

Siti juga berbagi kesan positifnya tentang program ini, terutama mengenai fasilitas yang mereka dapatkan, seperti pelatihan, asrama, buku modul pembelajaran, dan makanan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Dirinya tidak mengeluarkan uang sepeser pun, kecuali akomodasi dari rumah ke lokasi asrama atau untuk sekadar jajan. Dia pun merasa bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan ini.

“Menetap di asrama (sejak) Mei akhir, seminggu sekali kan pembelajaran berlangsung dari hari Senin sampai Jumat, nah Sabtu-Minggu itu ada yang pulang, ada yang menetap di sini gitu, (kalau saya) netap di sini,” terangnya.

Siti mengungkapkan, selama mengikuti program ini, dirinya belajar banyak, khususnya berkaitan dengan kedisiplinan, bahkan kedisiplinan dalam hal kecil seperti cara penyimpanan sandal yang benar pun tidak luput diajarkan di program ini.

Senada dengan Ilham, dia mengaku senang, bisa menjadi salah satu penerima manfaat dari program yang diusung oleh Disnakertrans Garut ini, terlebih khususnya bagi orang-orang yang ingin bekerja ke luar negeri, namun bingung dengan biaya.

Sehingga, ia sangat berterima kasih sekali, kepada Pemkab Garut yang telah mencetuskan program fasilitasi penempatan kerja di luar negeri ini.

Oleh karenanya, imbuh Siti, dirinya kini sedang menyiapkan secara matang dari mulai mental, fisik, kedisiplinan, dan yang lainnya, agar bisa memberikan yang terbaik tatkala dirinya diterima dan bekerja di Jepang nanti.

Baca Juga  Apresiasi Kinerja Jaksa Seluruh Indonesia, Detikcom Persiapkan Anugerah Adhyaksa Award 2024

“Bersyukur banget, terima kasih kepada Pemkab Garut, kepada Disnaker, khususnya Gentra Karya yang telah mengadakan program ini, semoga setelahnya program ini ada program seperti ini lagi yang bisa membantu generasi selanjutnya yang ingin berkesempatan juga kerja di luar negeri atau Jepang khususnya, terima kasih yang sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Program ini dijalankan atas kerja sama antara Disnakertrans Kabupaten Garut dan Koperasi Royal Mono Tukuri (Yarumori) sebagai instruktur yang memberikan pengajaran dan pembelajaran kepada para peserta. Tak hanya itu, pihak Yarumori juga terlibat dalam penempatan kerja para peserta nantinya.

Ketua Koperasi Yarumori, Dicky Fatahillah, menjelaskan, pihaknya memberikan 5 aspek sebagai bekal bagi para peserta, yaitu bahasa Jepang dasar yang harus mencapai Japan Foundation Test (JFT) Basic A2, kemudian budaya kehidupan, peraturan umum, hubungan sosial dengan masyarakat di Jepang, kultur, dan keahlian atau skill sesuai bidang kompetensi yang nantinya akan menjadi bidang pekerjaan para peserta.

“Ya di skill-nya itu karena kita menargetkan untuk peserta yang ingin mendalami bidang pertanian, jadi spesifik juga kita berikan dasar-dasar pertanian, yang materinya diberikan oleh Asosiasi Pertanian Jepang langsung,” ucapnya.

Dicky menuturkan, para peserta nantinya akan bekerja di Jepang selama 5 tahun lamanya, dan jika perusahaan yang menaungi para peserta senang dan peserta juga tertarik untuk bekerja kembali, bisa melanjutkan kontrak 5 tahun lagi.

“Kalau anak-anak itu kan SSW (Specified Skilled Workers) ya kalau di Indonesia, itu 5 tahun (durasi kerja di Jepangnya), dan 5 tahun itu, apabila perusahaan itu senang dan si anak pengen melanjutkan bisa masuk ke SSW 2, ini kan SSW 2, SSW 2 dia boleh tinggal 5 tahun lagi, dan boleh mengajak keluarga atau istri, dan nantinya bisa mendapat permanent resident setelah SSW 2,” ungkapnya.

Dicky menjelaskan bahwa pemberangkatan kerja ke Jepang ini akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kebutuhan pekerja dari perusahaan yang dituju. Meski demikian, kata Dicky, para peserta yang berjumlah 42 orang ini wajib berangkat bekerja ke Jepang. Terlebih, para peserta memiliki semangat yang bagus, sehingga dalam waktu 2-3 bulan, sebagian besar sudah lulus tes JFT A2, dengan beberapa di antaranya memiliki nilai yang cukup besar.

“Bahkan di tempat tes di sana pun orang kaget latihan dari mana gitu kan, itu juga kita juga sangat apresiasi dari (semangat) anak-anaknya,” ungkap Dicky.

Saat ditanya mengenai program Penempatan Kerja ke Luar Negeri yang dicetuskan oleh Pemkab Garut, awalnya ia mengaku bingung, karena berdasarkan pengalamannya, baru Kabupaten Garut yang memiliki ide seperti ini dan berani memfasilitasi masyarakatnya untuk bekerja di luar negeri.

Baca Juga  Jelang Hari Anti Korupsi se-Dunia Inspektorat Daerah Gelar Rakor Sinergitas APIP dan APH Dalam Tindak Pidana Korupsi Tingkat Kabupaten Garut

Oleh karena itu, pihaknya memberikan yang terbaik bagi para peserta, bahkan melibatkan native Jepang yang ikut membimbing para peserta, agar proyek ini diharapkan bisa menjadi pionir di Indonesia.

“Bukan sekadar memberangkatkan orang tenaga PMI (Pekerja Migran Indonesia) ke Jepang, tapi membangun anak ini ke luar negeri untuk membuka wawasan kembali untuk membangun di Indonesia kaya gitu,” ucapnya..

Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Erna Sugiarti, mengungkapkan kegembiraannya melihat perkembangan peserta yang sangat serius dalam pembelajaran. Beberapa peserta bahkan sudah berhasil mendapatkan sertifikat bahasa Jepang dalam waktu yang lebih singkat dari 6 bulan yang dibutuhkan.

Selain itu, kata Erna, hal tersebut juga ditunjang dengan kualitas pengajar dari Koperasi Yarumori, sehingga mampu melatih dan mendidik para peserta menjadi disiplin, dan memiliki karakter yang siap untuk bekerja di Jepang.

Dalam program ini, lanjut Erna, pihaknya memfasilitasi para peserta mulai dari pembelajaran, asrama, pembuatan VISA, hingga pembuatan paspor.

“Dan kemungkinan pembuatan paspor di bulan ini mereka sudah dibuatkan paspor, karena paspor berlaku 10 tahun, kita sudah bersurat tadi pagi ke Kota Kanuma, bahwa kita sudah mempunyai yang sudah siap gitu untuk dikirim ke sana, kita tinggal menunggu job order untuk anak-anak ini gitu, kemungkinan besar yang 8 yang sudah punya 2 sertifikat, mudah-mudahan di bulan ini ada wawancara,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Garut berharap program ini akan menjadi model bagi program serupa di Indonesia dan memberikan dorongan bagi warga Garut untuk bekerja di luar negeri, karena ketika masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, disertai prosedur resmi, maka negara siap hadir untuk memfasilitasi.

Melalui program ini pula, Pemkab Garut berharap peserta yang akan bekerja di bidang pertanian di Jepang akan membawa pulang ilmu dan pengalaman yang dapat diterapkan di Kabupaten Garut, yang memiliki core bisnis sektor pertanian.

“Salah satu untuk menurunkan angka pengangguran itu adalah memperluas kesempatan kerja ke luar negeri, karena ke luar negeri ini masih luas, dan ini juga menjadi motivasi untuk anak-anak ketika anak-anak yang mampu untuk berangkat ke luar negeri jangan takut,” tandasnya.

Program fasilitasi penempatan kerja ke luar negeri yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Garut ini diharapkan bisa membantu mengurangi angka pengangguran dan membuka peluang baru bagi warga Garut yang ingin bekerja di luar negeri.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Disnakertrans GarutPeluang Kerja ke JepangPemkab Garut
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Sat Samapta Polres Garut Amankan Ratusan Botol Miras Berbagai Jenis

Post Selanjutnya

Tim Tabur Kejagung Amankan Seorang Perempuan Karyawan BUMN

RelatedPosts

Polri Buka Pendaftaran SIPSS 2026 untuk Sarjana dan Diploma, Ini Syarat dan Formasinya

16 Januari 2026
Pendiri Haidar Alwi Institut (HAI), Haidar Alwi saat dimintai keterangan soal survei publik kepercayaan Polri. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Survei HAI: Kepercayaan Publik terhadap Polri Masih Kuat

16 Januari 2026

Wamentrans Viva Yoga Dorong Industrialisasi Pakan Ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara

16 Januari 2026
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai diperiksa penyidik. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Bidik Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono di Kasus Bupati Bekasi

15 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Meski Pensiun, KPK Sebut Eks Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto Terima Rp 12 Miliar di Kasus TKA

15 Januari 2026
Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait kasus suap Bupati Bekasi, Kamis (15/1). (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Akui Diperiksa KPK Soal Aliran Uang di Kasus Suap Bupati Bekasi

15 Januari 2026
Post Selanjutnya
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana

Tim Tabur Kejagung Amankan Seorang Perempuan Karyawan BUMN

Polres Garut Laksanakan Operasi Zebra Lodaya Tahun 2023 Mulai Hari Ini

Discussion about this post

KabarTerbaru

Polri Buka Pendaftaran SIPSS 2026 untuk Sarjana dan Diploma, Ini Syarat dan Formasinya

16 Januari 2026
Pendiri Haidar Alwi Institut (HAI), Haidar Alwi saat dimintai keterangan soal survei publik kepercayaan Polri. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

Survei HAI: Kepercayaan Publik terhadap Polri Masih Kuat

16 Januari 2026

Wamentrans Viva Yoga Dorong Industrialisasi Pakan Ternak di Kawasan Transmigrasi Mutiara

16 Januari 2026

Revitalisasi Wawasan Nusantara dalam Menjawab Tantangan Disintegrasi dan Krisis Identitas Nasional di Era Globalisasi

16 Januari 2026
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Presiden menyoroti perubahan geopolitik dunia yang semakin signifikan sehingga setiap negara dituntut mampu berdiri mandiri dan memiliki daya bertahan yang kuat.

Taklimat Presiden 2026: Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Lokomotif Kemandirian Nasional

16 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi dan Industri Nasional

16 Januari 2026
Nurbaeti menyerahkan paket MBG kepada penerima manfaat/IST

Menembus Jalan Terjal, Kader KB Desa Ciguha Antar Harapan Gizi untuk Ibu dan Anak

16 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto menggelar Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026, pada Kamis, 15 Januari 2026

Taklimat Presiden 2026, Prabowo Tekankan Peran Strategis Akademisi dan Kontribusi Nyata untuk Bangsa

15 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya pada Kamis, 15 Januari 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Soroti Kekurangan Dokter, Presiden Prabowo Dorong Perluasan Beasiswa dan Penguatan STEM

15 Januari 2026

Kabar Terpopuler

  • Kepala BNN RI, Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto, menerima audiensi Rektor Universitas Pancasila, Adnan Hamid, beserta jajaran pimpinan universitas di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2026).

    BNN-Universitas Pancasila Perkuat P4GN, Kepala BNN: Kampus Benteng Moral Berbasis Nilai Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Unggahan Sandy Harun Mengguncang Publik: Tommy Soeharto Dikabarkan Menikah dengan Artis Ida Iasha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Rekam Jejak Peraih Adhi Makayasa Irjen Rudi Darmoko di Penugasan Kapolda NTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polda Metro Limpahkan Berkas Roy Suryo Cs dalam Perkara Ijazah Jokowi ke Kejaksaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Bidik Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono di Kasus Bupati Bekasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Artikel
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com