Bogor, Kabariku – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan hangat bersama para mantan ajudan dan pengawal yang pernah mendampinginya saat berdinas di militer. Silaturahmi tersebut berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, pada Minggu (8/3/2026).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan itu menjadi ajang temu kangen sekaligus mempererat hubungan antara Presiden dengan para prajurit yang pernah bertugas mendampinginya sekitar tiga dekade lalu.
“Bapak Presiden memanggil dan bersilaturahmi dengan seluruh mantan ajudan dan pengawal beliau semasa berdinas di Kostrad dan Kopassus, atau saat beliau masih aktif di TNI 30 tahun lalu. Silaturahmi tersebut dilakukan di kediaman pribadi Presiden di Hambalang pada Minggu, 8 Maret 2026,” ujar Teddy dalam keterangannya. Senin (9/3/2026).
Menurut Seskab Teddy, para ajudan dan pengawal tersebut kini memiliki perjalanan karier yang beragam. Sebagian masih aktif berdinas sebagai prajurit TNI, sementara lainnya telah memasuki masa purnatugas.
“Ada yang masih aktif sebagai TNI saat ini. Ada juga yang sudah pensiun, namun kemudian bekerja di perusahaan pribadi beliau,” jelasnya.
Dalam suasana penuh keakraban, para mantan pengawal juga berbagi kisah perjalanan hidup mereka setelah bertahun-tahun berpisah.
Salah satu diantaranya menceritakan perhatian Presiden Prabowo terhadap pendidikan keluarga para prajurit yang pernah bertugas bersamanya.
“Tidak hanya itu saja. Salah satu dari mereka juga bercerita bahwa putranya yang disekolahkan oleh Bapak Presiden kini sudah menjadi sarjana dan telah mendapatkan pekerjaan,” ungkap Seskab Teddy.
Selain bertemu para mantan ajudan dan pengawal, Presiden Prabowo juga memimpin serangkaian rapat di Hambalang pada hari yang sama. Seskab Teddy menyebut Presiden menggelar lima rapat dengan topik berbeda yang membahas berbagai isu strategis.
Rapat pertama membahas rencana kerja sama pembangunan sepuluh kampus baru di Indonesia. Selanjutnya, rapat kedua membahas pengembangan universitas yang sudah ada, termasuk upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
“Progres pengembangan beberapa perguruan tinggi negeri agar dapat meningkatkan peringkatnya di tingkat global serta semakin terbukanya kerja sama dengan universitas terkemuka di dunia,” tutur Seskab Teddy.
Rapat ketiga, lanjut Seskab Teddy, membahas situasi di Timur Tengah. Kawasan tersebut tengah bergejolak menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan sejumlah pemimpin negara teluk tersebut.
“Rapat keempat, membahas perkembangan mahasiswa asal Palestina yang disekolahkan di Universitas Pertahanan. Sementara rapat terakhir membahas keamanan dan kelancaran mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.*
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post