Karawang, Kabariku – Indonesia menorehkan tonggak sejarah baru dalam pembangunan nasional dengan berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025. Capaian ini diraih lebih cepat dari target pemerintah yang semula diproyeksikan empat tahun, namun terealisasi hanya dalam waktu satu tahun.
Momentum bersejarah tersebut ditandai melalui Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional 2025 yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (07/01/2026).
Acara ini menjadi penanda keberhasilan Indonesia memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengakhiri ketergantungan pada impor beras konsumsi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa.
Menurutnya, sebuah negara tidak dapat disebut benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.
“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo.
Keberhasilan swasembada pangan 2025 tercermin dari berbagai indikator strategis sektor pertanian. Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan 2024.
Lonjakan produksi ini menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025.
Dari sisi cadangan, stok beras Perum Bulog pada akhir 2025 mencapai 3,24 juta ton, dan sempat menyentuh puncak 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional.

Kondisi ini memperkuat cadangan pangan pemerintah serta memberikan ruang kebijakan yang lebih stabil dalam menjaga pasokan dan harga beras di dalam negeri.
Capaian swasembada pangan juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2025 mencapai 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yang mencerminkan peningkatan daya beli dan pendapatan petani secara signifikan.
Di sektor perdagangan, kinerja pertanian nasional menunjukkan tren positif. Nilai ekspor pertanian periode Januari-Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun, meningkat 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian ini menegaskan daya saing pertanian Indonesia yang kian kuat di pasar global, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan domestik.
Pemerintah menegaskan, swasembada pangan 2025 bukan titik akhir, melainkan fondasi menuju kemandirian nasional yang berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi produksi, memperluas swasembada ke komoditas strategis lainnya, serta memastikan manfaat pembangunan pertanian dirasakan secara merata oleh petani, nelayan, dan masyarakat luas.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post