Diduga Malpraktik, 6 Dokter Hewan Klinik PP di Tangerang Kota Dilaporkan ke PDHI

Ketua Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona

Jakarta, Kabariku-  Animal Defenders Indonesia mengadukan dugaan malpraktik dan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh enam dokter Hewan sebuah klinik hewan di Tangerang Kota, Provinsi Banten, Senin, 8 Mei 2023.

Keenam dokter hewan tersebut dilaporkan Animal Defenders Indonesia ke Pengurus Besar Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI).

“Dugaan malpraktik dan pelanggaran terhadap kode etik tersebut melibatkan 6 orang oknum dokter hewan yang bekerja di klinik PP, dalam rentang 7-8 bulan,” jelas Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona, Selasa 9 Mei 2023.

Menurut Doni, saat ini korban tercatat berjumlah 9 orang pemilik hewan dan 12 ekor hewan dengan di antaranya 3 ekor mati.

Animal Defender Indonesia juga melaporkan tindakan tidak menyenangkan dan dugaan pelanggaran kode etik lainnya yang diduga dilakukan keenam dokter hewan tersebut.

Di antaranya memposting foto selfie group para dokter saat proses operasi, serta mengkontenkan hewan saat sedang tindakan operasi yang bahkan dilakukan tanpa seijin pemilik hewan.

“Saat ini, masih ada beberapa pemilik hewan lainnya yang sedang dalam proses melengkapi data dan mempertimbangkan turut serta melaporkan. Dengan demikian, kemungkinan korban masih akan bertambah,” jelasnya.

Sebagai pemberitahuan kepada PDHI, tambah Doni, pada saat kasus ini sedang bergulir terdapat beberapa aksi provokasi yang dilakukan oleh salah satu terduga pelaku berupa ajakan “report akun” sosial media para korban yang speak up.

“Kemudian adanya larangan pendampingan kuasa hukum bagi para korban oleh seorang dokter dari divisi legal PDHI, serta upaya membela diri di sosial media yang dilakukan para terduga pelaku menunjukkan tidak adanya rasa bersalah dan empati bagi para korban,” jelasnya.

“Hal tersebut pastinya menjadi upaya yang kontraproduktif dalam penyelesaian sengketa,” kata Doni lagi.

Ia mengungkapkan, dugaan malpraktik ini terungkap setelah beberapa pemilik hewan menemukan kejanggalan dan bersuara di media sosial, lalu meminta bantuan advokasi kepada Animal Defenders Indonesia untuk menindaklanjuti temuan ini.

“Publik menantikan tindakan pembinaan menyeluruh terhadap para dokter yang dilaporkan, dan adanya sanksi sesuai tingkat kesalahannya.

Tindak lanjut PDHI kami harapkan mampu menjadi terobosan dan memberikan keadilan bagi para pasien maupun klien yang telah mempercayakan hewannya kepada dokter hewan,” tegasnya.***

Red/K-1003

Tinggalkan Balasan