• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Juli 28, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Kepercayaan Publik Kepada Polisi dan Pemilih Pilpres 2024, LSI: Kasus Ferdy Sambo Paling Dramatis

Redaksi oleh Redaksi
18 Oktober 2022
di News, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku– Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyatakan, Jelas, kasus Ferdy Sambo adalah kasus paling dramatis di tahun 2022.

Dalam rilisnya LSI menyabut, Kasus pembunuhan yang menyeret Ferdy Sambo, mempengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Tak hanya itu, kini kasus Sambo yang masuk dalam tahap persidangan juga mempengaruhi peta suara pemilih para Capres 2024.

RelatedPosts

Ratusan Aktivis Lintas Generasi Hadiri Reuni Aktivis ADK SHOW, Ahmad Doli Kurnia Luncurkan Empat Buku

Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

DCKTR Tangsel Gencarkan Program Biopori Kantor, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos dari Sumbernya

“Kasus seperti ini belum tentu terjadi sepuluh tahun sekali. Bahkan kasus seheboh ini mungkin belum tentu terjadi lima puluh tahun sekali,” kata Denny JA dalam rilisnya. Selasa (18/10/2022).

Jumlah populasi Indonesia yang mengetahui kasus Ferdy Sambo mencapai 87.5%. Yang mendengar nama Ferdy Sambo berarti lebih banyak dibandingkan yang mendengar nama calon presiden yang sekarang beredar, kecuali Prabowo. Hanya Prabowo yang dikenal di atas 87.5 persen.

“Mayoritas berbagai lapisan masyarakat juga mengetahui kasus ini. Bahkan kasus ini bertahan menjadi pembicaraan publik selama berbulan-bulan,” sebutnya.

Kasus ini juga sangat berpengaruh pada lembaga besar seperti POLRI. Kasus Ferdy Sambo membuat kepercayaan pada polisi menurun 13%: dari 72.1% (sebelum kasus), ke 59.1%.

Kepercayaan Pemilih Pilpres 2024 Terhadap Kepolisian

LSI menyebutkan, Lima Capres-Cawapres utama 2024 berdasarkan kekuatan partai dan elektabilitas.

Mereka adalah: Puan Maharani (Kekuatan Partai), Airlangga Hartarto (Kekuatan Partai), Prabowo (Kekuatan Elektabilitas), Anies Baswedan (Kekuatan Elektabilitas), dan Ganjar Pranowo (Kekuatan Elektabilitas).

Pemilih Puan, Airlangga, Prabowo, dan Ganjar, lebih banyak yang percaya terhadap Polisi.

Sementara pada pemilih Anies, yang percaya dan tak percaya Polisi hampir sama banyaknya, selisih margin of error.

Data dan analisa LSI berdasarkan pada survei nasional pada tanggal 11-20 September 2022 dan riset kualitatif. Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia.

Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2,9%.

Baca Juga  Roadshow Bus KPK 2022 ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’ Resmi di Mulai dari Bumi Sriwijaya Kota Palembang

Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.

Kasus Ferdy Sambo Paling Dramatis Tahun 2022

Lima hal yang membuat kasus Ferdy Sambo menjadi kasus paling dramatis tahun 2022;

Faktor Pertama, Kasus Ferdy Sambo didengar oleh 87.5 oleh populasi Indonesia.

“Artinya Mayoritas absolut masyarakat Indonesia pernah mendengar atau mengetahui kasus ini, diatas 75 persen,” ujar Denny JA.

Menurutnya, Tak banyak dalam sejarah kasus yang didengar lebih dari 75 persen populasi negaranya.

Masyarakat yang tidak pernah mendengar kasus ini hanya 7.1%. Sebanyak 5.4% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Faktor Kedua, kasus Ferdy Sambo didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat, dari tingkat usia:

Usia dibawah 30 tahun, 94.4% menyatakan pernah mendengar kasus ini;
Usia 30 – 39 tahun, 88.5% menyatakan pernah mendengar kasus ini;
Usia 40– 49 tahun, 89.1% menyatakan pernah mendengar kasus ini; Bahkan,
Pada uusia diatas 50 tahun, 81.6% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Kasus Ferdy Sambo Sambo juga didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat secara penghasilan.

Masyarakat dengan penghasilan dibawah 2juta/bulan, 79% menyatakan pernah mendengar kasus ini. Masyarakat dengan penghasilan 2-3juta/bulan, 94% menyatakan pernah mendengar kasus ini. Masyarakat dengan penghasilan 3-4juta/bulan, 97.6% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Masyarakat dengan penghasilan 4juta/bulan, 95.7% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Faktor ketiga, kasus Ferdy Sambo bertahan menjadi pembicaraan publik berbulan-bulan.

Kronologi kasus tewasnya Brigadir J mulai mencuat ketika Ferdy Sambo membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022.

Sampai dengan sekarang (Oktober 2022), berarti sudah empat bulan kasus Ferdy Sambo ini dibicarakan.

“Ia tak hanya dibicarakan di warung kopi,  di media sosial, bahkan juga di kampus hingga rumah ibadah,” ujarnya.

Faktor Keempat, kasus Ferdy Sambo seperti drama yang pernuh isu panas dan perubahan karakter.

Dari kasus ‘Polisi tembak Polisi’, berubah ke isu perselingkuhan. Lalu kasus ini bertambah kaya dengan adanya elemen Obstruction of Justice (perbuatan yang tergolong tindak pidana karena menghalangi atau merintangi proses hukum dalam perkara).

Cerita nkasus pun berubah lagi menjadi kasus suami bela istri, penyalahgunaan jabatan, juga tuduhan uang gelap judi online, hingga uang narkoba.

Baca Juga  IPW Minta Kapolri Kirim Itwasum dan Propam Polri untuk Dalami Alasan Pencopotan Kombes Teguh Triwantoro

“Kasus Ferdy Sambo cukup dramatis selayaknya sinetron yang popular,” cetus Direktur LSI ini.

Faktor kelima, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaa pada Polisi menurun 13%, dari 72.1% (sebelum kasus) ke 59.1%.

Pada tahun 2018, bahkan kepercayaan pada polisi berada pada angka 87.8%.

Tahun 2019, setelah Pilpres 2019, kepercayaan terhadap polisi sudah menurun pada angka 72.1%.

Sekarang di tahun 2022, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaan pada polisi menurun ke 59.1%.

“Ketika kepercayaan pada Polisi menurun, itu artinya semakin banyak segmen masyarakat yang tak percaya pada polisi sebagai sebuah lembaga,” tuturnya.

Siapakah yang semakin tak percaya Polisi ini?

Masyarakat perkotaan, penduduk kota, lebih banyak yang tak percaya polisi.

Masyarakat yang tinggal di kota, 51.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang tinggal di pedesaan, 32.1% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Dari sisi gender, laki-laki yang lebih banyak tak percaya.

Masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki, 39.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang berjenis kelamin perempuan, 36.1% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Dari sisi pemeluk agama, pemeluk yang beragama Islam lebih banyak yang tak percaya.

Masyarakat yang memeluk agama Islam, 38.6% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang beragama non-Islam, 29.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Ada lima Capres-Cawapres utama 2024 berdasarkan kekuatan partai dan elektabilitas.

Mereka adalah, Puan Maharani (kekuatan partai/PDIP), Airlangga Hartarto (kekuatan partai/Golkar-KIB), Prabowo Subianto (kekuatan elektabilitas), Anies Baswedan (kekuatan elektabilitas), dan Ganjar Pranowo (kekuatan elektabilitas).

Pemilih Puan lebih banyak yang percaya terhadap Polisi. Masyarakat yang memilih Puan, 69.5% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 30.5% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Proporsi antara yang percaya dengan yang tidak percaya terhadap polisi di pemilih Puan, mendekati angka 70% banding 30%.

Pemilih Airlangga Hartarto (AH) lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih AH, 60% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Baca Juga  Haidar Alwi Patahkan Tuduhan Mahfud MD Soal Penegak Hukum Dikuasai Mafia

Pemilih Prabowo lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih Prabowo, 59.1% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Pada pemilih Anies, yang percaya dan tak percaya polisi hampir sama banyaknya, selisih margin of error. Masyarakat yang memilih Anies, 49.7% menyatakan percaya pada polisi. Sebanyak 47.4% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Pada pemilih Ganjar, lebih banyak yang percaya. Masyarakat yang memilih Ganjar, 66.8% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 32.7% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Harapan Publik pada Polisi ke Depan

Tingkat kepercayaan masyarakat pada TNI kini jauh di atas Polisi. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI berada diangka 90.9%. Tingkat kepercayaan terhadap polisi berada diangka 59.1%.

Perbedaan kepercayaan pada TNI dan Polri berjarak 31.8 persen.

Tingkat kepercayaan terhadap pribadi Kapolri (Jendral Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo., M.Si), lebih tinggi dibanding pada polisi.

Masyarakat yang percaya terhadap polisi berada di angka 59.1%. Tingkat kepercayaan terhadap kinerja Kapolri berada pada angka 65%.

Jarak kepercayaan pada Kapolri dibandingkan Polri berjarak 6 persen. Ini disebabkan publik melihat kesungguhan Kapolri membersihkan kembali kinerja kepolisian.

Kasus Kanjuruhan Menurunkan Citra Polisi

Dalam kasus Tragedi Kanjuruhan, jatuhnya korban meninggal dalam tragedi bola itu sangatlah banyak: 132 nyawa melayang. Polisi disalahkan karena penggunaan gas airmata, yang kadaluwarsa pula.

Apakah tingkat kepercayaan setinggi itu bisa dicapai kembali oleh Polisi?

Ditahun 2018, kepercayaan terhadap Polisi pernah menyentuh angka 87.8%.

Mayoritas publik masih menaruh harapan. Sebanyak 85% masyarakat berharap Polisi dapat meningkatkan kembali kepercayaan publik.

“Sebagai lembaga negara tentu kepercayaan publik penting untuk Polisi. Semakin kuat kepercayaan publik, semakin mudah Polisi sukses menjalankan perannya,” ujar Denny JA.

Sebagaimana moto Polisi Rastra Sewakotama, itu artinya Abdi Utama bagi Nusa dan Bangsa.

Mayoritas publik berharap Polisi kembali kepada khitahnya sebagai pelindung yang adil dan bersih bagi masyarakat banyak.

“Tak ada negara yang kuat dan bersih tanpa kehadiran lembaga Polisi yang kuat dan bersih pula,” tandasnya.***

Red/K.000

BACA juga berita menarik seputar Pemilu KLIK disini

Tags: Ferdy SamboKapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKepercayaan Publik Kepada Polisi dan Pemilih Pilpres 2024Lingkaran Survei Indonesia (LSI)Pemilu 2024Warta Pemilu
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Wabup Garut dr Helmi Budiman Resmikan Pelatihan Digitalisasi Branding Pemasaran Pelaku Usaha Wisata

Post Selanjutnya

Semmi Sumsel dan Garis Kritisi Kolam Retensi Danau Opi Terkait Amdal dan Pertek Lalin

RelatedPosts

Ratusan Aktivis Lintas Generasi Hadiri Reuni Aktivis ADK SHOW, Ahmad Doli Kurnia Luncurkan Empat Buku

28 Juli 2026

Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

28 Juli 2026

DCKTR Tangsel Gencarkan Program Biopori Kantor, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos dari Sumbernya

28 Juli 2026

Kapolres Tangsel Boy Tegaskan AKP Pardiman Tidak Terlibat Kasus Narkoba, Datang ke Mabes Polri Sebagai Saksi

28 Juli 2026

Polda Metro Jaya Pastikan Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Tak Terlibat Peredaran 200 Etomidate

27 Juli 2026

Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba

27 Juli 2026
Post Selanjutnya

Semmi Sumsel dan Garis Kritisi Kolam Retensi Danau Opi Terkait Amdal dan Pertek Lalin

Ridwan Kamil Apresiasi Penayangan Film Before, Now and Then (Nana) dengan Dialektika Bahasa Sunda

Discussion about this post

KabarTerbaru

Ratusan Aktivis Lintas Generasi Hadiri Reuni Aktivis ADK SHOW, Ahmad Doli Kurnia Luncurkan Empat Buku

28 Juli 2026

Inspektorat Tangsel Perkuat Budaya Integritas ASN Lewat NGORBIT, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Bersih

28 Juli 2026

Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

28 Juli 2026

DCKTR Tangsel Gencarkan Program Biopori Kantor, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos dari Sumbernya

28 Juli 2026

Mundurnya Perry Warjiyo, Ekonom InFast Bestari: Gubernur BI Mendatang Sebaiknya Pro Growth

28 Juli 2026

Kapolres Tangsel Boy Tegaskan AKP Pardiman Tidak Terlibat Kasus Narkoba, Datang ke Mabes Polri Sebagai Saksi

28 Juli 2026

Pascabentrokan Menteng 200 Personel TNI-Polri Disiagakan, Pramono Imbau Warga Tak Terprovokasi

28 Juli 2026

Langit Tepas Papandayan Garut Jadi Panggung Dunia, 13 Negara Meriahkan Festival Layang-Layang Internasional

28 Juli 2026

Pendaftar SPMB Meledak Jadi 17 Ribu, Kepala Disdikbud Tangsel Deden Siapkan SMP Negeri Baru

27 Juli 2026

Resmi, Perry Warjiyo Tinggalkan Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jalankan Tugas Sementara

27 Juli 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto : Bemby/kabariku.com

    Hasanuddin Siaga 98: Sejak Awal Pernah Ingatkan Risiko Pembentukan Kortastipidkor Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fasilitasi Pertemuan Hotman Paris dengan Ketua Umum PWI, Dasco: Silaturahmi Persatuan Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Belum Ada Pergantian Kapolri?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIAGA 98 Minta Kortas Tipikor Polri Dibatalkan, Ini Penjelasan Hasanuddin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan ‘Adiknya’ Jadi Calon Pengganti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Dilaporkan, Dwi Febrie Endaryanto Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Bridging Financing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotman Paris Tiba-tiba Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com