• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Agustus 11, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Kepercayaan Publik Kepada Polisi dan Pemilih Pilpres 2024, LSI: Kasus Ferdy Sambo Paling Dramatis

Redaksi oleh Redaksi
18 Oktober 2022
di News, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku– Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyatakan, Jelas, kasus Ferdy Sambo adalah kasus paling dramatis di tahun 2022.

Dalam rilisnya LSI menyabut, Kasus pembunuhan yang menyeret Ferdy Sambo, mempengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Tak hanya itu, kini kasus Sambo yang masuk dalam tahap persidangan juga mempengaruhi peta suara pemilih para Capres 2024.

RelatedPosts

Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari

Intip 3 Surpres Istana ke DPR, Siapa Saja yang Diusulkan Presiden Prabowo?

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

“Kasus seperti ini belum tentu terjadi sepuluh tahun sekali. Bahkan kasus seheboh ini mungkin belum tentu terjadi lima puluh tahun sekali,” kata Denny JA dalam rilisnya. Selasa (18/10/2022).

Jumlah populasi Indonesia yang mengetahui kasus Ferdy Sambo mencapai 87.5%. Yang mendengar nama Ferdy Sambo berarti lebih banyak dibandingkan yang mendengar nama calon presiden yang sekarang beredar, kecuali Prabowo. Hanya Prabowo yang dikenal di atas 87.5 persen.

“Mayoritas berbagai lapisan masyarakat juga mengetahui kasus ini. Bahkan kasus ini bertahan menjadi pembicaraan publik selama berbulan-bulan,” sebutnya.

Kasus ini juga sangat berpengaruh pada lembaga besar seperti POLRI. Kasus Ferdy Sambo membuat kepercayaan pada polisi menurun 13%: dari 72.1% (sebelum kasus), ke 59.1%.

Kepercayaan Pemilih Pilpres 2024 Terhadap Kepolisian

LSI menyebutkan, Lima Capres-Cawapres utama 2024 berdasarkan kekuatan partai dan elektabilitas.

Mereka adalah: Puan Maharani (Kekuatan Partai), Airlangga Hartarto (Kekuatan Partai), Prabowo (Kekuatan Elektabilitas), Anies Baswedan (Kekuatan Elektabilitas), dan Ganjar Pranowo (Kekuatan Elektabilitas).

Pemilih Puan, Airlangga, Prabowo, dan Ganjar, lebih banyak yang percaya terhadap Polisi.

Sementara pada pemilih Anies, yang percaya dan tak percaya Polisi hampir sama banyaknya, selisih margin of error.

Data dan analisa LSI berdasarkan pada survei nasional pada tanggal 11-20 September 2022 dan riset kualitatif. Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia.

Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2,9%.

Baca Juga  Tanda Tangani Kontrak Kinerja 2023, KPK Sampaikan 5 Program Prioritas Nasional

Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.

Kasus Ferdy Sambo Paling Dramatis Tahun 2022

Lima hal yang membuat kasus Ferdy Sambo menjadi kasus paling dramatis tahun 2022;

Faktor Pertama, Kasus Ferdy Sambo didengar oleh 87.5 oleh populasi Indonesia.

“Artinya Mayoritas absolut masyarakat Indonesia pernah mendengar atau mengetahui kasus ini, diatas 75 persen,” ujar Denny JA.

Menurutnya, Tak banyak dalam sejarah kasus yang didengar lebih dari 75 persen populasi negaranya.

Masyarakat yang tidak pernah mendengar kasus ini hanya 7.1%. Sebanyak 5.4% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Faktor Kedua, kasus Ferdy Sambo didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat, dari tingkat usia:

Usia dibawah 30 tahun, 94.4% menyatakan pernah mendengar kasus ini;
Usia 30 – 39 tahun, 88.5% menyatakan pernah mendengar kasus ini;
Usia 40– 49 tahun, 89.1% menyatakan pernah mendengar kasus ini; Bahkan,
Pada uusia diatas 50 tahun, 81.6% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Kasus Ferdy Sambo Sambo juga didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat secara penghasilan.

Masyarakat dengan penghasilan dibawah 2juta/bulan, 79% menyatakan pernah mendengar kasus ini. Masyarakat dengan penghasilan 2-3juta/bulan, 94% menyatakan pernah mendengar kasus ini. Masyarakat dengan penghasilan 3-4juta/bulan, 97.6% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Masyarakat dengan penghasilan 4juta/bulan, 95.7% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Faktor ketiga, kasus Ferdy Sambo bertahan menjadi pembicaraan publik berbulan-bulan.

Kronologi kasus tewasnya Brigadir J mulai mencuat ketika Ferdy Sambo membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022.

Sampai dengan sekarang (Oktober 2022), berarti sudah empat bulan kasus Ferdy Sambo ini dibicarakan.

“Ia tak hanya dibicarakan di warung kopi,  di media sosial, bahkan juga di kampus hingga rumah ibadah,” ujarnya.

Faktor Keempat, kasus Ferdy Sambo seperti drama yang pernuh isu panas dan perubahan karakter.

Dari kasus ‘Polisi tembak Polisi’, berubah ke isu perselingkuhan. Lalu kasus ini bertambah kaya dengan adanya elemen Obstruction of Justice (perbuatan yang tergolong tindak pidana karena menghalangi atau merintangi proses hukum dalam perkara).

Cerita nkasus pun berubah lagi menjadi kasus suami bela istri, penyalahgunaan jabatan, juga tuduhan uang gelap judi online, hingga uang narkoba.

Baca Juga  Bareskrim Polri Turunkan Tim Bantu Polda Jabar Kejar DPO Tiga Tersangka Kasus Vina Cirebon

“Kasus Ferdy Sambo cukup dramatis selayaknya sinetron yang popular,” cetus Direktur LSI ini.

Faktor kelima, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaa pada Polisi menurun 13%, dari 72.1% (sebelum kasus) ke 59.1%.

Pada tahun 2018, bahkan kepercayaan pada polisi berada pada angka 87.8%.

Tahun 2019, setelah Pilpres 2019, kepercayaan terhadap polisi sudah menurun pada angka 72.1%.

Sekarang di tahun 2022, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaan pada polisi menurun ke 59.1%.

“Ketika kepercayaan pada Polisi menurun, itu artinya semakin banyak segmen masyarakat yang tak percaya pada polisi sebagai sebuah lembaga,” tuturnya.

Siapakah yang semakin tak percaya Polisi ini?

Masyarakat perkotaan, penduduk kota, lebih banyak yang tak percaya polisi.

Masyarakat yang tinggal di kota, 51.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang tinggal di pedesaan, 32.1% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Dari sisi gender, laki-laki yang lebih banyak tak percaya.

Masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki, 39.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang berjenis kelamin perempuan, 36.1% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Dari sisi pemeluk agama, pemeluk yang beragama Islam lebih banyak yang tak percaya.

Masyarakat yang memeluk agama Islam, 38.6% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang beragama non-Islam, 29.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Ada lima Capres-Cawapres utama 2024 berdasarkan kekuatan partai dan elektabilitas.

Mereka adalah, Puan Maharani (kekuatan partai/PDIP), Airlangga Hartarto (kekuatan partai/Golkar-KIB), Prabowo Subianto (kekuatan elektabilitas), Anies Baswedan (kekuatan elektabilitas), dan Ganjar Pranowo (kekuatan elektabilitas).

Pemilih Puan lebih banyak yang percaya terhadap Polisi. Masyarakat yang memilih Puan, 69.5% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 30.5% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Proporsi antara yang percaya dengan yang tidak percaya terhadap polisi di pemilih Puan, mendekati angka 70% banding 30%.

Pemilih Airlangga Hartarto (AH) lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih AH, 60% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Baca Juga  Tinjau Pelabuhan Merak, Kapolri Pastikan Masyarakat Mudik Lebaran Aman

Pemilih Prabowo lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih Prabowo, 59.1% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Pada pemilih Anies, yang percaya dan tak percaya polisi hampir sama banyaknya, selisih margin of error. Masyarakat yang memilih Anies, 49.7% menyatakan percaya pada polisi. Sebanyak 47.4% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Pada pemilih Ganjar, lebih banyak yang percaya. Masyarakat yang memilih Ganjar, 66.8% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 32.7% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Harapan Publik pada Polisi ke Depan

Tingkat kepercayaan masyarakat pada TNI kini jauh di atas Polisi. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI berada diangka 90.9%. Tingkat kepercayaan terhadap polisi berada diangka 59.1%.

Perbedaan kepercayaan pada TNI dan Polri berjarak 31.8 persen.

Tingkat kepercayaan terhadap pribadi Kapolri (Jendral Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo., M.Si), lebih tinggi dibanding pada polisi.

Masyarakat yang percaya terhadap polisi berada di angka 59.1%. Tingkat kepercayaan terhadap kinerja Kapolri berada pada angka 65%.

Jarak kepercayaan pada Kapolri dibandingkan Polri berjarak 6 persen. Ini disebabkan publik melihat kesungguhan Kapolri membersihkan kembali kinerja kepolisian.

Kasus Kanjuruhan Menurunkan Citra Polisi

Dalam kasus Tragedi Kanjuruhan, jatuhnya korban meninggal dalam tragedi bola itu sangatlah banyak: 132 nyawa melayang. Polisi disalahkan karena penggunaan gas airmata, yang kadaluwarsa pula.

Apakah tingkat kepercayaan setinggi itu bisa dicapai kembali oleh Polisi?

Ditahun 2018, kepercayaan terhadap Polisi pernah menyentuh angka 87.8%.

Mayoritas publik masih menaruh harapan. Sebanyak 85% masyarakat berharap Polisi dapat meningkatkan kembali kepercayaan publik.

“Sebagai lembaga negara tentu kepercayaan publik penting untuk Polisi. Semakin kuat kepercayaan publik, semakin mudah Polisi sukses menjalankan perannya,” ujar Denny JA.

Sebagaimana moto Polisi Rastra Sewakotama, itu artinya Abdi Utama bagi Nusa dan Bangsa.

Mayoritas publik berharap Polisi kembali kepada khitahnya sebagai pelindung yang adil dan bersih bagi masyarakat banyak.

“Tak ada negara yang kuat dan bersih tanpa kehadiran lembaga Polisi yang kuat dan bersih pula,” tandasnya.***

Red/K.000

BACA juga berita menarik seputar Pemilu KLIK disini

Tags: Ferdy SamboKapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKepercayaan Publik Kepada Polisi dan Pemilih Pilpres 2024Lingkaran Survei Indonesia (LSI)Pemilu 2024Warta Pemilu
ShareSendShareSharePinTweet
Post Sebelumnya

Wabup Garut dr Helmi Budiman Resmikan Pelatihan Digitalisasi Branding Pemasaran Pelaku Usaha Wisata

Post Selanjutnya

Semmi Sumsel dan Garis Kritisi Kolam Retensi Danau Opi Terkait Amdal dan Pertek Lalin

RelatedPosts

Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari

11 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Intip 3 Surpres Istana ke DPR, Siapa Saja yang Diusulkan Presiden Prabowo?

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

10 Agustus 2026

Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Ada Isu Strategis Jelang 17 Agustus, Dasco Gelar Rapat Polkam, Pesan Panglima TNI Jadi Sorotan

10 Agustus 2026

MUI Dorong Pemerintah Pertimbangkan Hukuman Mati dan Pemiskinan untuk Perkuat Efek Jera Koruptor

10 Agustus 2026
Post Selanjutnya

Semmi Sumsel dan Garis Kritisi Kolam Retensi Danau Opi Terkait Amdal dan Pertek Lalin

Ridwan Kamil Apresiasi Penayangan Film Before, Now and Then (Nana) dengan Dialektika Bahasa Sunda

Discussion about this post

KabarTerbaru

Jika Dasco Masuk Kabinet, Itu Bukan Sekadar Reshuffle

11 Agustus 2026

Musda Golkar Garut: Ujian Diskresi, Loyalitas Kader dan Masa Depan Beringin

11 Agustus 2026

KPK Tahan 4 Tersangka, Bongkar Skema Dana Non-Budgeter Kasus Iklan Bank BJB Rp223,6 Miliar

11 Agustus 2026

Kawal Panji Kembali Sekolah, Yuda Puja Turnawan Dorong Kolaborasi Tangani Anak Putus Sekolah

11 Agustus 2026

Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari

11 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Intip 3 Surpres Istana ke DPR, Siapa Saja yang Diusulkan Presiden Prabowo?

10 Agustus 2026

Jejak Tata Kelola MBG Didalami: Kejagung Periksa 16 Saksi dari Tenaga Ahli BGN, Mitra hingga Yayasan

10 Agustus 2026

Imam Al Fiqri Terpilih sebagai Ketua DPK GMNI STIE Yasa Anggana Garut, Siap Lanjutkan Estafet Perjuangan

10 Agustus 2026
Dok.Foto: Istimewa

Presiden Prabowo Belum Reshuffle Kabinet, Kursi Wamenimipas dan Wamentan Masih Kosong

10 Agustus 2026

Presiden Prabowo Terima Laporan Program Strategis TNI hingga Persiapan HUT ke-81 RI

7 Agustus 2026

Kabar Terpopuler

  • Dok.Foto:Istimewa

    Mabes Polri Bungkam soal Masa Aktif Wakapolri, Status Komjen Dedi Prasetyo Masih Jadi Tanda Tanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perebutan Presidium KAHMI Jabar Dinilai Jadi Momentum Perkuat Jalan KDM Menuju Pilpres 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdul Rokib Laporkan Dugaan Persekusi ke Polres Garut, Sebut Dikerumuni Puluhan Orang dan Dipaksa ke Polsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kader PSI jadi Korban Dugaan ‘Permainan’ Oknum PLN: Listrik Rumah Diputus-Disuruh Bayar Denda Belasan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agus Muttaqien Alfaz Siap Pimpin MW KAHMI Jabar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komjak RI Koordinasi Kemenko Polkam Kawal Penanganan Kasus Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polemik Revitalisasi Pasar Baru Garut Kian Mengemuka, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM
DJITUBERITA.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com