• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Mei 19, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Kepercayaan Publik Kepada Polisi dan Pemilih Pilpres 2024, LSI: Kasus Ferdy Sambo Paling Dramatis

Redaksi oleh Redaksi
18 Oktober 2022
di News, Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku– Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyatakan, Jelas, kasus Ferdy Sambo adalah kasus paling dramatis di tahun 2022.

Dalam rilisnya LSI menyabut, Kasus pembunuhan yang menyeret Ferdy Sambo, mempengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Tak hanya itu, kini kasus Sambo yang masuk dalam tahap persidangan juga mempengaruhi peta suara pemilih para Capres 2024.

RelatedPosts

BPA Fair 2026 Digelar, Kejaksaan Tegaskan Komitmen Transparansi dan Integritas Pemulihan Aset

Diskusi di Tebet Soroti Pentingnya Menjaga Supremasi Sipil dan Negara Hukum

Waspadai Modus Jual-Beli Titik SPPG, BGN Buka Hotline Pengaduan “SAGI 127”

“Kasus seperti ini belum tentu terjadi sepuluh tahun sekali. Bahkan kasus seheboh ini mungkin belum tentu terjadi lima puluh tahun sekali,” kata Denny JA dalam rilisnya. Selasa (18/10/2022).

Jumlah populasi Indonesia yang mengetahui kasus Ferdy Sambo mencapai 87.5%. Yang mendengar nama Ferdy Sambo berarti lebih banyak dibandingkan yang mendengar nama calon presiden yang sekarang beredar, kecuali Prabowo. Hanya Prabowo yang dikenal di atas 87.5 persen.

“Mayoritas berbagai lapisan masyarakat juga mengetahui kasus ini. Bahkan kasus ini bertahan menjadi pembicaraan publik selama berbulan-bulan,” sebutnya.

Kasus ini juga sangat berpengaruh pada lembaga besar seperti POLRI. Kasus Ferdy Sambo membuat kepercayaan pada polisi menurun 13%: dari 72.1% (sebelum kasus), ke 59.1%.

Kepercayaan Pemilih Pilpres 2024 Terhadap Kepolisian

LSI menyebutkan, Lima Capres-Cawapres utama 2024 berdasarkan kekuatan partai dan elektabilitas.

Mereka adalah: Puan Maharani (Kekuatan Partai), Airlangga Hartarto (Kekuatan Partai), Prabowo (Kekuatan Elektabilitas), Anies Baswedan (Kekuatan Elektabilitas), dan Ganjar Pranowo (Kekuatan Elektabilitas).

Pemilih Puan, Airlangga, Prabowo, dan Ganjar, lebih banyak yang percaya terhadap Polisi.

Sementara pada pemilih Anies, yang percaya dan tak percaya Polisi hampir sama banyaknya, selisih margin of error.

Data dan analisa LSI berdasarkan pada survei nasional pada tanggal 11-20 September 2022 dan riset kualitatif. Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia.

Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2,9%.

Baca Juga  Kemenkes Evaluasi Penyesuaian Besaran Bantuan Biaya Hidup Dokter Internsip, Berikut Rinciannya

Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.

Kasus Ferdy Sambo Paling Dramatis Tahun 2022

Lima hal yang membuat kasus Ferdy Sambo menjadi kasus paling dramatis tahun 2022;

Faktor Pertama, Kasus Ferdy Sambo didengar oleh 87.5 oleh populasi Indonesia.

“Artinya Mayoritas absolut masyarakat Indonesia pernah mendengar atau mengetahui kasus ini, diatas 75 persen,” ujar Denny JA.

Menurutnya, Tak banyak dalam sejarah kasus yang didengar lebih dari 75 persen populasi negaranya.

Masyarakat yang tidak pernah mendengar kasus ini hanya 7.1%. Sebanyak 5.4% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Faktor Kedua, kasus Ferdy Sambo didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat, dari tingkat usia:

Usia dibawah 30 tahun, 94.4% menyatakan pernah mendengar kasus ini;
Usia 30 – 39 tahun, 88.5% menyatakan pernah mendengar kasus ini;
Usia 40– 49 tahun, 89.1% menyatakan pernah mendengar kasus ini; Bahkan,
Pada uusia diatas 50 tahun, 81.6% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Kasus Ferdy Sambo Sambo juga didengar oleh mayoritas berbagai lapisan masyarakat secara penghasilan.

Masyarakat dengan penghasilan dibawah 2juta/bulan, 79% menyatakan pernah mendengar kasus ini. Masyarakat dengan penghasilan 2-3juta/bulan, 94% menyatakan pernah mendengar kasus ini. Masyarakat dengan penghasilan 3-4juta/bulan, 97.6% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Masyarakat dengan penghasilan 4juta/bulan, 95.7% menyatakan pernah mendengar kasus ini.

Faktor ketiga, kasus Ferdy Sambo bertahan menjadi pembicaraan publik berbulan-bulan.

Kronologi kasus tewasnya Brigadir J mulai mencuat ketika Ferdy Sambo membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022.

Sampai dengan sekarang (Oktober 2022), berarti sudah empat bulan kasus Ferdy Sambo ini dibicarakan.

“Ia tak hanya dibicarakan di warung kopi,  di media sosial, bahkan juga di kampus hingga rumah ibadah,” ujarnya.

Faktor Keempat, kasus Ferdy Sambo seperti drama yang pernuh isu panas dan perubahan karakter.

Dari kasus ‘Polisi tembak Polisi’, berubah ke isu perselingkuhan. Lalu kasus ini bertambah kaya dengan adanya elemen Obstruction of Justice (perbuatan yang tergolong tindak pidana karena menghalangi atau merintangi proses hukum dalam perkara).

Cerita nkasus pun berubah lagi menjadi kasus suami bela istri, penyalahgunaan jabatan, juga tuduhan uang gelap judi online, hingga uang narkoba.

Baca Juga  Minta Audensi dengan Sekertaris Daerah, Ini Paparan yang Akan Disampaikan Persatuan Perangkat Desa Kabupaten Garut

“Kasus Ferdy Sambo cukup dramatis selayaknya sinetron yang popular,” cetus Direktur LSI ini.

Faktor kelima, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaa pada Polisi menurun 13%, dari 72.1% (sebelum kasus) ke 59.1%.

Pada tahun 2018, bahkan kepercayaan pada polisi berada pada angka 87.8%.

Tahun 2019, setelah Pilpres 2019, kepercayaan terhadap polisi sudah menurun pada angka 72.1%.

Sekarang di tahun 2022, kasus Ferdy Sambo membuat kasus kepercayaan pada polisi menurun ke 59.1%.

“Ketika kepercayaan pada Polisi menurun, itu artinya semakin banyak segmen masyarakat yang tak percaya pada polisi sebagai sebuah lembaga,” tuturnya.

Siapakah yang semakin tak percaya Polisi ini?

Masyarakat perkotaan, penduduk kota, lebih banyak yang tak percaya polisi.

Masyarakat yang tinggal di kota, 51.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang tinggal di pedesaan, 32.1% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Dari sisi gender, laki-laki yang lebih banyak tak percaya.

Masyarakat yang berjenis kelamin laki-laki, 39.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang berjenis kelamin perempuan, 36.1% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Dari sisi pemeluk agama, pemeluk yang beragama Islam lebih banyak yang tak percaya.

Masyarakat yang memeluk agama Islam, 38.6% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi. Masyarakat yang beragama non-Islam, 29.3% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Ada lima Capres-Cawapres utama 2024 berdasarkan kekuatan partai dan elektabilitas.

Mereka adalah, Puan Maharani (kekuatan partai/PDIP), Airlangga Hartarto (kekuatan partai/Golkar-KIB), Prabowo Subianto (kekuatan elektabilitas), Anies Baswedan (kekuatan elektabilitas), dan Ganjar Pranowo (kekuatan elektabilitas).

Pemilih Puan lebih banyak yang percaya terhadap Polisi. Masyarakat yang memilih Puan, 69.5% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 30.5% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Proporsi antara yang percaya dengan yang tidak percaya terhadap polisi di pemilih Puan, mendekati angka 70% banding 30%.

Pemilih Airlangga Hartarto (AH) lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih AH, 60% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Baca Juga  Kapolri Respon Desakan Mundur, SIAGA 98: Pergantian Saat Ini Bisa Timbulkan Krisis Baru

Pemilih Prabowo lebih banyak yang percaya terhadap polisi. Masyarakat yang memilih Prabowo, 59.1% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 40% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Pada pemilih Anies, yang percaya dan tak percaya polisi hampir sama banyaknya, selisih margin of error. Masyarakat yang memilih Anies, 49.7% menyatakan percaya pada polisi. Sebanyak 47.4% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Pada pemilih Ganjar, lebih banyak yang percaya. Masyarakat yang memilih Ganjar, 66.8% menyatakan percaya terhadap polisi. Sebanyak 32.7% menyatakan kurang/tidak percaya terhadap polisi.

Harapan Publik pada Polisi ke Depan

Tingkat kepercayaan masyarakat pada TNI kini jauh di atas Polisi. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI berada diangka 90.9%. Tingkat kepercayaan terhadap polisi berada diangka 59.1%.

Perbedaan kepercayaan pada TNI dan Polri berjarak 31.8 persen.

Tingkat kepercayaan terhadap pribadi Kapolri (Jendral Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo., M.Si), lebih tinggi dibanding pada polisi.

Masyarakat yang percaya terhadap polisi berada di angka 59.1%. Tingkat kepercayaan terhadap kinerja Kapolri berada pada angka 65%.

Jarak kepercayaan pada Kapolri dibandingkan Polri berjarak 6 persen. Ini disebabkan publik melihat kesungguhan Kapolri membersihkan kembali kinerja kepolisian.

Kasus Kanjuruhan Menurunkan Citra Polisi

Dalam kasus Tragedi Kanjuruhan, jatuhnya korban meninggal dalam tragedi bola itu sangatlah banyak: 132 nyawa melayang. Polisi disalahkan karena penggunaan gas airmata, yang kadaluwarsa pula.

Apakah tingkat kepercayaan setinggi itu bisa dicapai kembali oleh Polisi?

Ditahun 2018, kepercayaan terhadap Polisi pernah menyentuh angka 87.8%.

Mayoritas publik masih menaruh harapan. Sebanyak 85% masyarakat berharap Polisi dapat meningkatkan kembali kepercayaan publik.

“Sebagai lembaga negara tentu kepercayaan publik penting untuk Polisi. Semakin kuat kepercayaan publik, semakin mudah Polisi sukses menjalankan perannya,” ujar Denny JA.

Sebagaimana moto Polisi Rastra Sewakotama, itu artinya Abdi Utama bagi Nusa dan Bangsa.

Mayoritas publik berharap Polisi kembali kepada khitahnya sebagai pelindung yang adil dan bersih bagi masyarakat banyak.

“Tak ada negara yang kuat dan bersih tanpa kehadiran lembaga Polisi yang kuat dan bersih pula,” tandasnya.***

Red/K.000

BACA juga berita menarik seputar Pemilu KLIK disini

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Ferdy SamboKapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKepercayaan Publik Kepada Polisi dan Pemilih Pilpres 2024Lingkaran Survei Indonesia (LSI)Pemilu 2024Warta Pemilu
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Wabup Garut dr Helmi Budiman Resmikan Pelatihan Digitalisasi Branding Pemasaran Pelaku Usaha Wisata

Post Selanjutnya

Semmi Sumsel dan Garis Kritisi Kolam Retensi Danau Opi Terkait Amdal dan Pertek Lalin

RelatedPosts

BPA Fair 2026 Digelar, Kejaksaan Tegaskan Komitmen Transparansi dan Integritas Pemulihan Aset

19 Mei 2026
Diskusi publik di Tebet, Jakarta Selatan, membahas pentingnya menjaga supremasi sipil, demokrasi, dan penegakan negara hukum di tengah dinamika relasi sipil dan militer.(Bemby/kabariku)

Diskusi di Tebet Soroti Pentingnya Menjaga Supremasi Sipil dan Negara Hukum

18 Mei 2026

Waspadai Modus Jual-Beli Titik SPPG, BGN Buka Hotline Pengaduan “SAGI 127”

18 Mei 2026

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Menkomdigi Ajak Keluarga Jadi Benteng Utama

18 Mei 2026

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Mensesneg: Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton

18 Mei 2026
Post Selanjutnya

Semmi Sumsel dan Garis Kritisi Kolam Retensi Danau Opi Terkait Amdal dan Pertek Lalin

Ridwan Kamil Apresiasi Penayangan Film Before, Now and Then (Nana) dengan Dialektika Bahasa Sunda

Discussion about this post

KabarTerbaru

Keluarga Steven Kondoy mengadu ke Komisi III DPR RI terkait dugaan kejanggalan kasus Henny Kondoy yang bergulir selama enam tahun.(Irfan/kabariku.com)

6 Tahun Mencari Keadilan, Keluarga Henny Kondoy Adukan Dugaan Mafia Tanah dan Kasusnya ke Komisi III DPR RI

19 Mei 2026

BPA Fair 2026 Digelar, Kejaksaan Tegaskan Komitmen Transparansi dan Integritas Pemulihan Aset

19 Mei 2026

Menkeu Purbaya Buka Suara Soal Pernyataan Presiden Prabowo ‘Warga Desa Tak Pakai Dolar’

18 Mei 2026
Diskusi publik di Tebet, Jakarta Selatan, membahas pentingnya menjaga supremasi sipil, demokrasi, dan penegakan negara hukum di tengah dinamika relasi sipil dan militer.(Bemby/kabariku)

Diskusi di Tebet Soroti Pentingnya Menjaga Supremasi Sipil dan Negara Hukum

18 Mei 2026

Reses DPRD Garut, Yuda Berikan Pelayanan Publik Langsung untuk Warga, Sekaligus Serap Aspirasi

18 Mei 2026
Dinas Perkim Kabupaten Cianjur

Perkim Perbaiki 63 Unit Rutilahu Sebesar Rp1.8 Miliar dari Pemkab Cianjur

18 Mei 2026

Waspadai Modus Jual-Beli Titik SPPG, BGN Buka Hotline Pengaduan “SAGI 127”

18 Mei 2026

Rupiah Centrum: Saatnya Keluar dari Bayang-Bayang Dollar

18 Mei 2026

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Menkomdigi Ajak Keluarga Jadi Benteng Utama

18 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST 2025 WIKA Beton Sahkan Dividen Tunai, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahmad Khozinudin Minta Polri Profesional Tangani Kasus Ade Armando dan Grace Natalie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wapres Gibran Dorong Kepala Daerah Aktif Promosikan Destinasi Wisata di Forum BBTF 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN 2026 Terkait Tata Kelola MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelarangan Film “Pesta Babi”, YLBHI: Pengangkangan Konstitusi dan Ancam Kebebasan Berekspresi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com