Kenaikan Harga Pertamax, Pengamat Energi: Keputusan Tepat

Kabariku- Pengamat energi, Taufan Hunneman menyampaikan, bahwa kebijakkan menaikkan harga pertamax merupakan keputusan yang tepat.

“Sebab kenaikkan harga minyak dunia menyebabkan adanya koreksi terhadap harga jual pertamax,” kata Taufan. Jum’at (1/4/2022).

Menurutnya, Pertamax bukan jenis BBM yang disubsidi oleh negara jadi harga pertamax ditentukan oleh mekanisme pasar dimana pasar mengalami kenaikkan.

Setidaknya menurut Taufan Hunneman ada 3 hal penting terkait kenaikan harga pertamax, yakni;

Pertama, Kenaikkan harga agar pertamina mempunyai kinerja positif sebagai perusahaan sebab harga saat ini Rp. 9.600 sedangkan harga per barrel sudah diatas 100 dollar per barrel jadi dengan harga skrg akan memberatkan kinerja pertamina

Kedua, Pertamax mengalami kenaikkan sebab wajar dengan prinsip mekanisme pasar sebab kegunaan pertamax sejauh ini tidak digunakan oleh angkutan umum , industri maupun angkutan publik lainnya sehingga tidak signifikan terjadi dampak langsung ke rakyat

Ketiga, Harga pertamax yang murah dikhawatirkan dengan disparitas itu menyebabkan terjadinya tindak pidana penyelundupan.

Taufan Hunneman menyebut, harga pertamax saat ini sangat murah di Asean.

“Karena itu sudah sangat tepat jika pemerintahan mempunyai opsi menaikkan harga pertamax,” ujarnya.

Taufan Hunneman berharap, Dengan kenaikkan harga ini diharapkan rakyat Indonesia bisa menikmati energi yg bersih.

“Sehat bagi lingkungan dan long live,” katanya.

Selain ada kebijakkan kenaikkan pertamax disebabkan harga pasar dunia meningkat, Taufan Hunneman menjelaskan, namun pertamina tidak menaikkan harga biosolar dan pertalite sebab kedua jeniz ini di komsumsi oleh 54 % masyarakat sedangkan pertamax 20 % oleh orang mampu.

“Melihat kebijakkan bahwa tidak menaikkan harga biosolar dan pertalite menunjukkan bahwa kebijakkan pro rakyat masih diterapkan dalam pengambilan kebijakkan,” Taufan Hunneman menutup.***

Red/K.101

Tinggalkan Balasan