Softbank Batalkan Investasi Proyek IKN, Sidik Pramono: “Pembangunan IKN Tetap Pada Niat Awal”

Kabariku- Perusahaan modal asal Jepang, Softbank, batal menanamkan modalnya untuk proyek IKN. Terkait pendanaan proyek IKN Nusantara Ketua Tim Komunikasi IKN, Sidik Pramono mengungkapkan, pembiayaan pembangunan IKN tetap pada niat awal, yakni seminimal mungkin menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pendanaan tersebut bisa berasal dari sektor swasta (private sectors) maupun pendanaan kreatif lainnya.

“Pada prinsipnya, pembiayaan pembangunan IKN bisa berasal dari APBN dan sumber-sumber pendanaan lain yang sah menurut ketentuan perundang-undangan. Porsi pembiayaan APBN diupayakan seminimal mungkin,” kata Sidik. Sabtu (12/3/2022).

Sidik mengungkapkan, komitmen pendanaan dari pihak luar sejauh ini masih dalam tahap awal. Realisasinya pun bakal dibicarakan lebih lanjut bersama pemerintah. Komitmen pihak di luar-pemerintah terkait pembiayaan, sejauh ini masih dalam tahap awal.

“Dalam realisasinya nanti tentu semuanya akan dibicarakan lebih detail bersama Pemerintah,” ujar Sidik.

Softbank batal ikut berinvestasi di IKN, Masayoshi Son belum menjelaskan apa alasan pembatalan tersebut, namun dia tetap berkomitmen memberikan dukungan kepada perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.

“Kami tidak (lagi) berinvestasi dalam proyek ini,” tulis pengumuman resmi SoftBank di Nikkei Asia SoftBank pulls out of Indonesia’s new capital project’, dikutip Minggu, (13/3/2022).

Namun, meski menarik diri dari proyek IKN Nusantara yang baru saja memiliki kepala otorita baru tersebut perusahaan multinasional itu masih memiliki komitmen untuk terus menggelontorkan investasi dari perusahaan portofolio SoftBank Vision Fund.

“Tetapi, kami terus berinvestasi di Indonesia melalui perusahaan portofolio SoftBank Vision Fund,” terangnya.

Namun mundurnya SoftBank dari rencana investasi terhadap proyek IKN Nusantara baru di Indonesia ini cukup mengejutkan. Terlebih, proyek IKN telah diproyeksikan sejak lama.

Apalagi proyek ini merupakan agenda yang dikerjakan oleh negara dan jangka panjang yang akan berlangsung beberpa tahun atau multi years. Maka, cukup meyakinkan dan memiliki prospek jangka panjang.

Diketahui, Saat Presiden Jokowi mengumumkan rencana pembangunan proyek IKN Nusantara pada tahun 2019, Ketua dan CEO SoftBank, Masayoshi Son sudah berkomitmen untuk turut serta mengambil bagian di proyek ini. Bahkan, dia juga sudah ditunjuk sebagai anggota Komite Pengarah proyek pembangunan IKN Nusantara.

Masayoshi Son ditunjuk dijabatan tersebut bersama putra mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Pada awal tahun 2022, Masayoshi Son sebenarnya telah kembali berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Jokowi. Keduanya, saat itu, melakukan pembahasan terhadap proyek-proyek potensial yang bisa didanai oleh SoftBank. Diantaranya proyek terkait kota pintar baru, teknologi baru, kota bersih, dan banyak air.

“Itulah yang kami akan dukung (secara investasi),” terang Masayoshi Son saat itu.

Seperti diketahui, Softbank telah banyak bertindak sebagai investor untuk beberapa proyek dan bisnis di Indonesia.

Softbank juga berinvestasi di perusahaan GoTo dan Grab. Perusahaan ini memang dikenal sebagai korporasi yang banyak mendanai banyak platform bisnis khususnya di Asia Tenggara.

Sementara untuk Vision Fund yang juga merupakan bagian dari SoftBank juga menggelontorkan investasi di Funding Societies yang berkantor di Singapura sama seterpi GoTo dan Grab.***

Tinggalkan Balasan