• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Februari 28, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Uncategorized

Semoga Corona Berakhir, Doa Tukang Warung di Kampung Jokowi Dayeuh Manggung

Redaksi oleh Redaksi
12 September 2020
di Uncategorized
A A
0
Satu keluarga menikmati suasana teduh perkebunan teh Dayeuh Manggung, Garut. (Foto: Ref/Kabariku)

Satu keluarga menikmati suasana teduh perkebunan teh Dayeuh Manggung, Garut. (Foto: Ref/Kabariku)

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Sunyi. Begitulah suasana bangunan tinggi dan besar tempat pengolahan teh di areal perkebunan teh Dayeuh Manggung, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/9/2020) lalu.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

“Memang selalu begini Pak, selalu sepi. Pabrik ini sering tidak jalan,” kata Wawan, salah seorang pegawai perkebunan teh Dayeuh Manggung.

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

Saat itu Wawan sedang membersihkan taman bunga di samping pabrik pengolahan teh.

Ia menambahkan, produksi teh dari Dayeuh Manggung sekarang ini terus menurun sehingga hasil dari para pemetik langsung dikirim ke pabrik pengolahan teh di Cikajang.

“Mungkin kalau diolah di sini akan lebih besar pasak daripada tiang,” tambah Wawan.

Jadi, itulah sebabnya gemuruh mesin di bangunan pengolahan teh Dayeuh Manggung sekarang tak bersuara lagi.

Pabrik pengolahan teh di perkebunan teh Dayeuh Manggung. (*)

Sayang memang. Padahal banyak cerita soal teh Dayeuh Manggung. Ada yang bilang teh Dayeuh Manggung memiliki aroma khas yang kuat. Ada lagi yang bilang, teh Dayeuh Manggung sangat diminati para penikmat teh di benua Eropa dan Amerika. Tak kurang pula yang mengatakan, teh Dayeuh Manggung selalu menjadi sajian pada pesta-pesta bangsawan Belanda dulu.

Entahlah. Penulis berharap informasi itu memang benar adanya. Dengan demikian, meskipun sekarang jumlah produksinya tak menggembirakan, namun teh Dayeuh Manggung setidaknya pernah mengecap sejarah keemasan sehingga masih ada yang bisa dibanggakan untuk diceritakan kepada generasi sekarang.

Dari sejumlah catatan disebutkan, perkebunan teh Dayeuh Manggung didirikan oleh pengusaha Belanda pada tahun 1913. Ketika Jepang datang, perkebunan ini terabaikan karena Jepang menilai perkebunan teh tak bisa menyokong peperangan. Praktis, akibat kebijakan itu produksi teh Dayeuh Manggung mengalami kondisi terjun bebas.

Baca Juga  Jum'at Berkah Polres Garut Berikan Santunan ke Jompo dan Masyarakat Kurang Mampu

Ketika Indonesia merdeka tahun 1945, pengusaha Belanda kembali menguasai perkebunan teh Dayeuh Manggung. Perusahaan yang mengelolanya bernama Tiedman Kerchen Kawung.

Namun pada tahun 1957 Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan peraturan tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing, dan perkebunan teh Dayeuh Manggung salah satunya. Sejak saat itulah perkebunan ini menjadi milik negara.

Kini perkebunan teh Dayeuh Manggung berada di bawah pengelolaan PTPN VIII, BUMN yang mengelola lahan perkebunan lebih dari 25.000 ha di dua provinsi: Jawa Barat dan Banten.

Melihat makin menyusutnya produksi teh, pihak perkebunan teh Dayeuh Manggung mencoba menyiasatinya dengan melakukan diversifikasi usaha lewat sektor wisata sejak tahun 2016 lalu. Dengan upaya itu, perkebunan teh dayeuh Manggung terbuka bagi pengunjung.

Pengunjung berfoto di depan gerbang Kampung My Darling.

Upaya ini cukup berhasil. Perkebunan teh Dayeuh Manggung belakangan muncul menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi. Pengelola perkebunan rupanya cukup piawai dalam menyulap dan menata potensi yang ada di areal perkebunan menjadi sesuatu yang unik. Di antaranya ada nama Kampung Jokowi, Kampung My Darling dan Kampung Amsterdam.

Kampung Jokowi muncul seiring dengan minat besar rakyat Indonesia untuk memilih Jokowi menjadi Presiden RI. Padahal Jokowi di perkebunan Dayeuh Manggung singkatan dari “Jadikanlah olehmu Kebun Dayeuhmanggung menjadi indah” (Jokowi). Sementara Amsterdam singkatan dari “Akan Menjadikan Segalanya terbaik Dayeuhmanggung” (Amsterdam). Kemudian My Darling singkatan dari “Masyarakat Sadar Lingkungan”.

Banyak lagi destinasi menarik lainnya di perkebunan Dayeuh Manggung. Di antaranya Taman Cinta, rumah pohon, dan sebagainya.

Pengelola Warung Lala, salah satu warung di Kampung My Darling mengatakan, jumlah pengunjung ka Dayeuh Manggung tak pernah sepi, apalagi pada hari Sabtu dan Minggu.

“Mereka bahkan ada yang datang dari Bandung, Tasikmalaya, dan Ciamis,” katanya.

Baca Juga  Hasan Basri : 'Rumah Ibadah itu Tanggung Jawab Kita Bersama'
Rumah pohon, salah satu destinasi menarik di perkebunan teh Dayeuh Manggung.

Rupanya, minat masyarakat untuk menikmati suasana alam perkebunan dengan bangunan-bangunan “baheula” zaman Belanda, tak surut hanya karena tiket masuk Rp 5000 di pintu gerbang perkebunan. Tiket seharga itu, terbayarkan dengan suasana alam perkebunan yang hijau, berudara segar dan beberapa destinasi yang unik.

Sayang, pandemi Covid-19 mengakibatkan pengunjung ke Dayeuh Manggung sekarang mengalami nasib serupa dengan produksi tehnya. Saat penulis tiba, jumlah pengunjung mungkin kurang dari 200 orang.

“Kita berdoa saja Pak, semoga corona segera berakhir, sehingga Dayeuh Manggung kembali ramai,” kata pengelola warung Lala lagi. (Ref)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Kampung AmsterdamKampung Jokowiperkebunan Dayeuh Manggung
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Tak Ada Jaminan Soal Covid-19 dari BWF, Indonesia dan Lima Negara Lain Mundur dari Uber dan Thomas Cup

Post Selanjutnya

Setelah Dinyatakan Sembuh Covid-19, Penyidik KPK Kompol Pandu Meninggal Dunia

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

15 Juni 2023

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

10 Juni 2023

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

8 Juni 2023

Polres Garut Gerebek Dua Perusahaan Penyalur TKI Ilegal 14 Diamankan

8 Juni 2023

Sosialisasi dan Implementasi Peraturan dan nonPeraturan Produk Hukum Bawaslu

8 Juni 2023

‘Inovasi Social Enterprice’ Desa Cinta Karangtengah Wakili Garut Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat 2023

7 Juni 2023
Post Selanjutnya

Setelah Dinyatakan Sembuh Covid-19, Penyidik KPK Kompol Pandu Meninggal Dunia

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Kekhawatiran Presiden Terbukti, Gelombang II Covid-19 di DKI Terjadi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyerahkan penghargaan kepada Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana/IST

Garut Raih Enam Penghargaan Bangga Kencana Jabar 2026, Perkuat Komitmen Tekan Stunting

28 Februari 2026
Wabup Garut Tinjau Garut Plaza, Siapkan Relokasi PKL dan Penguatan Event Ramadan

Bazar Ramadan Jadi Momentum Penataan PKL di Garut Kota

28 Februari 2026

Kemnaker Buka 20.000 Kuota Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Gratis dan Bersertifikat

28 Februari 2026
Dubes Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyambangi Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra bahas kerjasama hukum dan kemanusiaan. (Foto: Humas Kemenko Kumham Imipas)

Indonesia–Yaman Perkuat Kerja Sama Hukum dan Kemanusiaan

28 Februari 2026
Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen saat di dalam ruang sidang PN Jakarta Pusat (Foto: Istimewa)

Aktivis Lokataru Delpedro Marhaen Dituntut 2 Tahun Bui

28 Februari 2026

Polres Garut Bagikan Takjil Gratis, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

27 Februari 2026
KPK menggelar konferensi pers terkait penangkapan tersangka baru pejabat Bea Cukai. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Dugaan Korupsi Importasi, KPK Resmi Menahan Tersangka Baru Pejabat Bea Cukai Budiman Bayu

27 Februari 2026

Anggaran dan Tata Kelola MBG Disoal, Ini Penjelasan Ketua Banggar DPR Said Abdullah

27 Februari 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

Respons “Saweran” Live TikTok Menkeu, KPK Singgung Kisah Integritas Hoegeng

27 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tahun Berjuang, Korban Jiwasraya Desak Menkeu Purbaya Lunasi Sisa 25,5 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof Achmad Tjachja Nugraha Rilis Buku “Technopreneurship”: Rahasia Membangun Bisnis Teknologi di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anomali BUMN Farmasi: Kimia Farma Disuntik Rp845 Miliar, Indofarma Menanti Kejelasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Dissenting Opinion dalam Sidang Vonis Riva Siahaan Dkk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com