KABARIKU – Bagi-bagi Buku Mustika Rasa gagasan Sang Proklmator Bung Karno dan minum jamu berjemaah akan mewarnai penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada Jumat (10/1/2020).
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pembagian buku dan minum jamu berjemaah ini untuk mendorong agar rempah-rempah nusantara kembali menjadi potensi yang bisa memajukan kesejahteraan masyarakat secara umum.
“Kami akan membagikan Buku Mustika Rasa. Bayangkan pada tahun 60-an, selama tujuh tahun, Bung Karno pernah memerintahkan agar seluruh resep masakan Indonesia dijadikan buku resep petunjuk-petunjuk tentang kuliner nusantara. Jadi lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor,” kata Hasto dalam konferensi pers persiapan Rakernas I dan HUT Ke-47 PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).
Buku Mustika Rasa merupakan buku kumpulan resep masakan dari seluruh Nusantara. Bukunya sangat tebal karena jumlah resepnya memang ribuan.
Menurut Hasto, berdasarkan catatan PDIP yang mengambil data dari ahli kuliner dan rempah-rempah, setidaknya Indonesia mempunyai 3.500 jenis masakan saat ini. Oleh karena itu, Hasto menilai hal itu menunjukkan bahwa kebudayaan dan rempah-rempah Indonesia sangat kuat sehingga disayangkan apabila tidak dikelola dengan baik.
“Saat melihat buku ini, kami sempat berpikir kalau nanti pensiun jadi Sekjen, nanti akan membuka restoran dari buku resep Mustika Rasa ini,” jelas politikus asal Yogyakarta ini.
Mengenai minum jamu berjemaah, kata Hasto, akan diberikan kepada 4.731 peserta Rakernas I PDIP. Alumni asal UGM ini meyakini khasiat setelah meminum jamu akan membawa peserta lebih aktif dan fokus menjalani Rakernas I PDIP.
“Jadi kalau Pak Jokowi minum temu lawak, kemudian beras kencur, itu jadi presiden. Kalau kami minum jamu setiap hari, kita bisa menjadi presiden di kelas kita masing-masing,” kata Hasto sambil tersenyum.
Selain persiapan Rakernas I PDIP, Hasto juga akan mencoba simulasi keunggulan jamu kepada awak media. Setelah meminum jamu berjemaah, awak media juga diajak makan bersama yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
Seperti diketahui, Baguna pada musim penghujan kemarin turun ke lapangan dan mendirikan posko bencana. Mereka memasak makanan dan memberikan bantuan kepada para korban banjir.
“Kami makan siang bersama melalui masakan dari Baguna. Jadi yang merasakan makanan dari Baguna tidak hanya korban banjir tetapi kami pun akan menikmati makanan tersebut. Setelah itu baru minum jamu,” jelas Hasto.
Dalam konferensi pers itu, hadir dua wasekjen Utut Adianto dan Sadarestuwati. Hadir sejumlah Ketua DPP seperti Bambang Wuryanto, Sukur Nababan, Eriko Sotarduga, Ribka Tjiptaning, Sri Rahayu, Komarudin Watubun, dan Mindo Sianipar. Hadir juga Wakil Bendum Rudianto Tjen dan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Adi Wijaya, serta Ketua Banggar DPR dari Fraksi PDIP Said Abdullah. (Has)