Ini Lima Destinasi Wisata yang Tak Kena Penundaan Meski Anggaran PUPR Dipangkas

Pantai Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, salah satu destinasi wisata yang dibangun Kementerian PUPR. (Foto: Dok.Kementerian PUPR).

KABARIKU – Meski anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipangkas sebesar Rp 44 triliun untuk memperkuat anggaran penanganan pandemi Covid-19, namun kegiatan pembangunan lima destinasi wisata ini selamat dari penghematan. Kelimanya adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.

“Itu tidak disentuh oleh penghematan, kelimanya masih jalan terus, sementara sektor lainnya banyak yang ditunda,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kamis (11/6/2020).

Basuki menegaskan, sektor wisata diprediksi kuat akan cepat pulih ketika pandemi berakhir sehingga pemerintah tak melakukan penundaan pembangunan atau memangkas anggarannya.

“Kelima destinasi wisata itu prioritas, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang. Antisipasinya, setelah pandemi selesai yang lebih cepat rebound itu pariwisata,” ujarnya.

Basuki menjelaskan, Dipa Kementerian PUPR 2020 besarnya Rp 120 triliun. Dari anggaran itu, Rp 44 triliun dialihkan atau refocusing untuk penanganan pandemi.

“Karena ada refocusing, maka ada beberapa pekerjaan yang ditunda,” paparnya.

Selain pembangunan kelima destinasi wisata, Kementerian PUPR juga tetap memprioritaskan pembangunan yang bersifat padat karya dengan anggaran Rp 11,6 triliun. Pembangunan tersebut antara lain untuk irigasi, jalan perumahan, air minum, dan sanitasi.

“Kegiatan pembangunan tersebut akan menampung kurang lebih 605 ribu pekerja selama 3 bulan. Sudah mulai kerja ini, sudah mulai jalan,” jelasnya.

Ini rincian pembangunan di lima destinasi wisata:

Danau Toba

Dengan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun, PUPR melakukan pembangunan infrastruktur di KSPN Danau Toba. Pembangunan terbagi menjadi infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) Rp 119,8 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp 800,3 miliar, permukiman Rp 102 miliar dan perumahan Rp 348,4 miliar sebanyak 68 paket pekerjaan. Untuk TA 2020, sebanyak 36 paket saat ini telah tahap konstruksi, 24 paket dalam proses lelang, dan sisanya 8 paket dikerjakan secara swakelola, termasuk untuk pembebasan lahan.

Borobudur

Pada tahun 2020, Kementerian PUPR RI telah menganggarkan Rp 1,35 triliun untuk mengakselerasi pengembangan infrastruktur kawasan pariwisata Borobudur, diantaranya penataan 4 gerbang sebagai penanda masuk ke destinasi wisata utama.

Mandalika

Di KSPN Mandalika, alokasi angggaran infrastruktur PUPR tahun 2020 sebesar Rp 903,4 miliar yang digunakan diantaranya untuk pembangunan pengendali banjir KEK Mandalika, pembangunan jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL), pengembangan kawasan di tiga Gili, pengembangan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), kawasan geopark Rinjani dan pembangunan home stay.

Labuan Bajo

Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur di KSPN Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Infrastruktur yang dibangun di lokasi ini meliputi bidang sumber daya air, jalan, jembatan, pemukiman dan perumahan.

Likupang

Dukungan Kementerian PUPR di KSPN Likupang meliputi pembangunan Sumber Daya Air, jalan dan jembatan, penataan infrastruktur permukiman, dan penyediaan perumahan. Total anggaran yang digunakan untuk pengembangan KSPN Manado-Bitung-Likupang pada tahun 2020 sebesar Rp 520 miliar. (Ref)

Leave a Reply