Hingga Tahun 2025, 5.200 PLTD akan Dikonversi Jadi Pembangkit EBT

KABARIKU – Sebanyak 5.200 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang tersebar di 2.130 lokasi di seluruh Indonesia, akan dikonversi menjadi pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Pihak PLN menargetkan proses konversi tuntas hingga tahun 2025.

Untuk tahap pertama, konversi segera dilakukan terhadap 200 PLTD yang akan diubah menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Ke 200 PLTD tersebut segera dikonversi menjadi PLTS,” jelas Direktur Megaproyek PT PLN (Persero) Ikhsan Asaad dalam jumpa pers, Senin (2/11/2020).

Ikhsan menambahkan, tahapan konversi ke-200 pembangkit diesel ini dimulai Desember 2020 dengan proses lelang pembangunan konstruksi. Diharapkan, pembangunan kontruksi tuntas antara tahun 2021 hingga 2022 sekaligus dengan COD-nya.

“Desember ini PLN sudah lelang. Kemudian nanti COD 2021-2022,” papar Ikhsan.

Ke-200 PLTD tersebut, lanjutnya, menjadi prioritas karena instalasi dan perangkat lainnya sudah tua dengan usia sudah 15 tahun lebih, lokasinya terpencil, serta biaya produksi yang tinggi.

Ditekankannya, proses konversi 5.200 PLTD menjadi pembangkit EBT ditargetkan selesai pada 2025 dengan kapasitas 2 GW. Sedangkan jenis EBT yang akan digunakan tak hanya surya, tapi juga EBT lainnya.

“Bisa biomass, panas bumi, atau yang lainnya. Namun target kita sekarang ini, untuk 200 PLTD, ya pembangkit tenaga surya,” jelasnya.

Ikhsan mengakui, anggaran untuk mengubah ribuan PLTD menjadi pembangkit EBT sangat besar, sehingga PLN akan bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB).

“Ini huge money, makanya PLN kerjasama dengan ADB,” jelasnya. (Ref)

Exit mobile version