• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Februari 24, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Uncategorized

BPPRI Tanamkan Anti Radikalisme pada Ustadz dan Ustadzah Diniyah

Redaksi oleh Redaksi
13 Desember 2019
di Uncategorized
A A
0
ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Sedikitnya 700 orang tenaga pengajar sekolah Madrasah Diniyah anggota Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) se-Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ikut dalam seminar kebangsaan bertema “Peran guru diniyah sebagai benteng pertahanan terdepan dalam menangkal paham radikalisme dan anti-Pancasila.”

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Acara yang dihelat di Ballroom Subagdja Hoorizon Tirta Sanita, Kuningan, Kamis (12/12/2019) itu diselenggarakan oleh Benteng Putra Putri Republik Indonesia (BPPRI), organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam kegiatan deradikalisasi dengan anggota dari beragam latar belakang budaya dan agama.

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

Ketua Umum BPPRI Frangky L Manuhutu mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman kenegaraan dan kebangsaan kepada ustad dan ustadzah pengajar Al-Quran tingkat diniyah (dasar) yang berada di akar rumput.

Acara seminar ini juga dibarengi dengan pembagian buku pelajaran baca tulis Al-Quran yang tentunya sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar mereka.

“Kami melihat bahwa ustad dan ustadzah memiliki keilmuan untuk menangkal ajaran radikalisme dengan dengan dalil-dalilnya. Baik dalil aqli maupun naqli,” ujar Frangky di sela acara.

Ia juga mengingatkan, ustadz dan ustadzah sekolah diniyah ini sangat besar perannya bagi penyiapan generasi masa depan bangsa.

“Maka perlu dipersiapkan agar kelak anak-anak diniyah memiliki kemampuan secara mandiri menangkal pemikiran-pemikiran yang intoleran dan radikal,” jelasnya.

Sebagai simpul masyarakat, lanjut Frangky, para ustad dan ustadzah ini juga dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat, termasuk memberikan pemahaman untuk menolak segala bentuk pemikiran dan tindakan yang radikal terutama yang mengarah kepada terorisme.

Baca Juga  Santri Pesantren Cipari Garut Jadi Imam Masjid di Jepang

“Kita terus menanamkan sikap saling menghargai, sehingga terbuka ruang untuk kebhinekaan dan menghilangkan sifat intoleransi,” jelasnya.

Kata Frangky, segala gagasan, wacana, dan gerakan yang lahir dari semangat pemerdekaan diri terhadap Pancasila haruslah dihapuskan. Sebab dari sinilah akan terpantik kebencian, intoleran, dan terorisme.

“Dan jelas, gerakan anti Pancasila tidak sesuai dengan tujuan bernegara Indonesia yakni ‘semua buat semua’,” paparnya.

Sementara itu, tokoh anti radikalisme Haidar Alwi yang menjadi pembicara utama dalam seminar mengatakan, penyebaran paham radikalis dan anti-Pancasila begitu marak dan masif di Indonesia.

“Maka tugas kita bersama khususnya guru-guru diniyah yang bersentuhan langsung dengan warga masyarakat di kalangan akar rumput,” jelasnya.

Menurut Haidar, peran guru diniyah sangatlah penting dalam mempersiapkan tunas-tunas bangsa yang cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta cinta kepada Pancasila.

“Maka pemahaman tentang Pancasila, kebhinnekaan harus ditanamkan sejak dini, sejak usia anak-anak. Jangan sampai anak-anak Indonesia disusupi ajaran sesat dan radikalisme yang membahayakan bagi bangsa Indonesia,” lanjut Haidar.

Adapun Ketua DPC FKDT Kabupaten Kuningan, Asep Ridwan Murtadhoillah, mengaku setuju bahwa upaya menangkal radikalisme harus dimulai dari bawah dan pada anak-anak diniyah. Sebab merekalah genetasi penerus dan menentukan masa depan bangsa.

Ia mengingatakan, ajaran dan pemahan tentang radikalisme ekstrimisme yang anti Pancasila sangatlah berbahaya. Maka dibutuhkan pendekatan yang lebih mendalam sejak dini.

“Karena itu kami sangat setuju, Benteng Putera Puteri Republik Indonesia (BPPRI) hadir kepada masyarakat untuk ikut serta menangkal pemahaman radikalisme dan anti Pancasila bersama masyarakat,” jelasnya. (Has)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: anti radikalismeBPPRIFKDT
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Mendikbud Luncurkan “Merdeka Belajar”, UN Dihapus Zonasi Dilonggarkan

Post Selanjutnya

Menpora Bagikan Bonus untuk Atlet SEA Games Peraih Medali, Ini Besarannya

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

15 Juni 2023

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

10 Juni 2023

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

8 Juni 2023

Polres Garut Gerebek Dua Perusahaan Penyalur TKI Ilegal 14 Diamankan

8 Juni 2023

Sosialisasi dan Implementasi Peraturan dan nonPeraturan Produk Hukum Bawaslu

8 Juni 2023

‘Inovasi Social Enterprice’ Desa Cinta Karangtengah Wakili Garut Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat 2023

7 Juni 2023
Post Selanjutnya
Menpora Zainudin Amali berfoto bersama para atlet, pelatih dan tim SEA Games 2019 usai menyerahkan bonus. (Foto: Dok. Kemenpora)

Menpora Bagikan Bonus untuk Atlet SEA Games Peraih Medali, Ini Besarannya

Sembilan tokoh nasional dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019). (*)

Presiden Lantik 9 Wantimpres, Inilah Mereka

Discussion about this post

KabarTerbaru

Anomali BUMN Farmasi: Kimia Farma Disuntik Rp845 Miliar, Indofarma Menanti Kejelasan

24 Februari 2026

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Bupati Garut Evaluasi Pengelolaan Wisata Pantai Santolo

24 Februari 2026

Dasco Minta Impor 105 Ribu Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih Ditunda

24 Februari 2026
Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya sepakat mengembalikan dana beasiswa beserta bunga usai video viral.

Menkeu Purbaya Tegaskan soal Alumni LPDP Viral: Dana Dikembalikan, Sanksi Disiapkan

23 Februari 2026

Menkeu Purbaya Perpanjang Rp200 Triliun Tetap di Bank, Likuiditas dan Kredit Terjaga

23 Februari 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dimintai keterangan awak media di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Hormati Putusan KIP Soal Dokumen TWK, Eks Pegawai Desak Pemulihan Status

23 Februari 2026

“Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Kakorlantas Polri: Lebaran Makin Berkesan

23 Februari 2026
Gedung Merah Putih KPK, di Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Datangi KPK, Menag Nasaruddin Umar Laporkan Penggunaan Jet Pribadi

23 Februari 2026

Seskab Teddy: Kerja Sama Dagang RI-AS Tak Hapus Kewajiban Sertifikasi Halal dan Izin BPOM

23 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan terkait kasus dugaan gratifikasi batu bara (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

    KPK Bidik Politisi PSI Ahmad Ali dan Ketum Pemuda Pancasila di Kasus Dugaan Gratifikasi Batu Bara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu “Gurita Keluarga” dan Sandi Proyek G1 Mengemuka di Garut, Hasanuddin Nilai Sarat Nuansa Politis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THR ASN, TNI, Polri 2026 Segera Cair Awal Ramadan, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garut 213 Tahun: Dewan Adat Ungkap Bukti Historis Baru Soal Nama dan Hari Jadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com