Hasto: PDIP Tak akan Bajak Kader Partai Lain untuk Menangkan Pilkada 2020

  • Bagikan

 

KABARIKU – PDIP tak akan membajak kader dari partai lain untuk memenangkan Pilkada Serentak 2020. Pola rekrutmen calon kepala daerah yang akan dijalankan partai pemenang Pemilu 2019 ini, akan relatif sama dengan pola yang dijalankan pada Pilkada lalu-lalu.

Hal itu diungkapkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam diskusi “Kesiapan PDI Perjuangan menuju Pilkada 2020 dan Testimoni Para Kepala Daerah” yang digelar di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019) lalu.

Hasto mengatakan, kepala daerah sekarang yang berasal dari PDIP, merupakan hasil didikan partai, bukan kepala daerah yang dibajak dari parpol lain.

“Dengan pola itu, maka kami memperoleh hasil baik pula di Pilpres dan Pileg,” kata Hasto.

Dijelaskannya, ketika PDIP berada di luar pemerintahan, partai kemudian menjalankan strategi  memfungsikan kader yang menjadi kepala daerah. Tahu 2005, beberapa kepala daerah berprestasi dikumpulkan, termasuk Joko Widodo yang saat itu masih menjadi kepala daerah.

PDIP kemudian menggelar sekolah untuk para calon kepala daerah dengan pengajar para kepala daerah yang dinilai berhasil.

“Kepala daerah tersebut bukan hanya yang berasal dari PDIP, tapi juga dari luar. Yang diundang di antaranya Ridwan Kamil,” katanya.

Hasilnya, lanjut Hasto, PDIP berhasil membangun peradaban lewat kader partai yang baik.

Ditambahkannya, selain kader partai, PDIP juga akan mengusung kalangan intelektual dan cendekiawan dalam Pilkada 2020.

Sementara itu, Ketua Bappilu PDIP Bambang DH mengatakan, ada tiga hal yang ditekankan PDIP dalam merekrut calon kepala daerah, yakni ideologi calon, pemahaman akan wilayah yang akan dipimpinnya, dan terakhir kesetiaannya pada konstitusi.

Dengan tiga pendekatan itu, menurut Bambang, PDIP berhasil mengisi kursi sebagain besar kepala daerah di Indonesia. “50,37 persen kepala daerah saat ini merupakan kader PDIP.,” katanya.

Rinciannya, pada Pilkada 2015, 269 kader PDIP berhasil menjadi kepala daerah, sebanyak 101 kader pada Pilkada 2017, 171 kader pada Pilkada 2018.

“Ke- 50,37 persen kepala daerah dari PDIP tersebut, sangat berpengaruh terhadap kemenangan Jokowi di Pilpres 2019,” papar Bambang. (ref)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *