• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Mei 12, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Kabar Terkini

Direktur Eksekutif Indonesia Political Actions, Andrianto Menyebut ‘Alarm Partai Survey Kompas’

Redaksi oleh Redaksi
21 Oktober 2021
di Kabar Terkini, Opini, Politik
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Kabariku- Para tokoh nasional sudah menyusun strategi dan membangun kekuatan menghadapi pertarungan pilpres 2024.

Andrianto SIP/Direktur Eksekutif IPA (Indonesia Political Actions) menyebut ‘Alarm Partai Survey Kompas’.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Dari potret Capres 10 besar ternyata hanya 2 Ketum Parpol selebihnya tidak ada. Seperti Partai besar PDI-P, GOLKAR, PKB , NASDEM, PKS, PPP, PAN.

RelatedPosts

OSSO Soroti Bahaya Parliamentary Threshold Tinggi, Sebut Jutaan Suara Pemilih Bisa Hilang

World Press Freedom Day 2026, Ketua Dewan Pers: Imbangi Kebebasan Pers dengan Profesionalisme dan Etika

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

“Kalo PDIP wajar Ketumnya pernah jadi Presiden. Tapi sang Putri Mahkota Puan Maharani tidak ada, yang muncul malah Ganjar dan Risma, dua figur diluar mainstream PDI-P,” kata Andrianto dalam tulisannya. Kamis (21/10/2021).

Andrianto menilai, Publik sudah faham keduanya sedang di orbit Jokowi yang di gadang gadang bakal di restuinya.

Hal tersebut menanggapi survey di salah satu media nasioanal berjudul; ‘Adu Strategi Menuju 2024 Bakal Kian Kencang’.

Nama-nama calon presiden pilihan masyarakat dengan elektabilitas teratas belum banyak berubah. Parpol dan individu diyakini akan makin beradu strategi untuk menaikkan elektabilitas.

Disebutkan, partai politik yang akan mengusung kadernya sebagai calon presiden dan individu yang ingin mencalonkan diri di Pemilihan Presiden 2024 akan bergerak lebih ‘kencang’ pada 2022 sebagai bagian dari strategi menuju 2024.

Dikatakan Andrianto, Ketum P Gokkar Airlangga yg sudah tebar ribuan Baliho tidak muncul di ‘Survey Kompas’.

“Sangat mungkin karna posisinya yang Menteri tidak lazim pasang baliho apalagii bila kinerjanya payah malah jadi Bumerang, Rakyat makin sebel,” ujarnya.

Di sisi lain, karena sebagian nama yang dianggap berpotensi mencalonkan diri menduduki jabatan di pemerintahan, perlu kesadaran menjaga efektivitas pemerintahan. Para pemilih diyakini akan melihat rekam jejak dan kinerja mereka sebelum menentukan pilihan.

Baca Juga  Masinton Pasaribu dan SIAGA '98 Pastikan "Pasang Badan" Bela Haris Azhar Lawan Oligarki Kapitalis

“Yang di maui itu perbaikan ekonomi bukan Wajahnya yang elitis tidak ngerakyat,” tandasnya.

Dijelaskan Andrianto, Apalagi Airlangga lekang dengan Panama  Papers & terakir Pandora Papers. “Akibatnya kelas menengah jadi skeptis, Gimana mau jadi pemimpin bila integritasnya seperti itu,” katanya.

Kalau di Jepang, jelas Andrianto, yang miliki standar tinggi tentu sdah malu dan berhenti sebagai Menteri.
“Belakanganpun kerja kerjanya disabot LBP & SMI. Makin tidak jelas apa kerjanya sebagai Menko ekonomi,” cetusnya.

Direktur Eksekutif IPA ini berharap, Partai Golkar mesti Evaluasi total figur Airlangga bila tidak mau berpuasa lebih lama lagi?

“Sejak era Reformasi tidak ada lagi figur Capres Golkar yang laku di mata publik,” tegasnya.

Bahkan JK, menurut Andrianto, yang 2x jadi Wapres justru tidak didukung oleh Golkar saat kontestasi Pilpres.

“Kalau PKB jika masih Cak Imin tetap posisinya sebagai supporting saja Pilpres, sosoknya tidak menjual dengan rekam jejak khianat sama Gus Dur,” tandasnya.

Kemudian, kasus Korupsinya di KPK ‘kardus durian gate’. Nasdem nampaknya memang didesign sebagai kendaran para Capres.
“Kalau argo cocok silahkan asal Sang Pemilik yang juga Ketumnya juga cocok,” ujar Andrianto.

Andrianto juga menyampaikan, PKS juga kering dengan figur potensial agak mirip dengan Nasdem.
“Jadi parpol sebagai Aksentuasi keinginan publik memang jauh panggang dari Api”.

Menurut penilaian Andrianto, akan muncul figur sosok tokoh di luar Parpol yang bakal dapat simpati publik.
“Ada titik jenuh dengan Rezim Jokowi yang gagal dalam semua bidang”.

“Jadi sosok yang diluar epicentrum Jokowi yang berpeluang besar menang di pilpres 2024,” tandasnya memungkas. ***

Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Adu Strategi Menuju 2024Indonesia Political Actionspartai politikPemilihan Presiden 2024
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Bupati Nina Terus Genjot Vaksinasi, Indramayu Sudah Capai Melebihi Rata-Rata Nasional

Post Selanjutnya

𝐏𝐄𝐑𝐒𝐎𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐉𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐌𝐀𝐋 𝐀𝐓𝐓𝐀𝐓𝐔𝐑𝐊⁣

RelatedPosts

OSSO dan GKSR menilai kenaikan Parliamentary Threshold hingga 7 persen berpotensi menghilangkan jutaan suara rakyat.(Irfan/kabariku.com)

OSSO Soroti Bahaya Parliamentary Threshold Tinggi, Sebut Jutaan Suara Pemilih Bisa Hilang

11 Mei 2026

World Press Freedom Day 2026, Ketua Dewan Pers: Imbangi Kebebasan Pers dengan Profesionalisme dan Etika

11 Mei 2026

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

10 Mei 2026

Polisi Siber dan Harapan Keberlanjutan Keamanan Bangsa

8 Mei 2026

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

8 Mei 2026

Pimpin HUT ke-75, Jaksa Agung Tegaskan PERSAJA Hiposentrum Penguatan Kejaksaan Mengawal Stabilitas Nasional

7 Mei 2026
Post Selanjutnya

𝐏𝐄𝐑𝐒𝐎𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐉𝐀𝐋𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐌𝐀𝐋 𝐀𝐓𝐓𝐀𝐓𝐔𝐑𝐊⁣

Bareskrim Polri Tangkap 19 Penyelundup 62,9 KG Sabu Jalur Myanmar-Pelabuhan Bakauheni

Discussion about this post

KabarTerbaru

Polda Jabar Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Titipan dan Kuota Khusus

12 Mei 2026

KPK Luncurkan Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi, Dorong Budaya Integritas Sejak Dini

12 Mei 2026

Mendes Yandri Dorong Desa Sukseskan Program MBG hingga Koperasi Merah Putih

12 Mei 2026

Kapolda Jabar Pastikan Situasi Kondusif Usai Kericuhan Suporter Persib vs Persija

12 Mei 2026
Menurut Hasanuddin, kajian tersebut penting dilakukan agar seluruh proses berjalan berdasarkan data, penelitian, dan pertimbangan ilmiah yang objektif.(Doc.ADPPI)

Kajian Panas Bumi Pangrango Dinilai Penting, ADPPI Dukung Langkah Dedi Mulyadi

11 Mei 2026
OSSO dan GKSR menilai kenaikan Parliamentary Threshold hingga 7 persen berpotensi menghilangkan jutaan suara rakyat.(Irfan/kabariku.com)

OSSO Soroti Bahaya Parliamentary Threshold Tinggi, Sebut Jutaan Suara Pemilih Bisa Hilang

11 Mei 2026
Ketua PW STN Jawa Barat Wendy Hartono meminta Kementerian Kehutanan mengkaji ulang alih fungsi Hutan Gunung Sanggabuana menjadi Tahura (Doc.pribadi)

Ketua PW STN Jabar Tolak Alih Fungsi Hutan Gunung Sanggabuana Jadi Tahura

11 Mei 2026

Seratnusa Angkat Potensi Limbah Organik di Women Ecopreneurs Market Day Bali

11 Mei 2026

Persib Bangkit Tekuk Persija 2-1, Adam Alis Penentu Kemenangan di El Clasico

11 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • Letjen TNI Agus Widodo jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kemhan diisi Mayjen Bagus Suryadi.(Foto:Kemhan RI)

    Mutasi TNI: Agus Widodo Resmi Jadi Waka BIN, Dirjen Strahan Kini Dijabat Bagus Suryadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adhi Makayasa 94 Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Perkuat PPATK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terima Laporan KPRP, Reformasi Polri Masuk Fase Eksekusi hingga 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menteri Bahlil Lantik Pejabat Baru ESDM, Perkuat Hilirisasi hingga Transisi Energi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM MEDIAMASSA.ID

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com