Andi Arif dan Rachland Nashidik akan Datangi PTIK Minta Kejelasan Harun Masikhu

Andi Arif, Harun Masiku, Rachland Nashidik. (Kolase Kabariku)

KABARIKU – Harun Masikhu kini menjadi perhatian semua pihak, termasuk dua pentolan aktivis 98, Andi Arief dan Rachland Nashidik. Keduanya menyatakan, akan mendatangi PTIK untuk meminta klarifikasi keberadaan Harun Masikhu.

Dalam pres rilisnya ke sejumlah media yang juga diterima Kabariku, Rabu (29/1/2020), Andi Arif dan Rachland Nashidik, mengatakan, pers Indonesia, khususnya TEMPO, telah dengan berani menunjukkan komitmennya pada kebenaran dengan “mengambil alih” investigasi kasus Harun Masikhu yang seharusnya bisa dilakukan penegak hukum.

Di saat aparat hukum dan otoritas politik menyampaikan Masikhu berada di luar negeri, ungkap keduanya dalam pres rilis tersebut, laporan TEMPO justru menyampaikan temuan berbeda. Pada saat OTT dilakukan KPK pada komisioner KPU (Wahyu Setiawan-Red) tanggal 8 Januari itu, Harun ternyata ada di Jakarta. Dia, lanjutnya, dibawa seseorang ke kompleks PTIK. Dari tempat itu kemudian dia hilang hingga hari ini. Aparat hukum, anehnya, tak kelihatan menaruh perhatian pada laporan TEMPO tersebut.

“Kami mendesak KPK dan Polri melakukan langkah yang seharusnya sejak awal cepat diambil, yakni memeriksa kebenaran laporan TEMPO tersebut,” jelas Andi Arif dan Rachland Nashidik.

Kedua aktivis itu melanjutkan:

“Ada apa sebenarnya di PTIK? Kenapa, bila benar laporan TEMPO tersebut, Masikhu dibawa ke PTIK? Untuk mencegah dan melindunginya dari pencarian KPK? Tapi kenapa di PTIK, yang notabene lembaga pendidikan kepolisian yang terhormat?”

Pihaknya, sambung Andi Arif dan Rachland Nashidik, menunggu satu minggu terhitung dari hari ini untuk mendapatkan jawaban terang dari aparat hukum,” ungkapnya.

“Bila setelah itu masih belum ada jawaban, kami — Andi Arief dan Rachland Nashidik — sebagai individu warga negara Republik ini, mewakili hak rakyat untuk tahu, hak kita semua, akan mendatangi PTIK untuk mendapat klarifikasi tentang keberadaan Harun Masikhu dari otoritas PTIK. Rakyat tak boleh diam saja,” jelasnya. (Bambang).

Leave a Reply