Garut, Kabariku – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut menggelar Workshop Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan serta kegiatan edukasi pencegahan bullying di SDN 1 Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
DPPKBPPPA Garut menghadirkan Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Garut, Aiptu Umar Taufik, sebagai narasumber dalam penyuluhan untuk memberikan arahan kepada anak didik.
Acara diikuti oleh pihak sekolah, termasuk Kepala SDN 1 Jayaraga, Hj. Yanti Srimulyanti Arni, para guru, serta sekitar 50 siswa-siswi kelas 5 dan 6.
Dalam pemaparannya, Aiptu Umar Taufik menjelaskan bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi, mulai dari verbal, fisik, hingga cyberbullying yang marak melalui media sosial. Ia juga memaparkan berbagai dampak negatif yang dapat dirasakan korban, baik secara emosional maupun sosial.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai sesama, menghindari tindakan kekerasan, serta keberanian untuk melapor kepada guru atau orang dewasa apabila melihat atau mengalami perundungan. Kegiatan penyuluhan ini berlangsung pada Jumat (21/11/2025).
“Kami berharap anak-anak memahami bahwa bullying adalah tindakan yang sangat merugikan dan tidak boleh dilakukan. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa,” ujar Aiptu Umar.
Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai sangat membantu dalam upaya pembentukan karakter siswa dan mendukung terciptanya suasana belajar yang aman serta kondusif.
Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menegaskan bahwa kegiatan edukasi seperti ini merupakan bagian penting dalam upaya pemerintah daerah memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Ia menyampaikan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.
“Pencegahan bullying harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan. Anak-anak harus merasa aman, didengar, dan dilindungi. Kami berharap kegiatan seperti ini semakin memperkuat ekosistem perlindungan anak, terutama melalui peran guru, orang tua, dan aparat yang terus bersinergi,” ujar Yayan saat dimintai keterangan ditempat terpisah.
Melalui program ini, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying, sekaligus memperkuat pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.
DPPKBPPPA Garut juga Menyerahkan spanduk, reapleat, modul pencegahan kekerasan terhadap anak (KtA) di satuan pendidikan kepada guru dan tenaga pendidik.***
—
Kirim dari Fast Notepad
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post