Garut, Kabariku – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 Daerah Pemilihan I di Aula Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik secara langsung.
Dalam reses itu, Yudha menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Masyarakat mendapatkan layanan administrasi kependudukan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang disambut antusias oleh warga.
Menurut Yudha, reses merupakan wujud nyata demokrasi yang harus dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai demokrasi tidak boleh berhenti pada momentum pemilihan umum semata, melainkan harus terus hidup melalui keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
“Reses ini adalah cara menghadirkan kedaulatan rakyat. Demokrasi tidak cukup dimaknai lima tahunan, tapi harus hadir dalam keseharian dengan mendengar langsung aspirasi warga,” katanya.
Dalam dialog tersebut, Yudha lebih memilih untuk mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat. Salah satu aspirasi datang dari Nina, kader Posyandu, yang menyoroti tidak lagi berjalannya program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Pemerintah Provinsi dalam beberapa tahun terakhir, khususnya bagi balita yang berisiko stunting.
Menanggapi hal itu, Yudha menyebutkan bahwa aspirasi tersebut akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bappeda Kabupaten Garut. Ia juga akan menelusuri skema program dan nomenklatur di SKPD terkait, termasuk kemungkinan pelaksanaannya melalui Dinas Kesehatan.
Selain sektor kesehatan, warga juga mengusulkan pembangunan dan perbaikan drainase di Kampung Genta, Kampung Gombong, Babakan Baru, serta Kampung Babakan Dunguscili. Perbaikan jalan lingkungan turut menjadi aspirasi yang dinilai mendesak untuk menunjang aktivitas warga.
Di bidang pendidikan, aspirasi disampaikan oleh Ustaz Jejen dari Kampung Genta yang mengharapkan adanya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan agama Islam, khususnya di madrasah yang saat ini masih terbatas.
Yudha menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut, baik melalui skema hibah di DPMPD maupun bantuan keuangan desa. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan memiliki perhatian serius terhadap penguatan pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan karakter masyarakat sejak tingkat kampung.
Ia juga mengaitkan hasil reses dengan agenda Musrenbang Kecamatan yang akan digelar pada Maret 2026 serta tahapan penyusunan RKPD Kabupaten Garut. Menurutnya, seluruh aspirasi yang masuk harus saling terintegrasi agar APBD Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2027 benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
“Semua masukan ini akan kami koordinasikan dengan SKPD terkait untuk menentukan skala prioritas. Harapannya, anggaran daerah benar-benar lahir dari suara warga,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yudha turut mengapresiasi sinergi Disdukcapil dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang telah menghadirkan layanan langsung di tengah masyarakat, mulai dari pembuatan dan perekaman e-KTP, kartu keluarga, akta kelahiran dan kematian, hingga layanan kesehatan gratis.
“Pelayanan ini kami dekatkan agar masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh. Terima kasih kepada Disdukcapil dan Dinkes Garut yang sudah hadir dan melayani warga secara langsung,” tutupnya.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post