Garut, Kabariku – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) Karamatwangi, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, agar mampu mengoptimalkan potensi lokal dan menembus pasar nasional hingga internasional, khususnya melalui komoditas kopi.
Hal tersebut disampaikan Menkop Ferry saat melakukan kunjungan lapangan dan dialog bersama pengurus Kopdes MP Karamatwangi serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Karamat Jaya, didampingi Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono Suparno dan Pegiat Perhutanan Sosial dari Lembaga Silvae Populi Nusantara (Silinusa), Ch Ambong.

Apresiasi Kolaborasi KTH, BUMDes, dan Kopdes Merah Putih
Dalam kunjungan tersebut, Menkop Ferry berdiskusi mengenai perkembangan koperasi desa, pengelolaan usaha perhutanan sosial, hingga strategi penguatan ekonomi berbasis desa.
Topik yang dibahas meliputi pengelolaan gerai koperasi, produk unggulan lokal, akses permodalan, ketersediaan pasar, serta pengelolaan kopi dari hulu hingga hilir.
“Banyak hal yang kami diskusikan, mulai dari gerai Koperasi Desa Merah Putih, produk unggulan lokal, akses permodalan, hingga pengelolaan kopi dari hulu ke hilir dan pemasarannya. Saya mengapresiasi kolaborasi yang sudah terbangun di Desa Karamatwangi,” ujar Menkop Ferry dalam keterangannya diterima Jumat (17/1/2026).
Menurutnya, sinergi yang melibatkan Kelompok Tani Hutan, BUMDes, dan Kopdes Merah Putih menjadi kekuatan utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
“Sinergi dan kolaborasi para pihak di tingkat tapak ini sangat baik, karena semua berpartisipasi dengan tujuan sejahtera bersama dan hutan tetap lestari,” tegasnya.

Kopi Arabika KUPS Karamat Jaya Jadi Unggulan
Dalam suasana kunjungan yang hangat dan akrab, Menkop Ferry juga mencicipi kudapan lokal, menyantap nasi liwet, serta menyeruput kopi arabika produksi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) KTH Karamat Jaya.
Produk kopi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan berbasis perhutanan sosial.
Menkop Ferry menyatakan akan mendorong KUPS KTH Karamat Jaya menjadi unit usaha koperasi agar pengelolaan kopi semakin profesional dan berkelanjutan.
“Kopdes Merah Putih Karamatwangi ini punya potensi lokal kopi yang kuat. KUPS perlu didorong menjadi unit usaha koperasi agar usaha kopinya terus maju dan mampu menembus pasar nasional dan internasional,” ujarnya.
Nostalgia Aktivis 90-an di Tengah Diskusi
Sambil menikmati kopi panas, Menkop Ferry dan Ch Ambong juga berbincang santai dan bernostalgia mengenang masa pergerakan mahasiswa era 1990-an, ketika keduanya aktif melakukan advokasi konflik pertanahan.
Momen tersebut menambah keakraban dalam kunjungan kerja yang sarat makna pemberdayaan desa.
Kopdes Merah Putih, Agenda Transformasi Ekonomi Nasional
Dalam kesempatan terpisah, Menkop Ferry menegaskan bahwa program Koperasi Desa Merah Putih merupakan agenda transformasi besar pemerintah untuk mengembalikan koperasi sebagai arus utama sistem ekonomi nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda di desa.
Hingga awal Januari 2026, pemerintah telah menginventarisasi sekitar 41 ribu lahan untuk pembangunan koperasi desa di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 23 ribu titik telah diverifikasi dan saat ini memasuki tahap pembangunan.
Menkop menargetkan ribuan koperasi desa tersebut dapat rampung dan mulai beroperasi pada Maret-April 2026, seiring dengan penyiapan sumber daya manusia, sistem digital koperasi, serta model bisnis yang lebih modern dan adaptif terhadap pasar.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post