Jakarta, Kabariku – Kenaikan harga plastik di Indonesia tengah terjadi akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Kondisi ini berdampak langsung pada terganggunya rantai pasok nafta, bahan baku utama dalam produksi plastik.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui bahwa lonjakan harga tersebut dipicu oleh faktor global, terutama ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku dari kawasan tersebut.
“Lonjakan harga dipicu oleh faktor global. Nafta merupakan komponen krusial, dan ketergantungan impor kita pada Timur Tengah membuat Indonesia terdampak langsung,” ujar Mendag dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Strategi Mitigasi Pemerintah
Pemerintah saat ini tengah berupaya mengatasi kondisi tersebut dengan menjajaki sumber pasokan baru guna menjaga stabilitas harga di dalam negeri. Namun, proses peralihan ini membutuhkan waktu, terutama dalam penyesuaian kualitas dan distribusi.
Beberapa wilayah yang menjadi target alternatif pasokan antara lain kawasan Afrika, India, serta Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi dan petrokimia.
Tekanan Berat di Industri Hilir
Ketua Umum Asosiasi Produsen Plastik Hilir Indonesia, Henry Chevalier, menyampaikan bahwa sektor industri hilir saat ini berada dalam tekanan berat.
Ia menjelaskan gangguan distribusi di Selat Hormuz membuat perusahaan asuransi enggan menanggung risiko pengiriman, sehingga pasokan bahan baku menurun drastis hingga 50 persen.
Ancaman Inflasi dan PHK
Dampak kenaikan harga plastik tidak hanya dirasakan pelaku industri, tetapi juga berpotensi memicu inflasi yang lebih luas. Plastik menjadi komponen penting dalam berbagai sektor, mulai dari kemasan makanan dan minuman hingga produk farmasi.
“Kantong kresek saja harganya sudah naik hampir 50 persen. Jika kondisi ini berlanjut, beberapa pelaku industri sudah mulai mengarah pada pengurangan tenaga kerja (PHK) demi menjaga kelangsungan modal,” ungkap Henry.
Saat ini, para pelaku industri hilir berupaya bertahan dengan kondisi yang ada, sambil menunggu langkah konkret pemerintah untuk menstabilkan kembali rantai pasok bahan baku dari sektor hulu.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com





















Discussion about this post