Jakarta, Kabariku – Kornas Presidium Pemuda Timur menyatakan dukungannya agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden secara struktural dan organisatoris. Sikap tersebut disampaikan dalam agenda deklarasi yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Perwakilan Kornas Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, mengatakan dukungan itu dilandasi sejumlah pertimbangan, antara lain efektivitas garis komando dan kelancaran proses penegakan hukum.
“Yang pastinya kami dari Pemuda Indonesia Timur berharap dan menyampaikan pernyataan sikap kami, kami mendukung penuh Polri secara struktural dan organisasi tetap di bawah Presiden, tentu dengan alasan-alasan tertentu,” ujar Sandri.
Ia menjelaskan, struktur Polri yang berada langsung di bawah Presiden dinilai dapat mempermudah koordinasi dan mencegah proses hukum berjalan berbelit-belit. Selain itu, menurut dia, hal tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga independensi penegakan hukum sebagaimana semangat reformasi.
“Karena menurut pertimbangan kami ini adalah amanat reformasi yang kita jaga bersama. Melemahkan institusi penegakan hukum tentu artinya melemahkan bangsa itu sendiri,” katanya.
Terkait berbagai penilaian publik terhadap Polri, Sandri menyebut kritik merupakan bagian dari kontrol dalam sistem demokrasi.
“Kalau Polri salah ya kita kritisi. Kalau menurut kami kerjanya tidak sesuai prosedural undang-undang dan tidak baik di mata publik, kita kritisi. Kami tidak membela secara mutlak,” ujarnya.
Namun demikian, ia menolak apabila perdebatan mengenai posisi Polri diarahkan ke ranah politik praktis. Ia menilai relasi antara Polri dan Presiden merupakan relasi konstitusional.
“Relasinya Polri dan Presiden adalah relasi konstitusional, bukan relasi politis. Jadi kalau Polri dianggap buruk di mata masyarakat ya kita kritisi agar memperbaiki diri, bukan malah melemahkan institusinya,” ucapnya.
Sandri juga menyinggung pengalaman di Indonesia Timur yang menurutnya memiliki tingkat konflik horizontal relatif tinggi, seperti konflik antar kampung, antar desa, hingga konflik berlatar belakang keyakinan.
Dalam konteks tersebut, ia menilai Polri memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Kalau melemahkan institusi ini sama dengan melemahkan sendi-sendi bangsa dan negara,” katanya. (Bemby)
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post