New York, Kabariku – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina di New York, Minggu (16/2). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat, membahas perkembangan terkini situasi di Palestina serta prospek proses perdamaian.
Agenda tersebut digelar menjelang partisipasi Menlu RI dalam Sidang Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk isu Palestina, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/2).
Dalam pembukaan pertemuan, Menlu RI menegaskan kembali dukungan konsisten Indonesia terhadap perjuangan Palestina dan komitmen untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Indonesia juga menekankan pentingnya implementasi Solusi Dua Negara sebagai jalan keluar konflik.
Riyad Mansour menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Menlu RI di New York. Ia menilai kunjungan tersebut semakin mempererat solidaritas kedua negara dalam mendorong langkah nyata PBB di tengah situasi sulit yang dihadapi rakyat Palestina.
Secara khusus, Mansour menekankan kedekatan historis Indonesia dan Palestina, terutama sejak lahirnya Dasasila Bandung tahun 1955, yang memperkuat hubungan emosional kedua bangsa.
Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025), termasuk pembentukan Board of Peace dan rencana pengerahan International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Mansour meyakini Indonesia dapat memainkan peran konstruktif dalam kedua inisiatif tersebut guna mendukung terwujudnya Solusi Dua Negara.
“Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujar Menlu Sugiono.
Menutup pertemuan, Menlu RI juga menyampaikan rencana partisipasi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pertemuan Board of Peace di Washington D.C. pekan ini bersama sejumlah pemimpin dunia, termasuk negara-negara yang tergabung dalam “Kelompok 8” (Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan), yang aktif mendorong upaya perdamaian di Gaza.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” pungkas Menlu.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post