Jakarta, Kabariku— Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia kembali mencatatkan prestasi luar biasa sepanjang tahun 2025. Di bawah pengawasan dan peran strategisnya dalam menjaga kehormatan serta keluhuran martabat hakim, KY berhasil memborong berbagai penghargaan nasional dengan nilai kinerja yang nyaris sempurna.
Salah satu capaian paling mencuri perhatian adalah diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2024. Prestasi itu, menjadi yang ke-18 kalinya secara berturut-turut, menegaskan kualitas pengelolaan keuangan KY yang konsisten dan akuntabel.
“Komisi Yudisial kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan tahun 2024. Ini merupakan capaian WTP yang ke-18 kali dan mencerminkan konsistensi KY dalam pengelolaan keuangan negara yang akuntabel dan transparan,” ujar Ketua Abdul Chair Ramadhan, dalam konferensi pers di Gedung KY, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Tak hanya di sektor keuangan, sederet indeks strategis juga menunjukkan performa gemilang, antara lain: Indeks Reformasi Hukum sebesar 99,16. Indeks Perencanaan Pembangunan Nasional sebesar 96,5 (Sangat Baik).
Kemudian, Indeks Kearsipan Eksternal: 97,88 dengan kategori AA atau sangat memuaskan, Indeks Keamanan Siber: 4,23 dengan Level 4 atau Terkelola, dan Indeks Keterbukaan Informasi Publik: 97,44 (Predikat Informatif).
“Capaian ini menunjukkan bahwa reformasi kelembagaan dan sistem hukum internal KY berjalan dengan sangat baik dan terukur,” jelasnya.
KY juga mencatatkan, nilai maturitas SPIP di level 3, serta IKFAR pelaksanaan anggaran sebesar 97,20, menunjukkan sistem pengendalian internal yang solid.
Sementara, dalam survei penilaian integritas (SPI) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), KY mendapatkan indeks mencapai 76,56, masuk zona hijau.
“Artinya, risiko korupsi dinilai rendah dan integritas organisasi berada pada level terjaga,” ucap Chair.
Survei Kepuasan Publik: Nilai A dengan Skor 91,38
Prestasi KY semakin lengkap dengan hasil survei kepuasan masyarakat terhadap layanan Penghubung Komisi Yudisial (PKY). Dari 600 responden.
Dalam survei tersebut, 461 menyatakan puas, 138 menyatakan cukup puas, dan hanya 1 responden menyatakan tidak puas.
“Hasilnya, Indeks kepuasan masyarakat mencapai 91,38 dengan predikat A, membuktikan pelayanan PKY dinilai profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Tak berhenti di situ, KY juga serius membangun kekuatan internal. Dengan 347 pegawai, pengembangan SDM (sumber daya manusia) menjadi pilar utama kinerja kelembagaan.
Sepanjang 2025, penguatan kompetensi difokuskan pada tiga jalur utama yakni pelatihan teknis, pelatihan manajerial, dan pelatihan sosial-kultural.
“Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan siap memimpin,” terangnya.
Menurut Chair, seluruh capaian itu dirangkum dalam laporan tahunan sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik, sekaligus menjadi bahan evaluasi berkelanjutan untuk peningkatan kualitas lembaga ke depan.
“Komisi Yudisial menegaskan komitmennya untuk terus terbuka terhadap masukan masyarakat demi mewujudkan lembaga pengawas hakim yang semakin profesional dan dipercaya publik,” pungkasnya.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post