Jakarta, Kabariku – Sejak berdiri pada 1990, SMA Taruna Nusantara (TN) di Magelang dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Jawa Tengah dan menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda berprestasi. Dari kampus yang berdiri di atas lahan milik Akademi Militer itu, lahir beragam sosok yang kini menempati peran strategis mulai dari perwira TNI-Polri, akademisi, teknokrat, hingga pejabat publik.
Di antara deretan alumninya, sejumlah nama kerap disebut karena rekam jejak prestasi akademik dan kepemimpinan, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Guinandra Luthfan Jatikusumo, Ronggo Wiyono, hingga Arya Krisna Fatahilah. Mereka pernah menerima penghargaan tertinggi siswa Medali Emas Garuda Trisakti Taruna Tama, sebuah simbol capaian akademik, kepribadian, dan kepemimpinan terbaik di tiap angkatan.
Gagasan yang Tumbuh dari Lingkar Strategis Pertahanan
SMA Taruna Nusantara lahir dari gagasan besar mengenai pentingnya pembentukan kader bangsa unggul. Ide awalnya disusun dalam sebuah makalah oleh perwira muda ABRI berpangkat mayor kala itu Prabowo Subianto dan kemudian diwujudkan oleh Jenderal LB Moerdani saat menjabat Menteri Pertahanan/Pangab.
Kerja sama pendidikan itu terwujud melalui nota kesepahaman antara ABRI dan Taman Siswa, yang kemudian membentuk Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Sekolah ini diresmikan oleh Panglima ABRI, Jenderal Try Sutrisno, pada 14 Juli 1990, sekaligus melantik angkatan pertama.
Dalam sebuah kesempatan pembukaan masa pendidikan siswa angkatan ke-36 di Magelang, Senin (14/7/2025), Menteri Luar Negeri sekaligus Kepala LPTTN, Sugiono, menegaskan kembali sejarah intelektual gagasan tersebut.
“Pada saat itu pikiran tersebut dituliskan dalam bentuk makalah oleh seorang perwira muda ABRI berpangkat mayor. Gagasan itu diwujudkan oleh Bapak Jenderal TNI Moerdani sehingga berdirilah kampus SMA Taruna Nusantara seperti yang kita lihat saat ini. Mayor tersebut bernama Prabowo Subianto,” ujar Sugiono, dikutip Selasa (15/7/2025).
Dari Sekolah Semi-Militer hingga Ruang Prestasi Nasional
Pada awal berdiri, SMA Taruna Nusantara hanya menerima siswa laki-laki. Baru pada 1996, sekolah membuka penerimaan bagi siswi perempuan. TN pernah memberikan beasiswa penuh bagi seluruh siswa, sebelum program tersebut dihentikan pada 2001 akibat krisis moneter. Kini, beasiswa diberikan dalam skema terbatas.
Meski kerap diasosiasikan dengan jalur militer, sekolah ini berstatus swasta di bawah Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) Kementerian Pertahanan bukan sekolah ikatan dinas.
Tujuan pendiriannya tetap sama sejak awal:
mendidik pemuda-pemudi terbaik dari seluruh Indonesia untuk melanjutkan cita-cita Proklamator, dengan membuka jalan bukan hanya ke Akademi Militer atau Polri, tetapi juga ke perguruan tinggi nasional, sekolah kedinasan, hingga universitas luar negeri.
Daftar Peraih Medali Emas Garuda Trisakti Taruna Tama 1993–2023
Sebagai catatan perjalanan sekolah, daftar peraih Medali Emas tiap angkatan menunjukkan keberagaman latar belakang, minat, dan jalur karier para alumninya.
Daftar Peraih Medali Emas Angkatan I–XXXI (1993–2023):
- Angkatan I — Firman Dwi Cahyono
- Angkatan II — Jati Setiawan
- Angkatan III — Dito Sutejo
- Angkatan IV — Yusa Adi Hartanto
- Angkatan V — Agus Harimurti Yudhoyono
- Angkatan VI — Andy Arvianto
- Angkatan VII — Achmad Hikam
- Angkatan VIII — Wulan Asti Rahayu
- Angkatan IX — Muhammad Syaiful Anam
- Angkatan X — Ina Damayanti
- Angkatan XI — Muh Farid Isnawan
- Angkatan XII — Dhana Putra Prasetya
- Angkatan XIII — Intan Nur Asma Hardhani
- Angkatan XIV — Satrio Tegas Wicaksono
- Angkatan XV — Ronggo Wiyono S.
- Angkatan XVI — Ryan Putra Pratama
- Angkatan XVII — Bagas Dhanu Rendra
- Angkatan XVIII — Guinandra Luthfan Jatikusumo
- Angkatan XIX — Fauzy Pratama
- Angkatan XX — Anggara Putra Bagustama
- Angkatan XXI — Anastasha Puspagita Herasmoro
- Angkatan XXII — Fransiska Herline Novitasari
- Angkatan XXIII — Neo Aditya Kuntar
- Angkatan XXIV — Anisa Fajriani
- Angkatan XXV — Deas Makalingga Emiri
- Angkatan XXVI — Apandi Purba
- Angkatan XXVII — Rahmat Akbar Berliano Ulurura
- Angkatan XXVIII — Jofanka Hendhico Arintio
- Angkatan XXIX — Magistra Fauzi Hibatullah
- Angkatan XXX — Arya Krisna Fatahilah
- Angkatan XXXI — Muhammad Riza Yudhistira
Deretan nama tersebut memperlihatkan kesinambungan tradisi prestasi di Taruna Nusantara dari ruang barak pendidikan, menuju kampus global, hingga panggung kepemimpinan nasional.
Poros Kaderisasi yang Terus Bergerak
Di tengah dinamika pendidikan nasional, SMA Taruna Nusantara tetap menempati posisi unik: sekolah dengan disiplin semi-militer, kultur kebangsaan yang kuat, dan orientasi akademik yang semakin terbuka.
Perpaduan nilai kedisiplinan, kebangsaan, sains, dan kepemimpinan menjadikan kampus Magelang itu sebagai salah satu poros pembentukan sumber daya manusia unggul yang jejaknya dapat dilihat dari para alumni yang kini mengabdi di berbagai sektor.
Sekolah ini bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan ruang kaderisasi yang terus bertransformasi bersama perjalanan bangsa.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com















Discussion about this post