• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Maret 31, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Disebut “Hiroshima Indonesia”: Menguak Kawasan Pertahanan Masa Kolonial di Sukabumi

Tresyana Bulan oleh Tresyana Bulan
15 November 2025
di News
A A
0
Sisa bangunan di kawasan Hiroshima 2 di Sukabumi

Sisa bangunan di kawasan Hiroshima 2 di Sukabumi (dok Tim Bah Anton Charliyan)

ShareSendShare ShareShare

Sukabumi, Kabariku – Jejak pertahanan militer masa kolonial kembali mencuri perhatian publik setelah ditemukannya kompleks benteng bawah tanah berskala besar di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kawasan yang selama puluhan tahun hanya dianggap hutan biasa oleh masyarakat lokal itu ternyata menyimpan struktur pertahanan raksasa peninggalan Belanda dan Jepang yang diduga menjadi salah satu pusat operasi paling rahasia di Jawa Barat pada masa Perang Dunia II.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Penemuan ini bukan hanya membuka kembali memori kelam masa pendudukan, tetapi juga berpotensi mengubah pemahaman sejarah pertahanan kolonial di Indonesia, sebab bentuk dan kelengkapan fasilitasnya menunjukkan bahwa wilayah tersebut pernah menjadi titik strategis yang sengaja disamarkan dari pengawasan publik maupun musuh.

RelatedPosts

El Nino Diprediksi Picu Kemarau Panjang, Aktivis Lingkungan Dorong Kesiapsiagaan Pemkab Garut

Wamensos Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di PPSDMAP Bogor: Target Beroperasi April 2026

Presiden Prabowo Disambut Taruna Indonesia di Tokyo, Tegaskan Semangat Belajar dan Pengabdian

Temuan ini pertama kali diungkap budayawan sekaligus mantan Kapolda Jabar, Irjen Pol (Purn) Dr. Anton Charliyan, yang menyebut kawasan tersebut menyimpan rangkaian fasilitas militer berskala besar yang selama puluhan tahun terkubur dan tak tersentuh publik.

Abah Anton (kanan) bersama Tim di lokasi benteng pertahanan militer Jepang ditemukan di Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Bentang Area Diduga Capai 1.000 Hektare

Struktur pertahanan yang ditemukan membentang dari Sukaraja hingga Puncak Gunung Padang dan Sukalarang, dengan luas diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 hektare. Lokasi ini mencakup bukit, lembah, dan hutan rapat—kondisi ideal untuk pertahanan tersembunyi.

Di Dusun Tegal Panjang, tim peneliti menemukan berbagai fasilitas yang mengindikasikan kompleks militer berskala besar, seperti: helipad, rumah sakit, kantor telegraf, pabrik mesiu dan pengolahan logam.

Juda ditemukan jalur lori dan rel kereta; pos pantau; benteng pembatas; asrama prajurit; terowongan dan gua bawah tanah.

Baca Juga  Catatan Anton Charliyan: ‘Seorang Jokowi dan Event Balapan Formula-E Jakarta’

“Dari temuan fasilitasnya, jelas ini bukan markas biasa. Skala dan sistem pertahanannya menunjukkan wilayah ini pernah menjadi pusat operasi kolonial yang sengaja disembunyikan,” ujar Anton Charliyan, Sabtu (15/11/2025).

Struktur Tapal Kuda yang Sulit Diserang

Didampingi peneliti independen Ambu Zahwa dan tokoh masyarakat setempat, Abah Anton menjelaskan bahwa struktur pertahanan berbentuk tapal kuda itu dirancang agar tidak mudah terlihat dari udara dan sulit diserang dari arah belakang.

Penjelasan ini diperkuat kesaksian warga yang sejak lama mengetahui kawasan tersebut sebagai lokasi kolonial yang sangat tertutup.

“Banyak yang mengira Sukabumi hanya punya jejak sekolah polisi kolonial, padahal bukti lapangan menunjukkan kemungkinan besar di sini pernah berdiri pusat pendidikan dan pertahanan militer Belanda dan Jepang,” ujarnya.

Peneliti menduga bahwa sekolah polisi kolonial di Sukabumi dulu bisa saja merupakan kedok untuk pelatihan kader militer. Proses identifikasi artefak dan struktur masih berlangsung.

Warga: Siapa yang Melanggar Bisa Dieksekusi

Nama lokasi Bukit Larangan di Legok Cempaka Putih diyakini berasal dari masa kolonial, ketika kawasan ini dijaga superketat.

Menurut warga Desa Cireunghas, sebelum 1945 tempat ini merupakan markas strategis yang hanya bisa dimasuki personel tertentu.

“Dulu tempat ini sangat dijaga. Siapa pun yang masuk tanpa izin bisa dieksekusi,” ungkap Mang Hasan, tetua kampung setempat.

Ia juga menjelaskan bahwa benteng yang ditemukan membentang sepanjang 1-2 kilometer, dengan tinggi sekitar 4 meter dan ketebalan tembok sekitar 1 meter-menandakan konstruksi militer kelas berat. Kondisi geografis yang dikelilingi bukit menjadikan posisinya sangat strategis.

Disebut “Hiroshima Indonesia”

Sejumlah warga bahkan menyebut kawasan itu sebagai “Hiroshima Indonesia”. Sebutan ini muncul karena lokasi tersebut diduga pernah menjadi sasaran bombardir Sekutu pada 1945 ketika Jepang berada di ambang kekalahan.

Baca Juga  Peringatkan Mentan, Achmad Sajali: Fokus Kerja Saja, Jangan Bikin Gaduh di Ruang Publik

Di sekitar benteng, terdapat pula situs sejarah lain seperti Maqom Tua Gunung Karamat yang diyakini peninggalan Prabu Taji Malela serta Gua Rangga Gading yang disebut-sebut berkaitan dengan tokoh Prabu Rangga Gading Anteg.

Hingga kini, situs pertahanan Cireunghas belum tercatat resmi dalam sejarah nasional. Para pemerhati sejarah berharap pemerintah membuka kerja sama dengan Jepang dan Belanda untuk membuka arsip-arsip rahasia yang dapat mengungkap peran strategis kawasan ini.

“Lokasi ini sangat potensial menjadi situs wisata sejarah dan pengingat perjalanan bangsa. Ini warisan penting yang harus dijaga,” tegas Abah Anton.

Dengan potensi historis dan geografis yang luar biasa, benteng rahasia Cireunghas berpeluang besar dikembangkan sebagai kawasan konservasi sejarah dan budaya yang bernilai tinggi bagi generasi mendatang.***

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Anton Charliyan Mantan Kapolda Jabarfasilitas militer berskala besarHiroshima IndonesiaKawasan Pertahanan Masa Kolonialpeninggalan Belanda dan JepangPuncak Gunung Padang dan Sukalarang
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Anev Pelayanan STNK 2025, Korlantas Polri Dorong Transformasi Layanan dan Integrasi Samsat

Post Selanjutnya

Lima Pokja Dibentuk Tim Koordinasi Lintas K/L Program MBG

RelatedPosts

El Nino Diprediksi Picu Kemarau Panjang, Aktivis Lingkungan Dorong Kesiapsiagaan Pemkab Garut

30 Maret 2026

Wamensos Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di PPSDMAP Bogor: Target Beroperasi April 2026

30 Maret 2026

Presiden Prabowo Disambut Taruna Indonesia di Tokyo, Tegaskan Semangat Belajar dan Pengabdian

30 Maret 2026

Viral Video “Indonesia Kirim Bantuan Rudal untuk Iran”, Ini Fakta Sebenarnya

29 Maret 2026
Ilustrasi

BGN: 1.528 SPPG Sempat Distop, Tren Kepatuhan SLHS Meningkat

29 Maret 2026

Bela Negara Tak Harus Rumit: Bazar Murah PPATK Hadirkan Kebahagiaan Warga Cimpaeun

29 Maret 2026
Post Selanjutnya

Lima Pokja Dibentuk Tim Koordinasi Lintas K/L Program MBG

Dua Aset Properti Eks BPPN Senilai Rp 16 Milyar Dari DKJN Resmi Diterima BNN

Discussion about this post

KabarTerbaru

El Nino Diprediksi Picu Kemarau Panjang, Aktivis Lingkungan Dorong Kesiapsiagaan Pemkab Garut

30 Maret 2026

Audiensi UMKM Garut di DPRD: Desak Keadilan Rantai Pasok SPPG dan Prioritas Produk Lokal

30 Maret 2026
Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026. (Istimewa)

Garuda Gagal Juara! Indonesia Takluk 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026

30 Maret 2026
Mahasiswa desak DPR bentuk TGPF untuk usut teror air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.(Istimewa)

Mahasiswa Minta DPR Bentuk TGPF untuk Selidiki Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

30 Maret 2026

KPK: 87,83% PN/WL Telah Sampaikan LHKPN, Segera Lapor Sebelum Batas Akhir

30 Maret 2026

Wamensos Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di PPSDMAP Bogor: Target Beroperasi April 2026

30 Maret 2026

Presiden Prabowo Disambut Taruna Indonesia di Tokyo, Tegaskan Semangat Belajar dan Pengabdian

30 Maret 2026

Warga Khawatir Dampak Eksplorasi Panas Bumi Papandayan Garut Ganggu Ekosistem dan Pertanian

29 Maret 2026

Viral Video “Indonesia Kirim Bantuan Rudal untuk Iran”, Ini Fakta Sebenarnya

29 Maret 2026

Presiden Pimpin Ratas Virtual, Seskab Teddy: Bahas Penyesuaian Kebijakan Ekonomi dan Energi

29 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Petugas mengevakuasi korban meninggal dalam bencana longsor di Bungbulang Garut (Dok. BPBD Garut)

    Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNN Buru Jaringan Narkoba Internasional “Mami”, Gandeng DEA dan Polisi Kamboja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Khawatir Dampak Eksplorasi Panas Bumi Papandayan Garut Ganggu Ekosistem dan Pertanian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Terkesan Latar “Criminal Mind” Bossman, Sebut Relevan bagi KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KontraS Ungkap Kondisi Andrie Yunus Usai Operasi 4 Jam, RSCM Temukan Iskemia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com