• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Maret 4, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Mengenal Nissa Wargadipura Peraih Penghargaan FOOD HERO’s FAO 2024

Redaksi oleh Redaksi
27 Oktober 2024
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

_Pengakuan atas Dedikasi Perempuan dalam Pertanian Keluarga dan Agroekologi_

Garut, Kabariku- Nissa Wargadipura, aktivis lingkungan sekaligus Pendiri dan Pemimpin Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, mendapatkan penghargaan bergengsi FOOD Hero’s FAO 2024 oleh Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Penghargaan ini diberikan kepada 26 individu dari seluruh dunia yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa dalam memastikan akses terhadap pangan yang beragam, bergizi, terjangkau, dan aman bagi masyarakat.

RelatedPosts

KPK Boyong 11 Orang ke Jakarta Terkait OTT Bupati Pekalongan

THR ASN & BHR Ojol Resmi Cair, Pemerintah Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Awal 2026

Deklarasi Pemuda Timur, Sandri Rumanama Soroti Relasi Konstitusional Polri dan Presiden

Penghargaan diberikan pada Pembukaan Global Family Farming Forum yang merupakan program Satu Dekade Pertanian Keluarga PBB (The United Nations Decade of Family Farming). Forum berlangsung di Plenary Hall FAO di Roma, Italia, 16 Oktober 2024 yang lalu.

Nissa Wargadipura mendapatkan penghargaan tersebut berkat dedikasinya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pertanian keluarga dan agroekologi.

Sejak mendirikan Pesantren Ekologi Ath-Thaariq pada tahun 2008, Nissa telah mengintegrasikan ilmu pertanian berkelanjutan dengan nilai-nilai keagamaan.

Pesantren ini menjadi pusat pendidikan yang membekali para santri dengan keterampilan dalam praktik pertanian ramah lingkungan dan pengetahuan mengenai ketahanan pangan, sebagai upaya menghadapi tantangan krisis iklim.

“Dalam pidato yang saya sampaikan pada pemberian penghargaan di Roma, saya menyatakan bahwa tahun 2008 menjadi tonggak berharga dimana gerakan lingkungan berbasis nilai-nilai Islam (red-Green Islam) pertama kali diperkenalkan oleh Pesantren Ekologi Ath-Thaariq (red-Ath-Thaariq) dan memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri,” ucap Nissa Wargadipura.

Lanjut Nisa menjelaskan, Ath-Thaariq tidak hanya berdiskusi dalam dimensi teori saja, tetapi juga dalam praktek kehidupan sehari–hari. Ath-Thaariq memiliki pandangan dasar tentang metodologi Agroekologi yang diadopsi melalui cara pandang Islam yang menjelaskan tentang Islam yang rahmatan lil’alamin.

Baca Juga  PWI Jawa Barat Tegas Dukung Kepemimpinan Zulmansya Sakedang Hasil KLB

“Rahmat Allah SWT kepada semesta dan komitmen ber-akhlaq karimah/akhlaq mulia) kepada sesama dan semesta. Metodologi ini mengandung 3 (tiga) dimensi, yaitu sebagai ilmu, sebagai seperangkat praktik dan sebagai gerakan sosial,” lanjutnya.

Nissa memaparkan, Agroekologi berhasil menjadikan Ath-Thaariq sebagai  organisasi yang berkembang kuat dan memberi contoh serta  keteladanan dalam melindungi kearifan lokal, membuktikan resiliensi sehingga dapat melewati masa krisis Pandemic Covid-19 dan perubahan iklim.

Hal ini, menurutnya, dilakukan dengan menerapkan sistem polikultur atau pola tanam dengan berbagai jenis tanaman pertanian pada lahan yang sama sebagai upaya  pemeliharaan keanekaragaman benih warisan turun menurun.

“Agroekologi berbasis agama ini melahirkan gerakan yang mengkombinasikan beberapa jenis pengetahuan, diantaranya: agama, ekologi-agroekologi, ekofeminisme, kearifan lokal, sirkuler ekonomi, ekonomi sosial solidaritas, kewirausahaan hijau, teknologi tepat guna, dan digitalisasi,” papar Pimpinan Pesantren Ath-Thaariq ini.

Pendekatan partisipatif yang diterapkan oleh Nissa berhasil menjadikan inisiatif yang awalnya diterapkan dalam keluarga, meluas menjadi sarana pemberdayaan komunitas lokal.

Praktik pertanian berkelanjutan yang ia ajarkan membantu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus melestarikan lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah penggunaan benih warisan atau benih lokal yang adaptif terhadap iklim ekstrim.

“Selain memperkuat ketersediaan pangan, benih ini juga mendukung terciptanya ekonomi sirkular dan ekonomi berbasis solidaritas sosial, dimana proses pertanian termasuk hasil panen dapat diakses oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.

Potensi keberlanjutan inisiatif yang dikembangkan oleh Nissa, melalui  pengembangan modul “Green Islam” yang mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dan feminisme dalam  Islam.

Pencapaian Nissa Wargadipura membuktikan bahwa perempuan adalah sosok yang memiliki kontribusi penting dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang sedang melanda seluruh dunia. Inisiatif dari Garut, Jawa Barat untuk Dunia.

Tentang Nissa Wargadipura dan Pesantren Ekologi Ath-Thaariq

Nissa Wargadipura adalah aktivis lingkungan yang berkomitmen dalam memperkuat ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan melalui pendidikan agroekologi.

Baca Juga  Peluang ASN Alih Status Menjadi Pegawai Otorita IKN Nusantara

Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, yang ia dirikan di Garut, Jawa Barat, menjadi tempat di mana ilmu pertanian berkelanjutan diajarkan berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan, melahirkan generasi yang peduli terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

Konsep agroekologi dimaknai sebagai cara bertani yang mengintegrasikan secara komprehensif aspek pemulihan ekologi hingga sosial ekonomi masyarakat.

Suatu mekanisme bertani yang dapat memenuhi kriteria : manfaat ekonomi; manfaat sosial bagi keluarga dan masyarakat; dan perlindungan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Tujuannya untuk memutus ketergantungan petani terhadap input eksternal dan penguasa pasar yang mendominasi sumber daya agraria.

Pelaksanaan pertanian agroekologi bersumber dari tradisi pertanian keluarga yang menghargai, menjamin dan melindungi keberlanjutan alam untuk mewujudkan kembali budaya pertanian sebagai kehidupan.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Penghargaan FOOD HERO’s FAO 2024Pesantren Ekologi Ath-ThaariqSatu Dekade Pertanian Keluarga PBB
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Kenangan Masa Muda di Akmil: Sjafrie Sjamsoeddin Kembali ke Bukit Tidar sebagai Menteri Pertahanan RI

Post Selanjutnya

Jika Terpilih di Pilgub 2024, RK Janji Gratiskan Sekolah dan Jadikan Jakarta Kota Festival

RelatedPosts

Bus pariwisata membawa rombongan sekitar 11 orang yang terjaring OTT Bupati Pekalongan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Boyong 11 Orang ke Jakarta Terkait OTT Bupati Pekalongan

3 Maret 2026

THR ASN & BHR Ojol Resmi Cair, Pemerintah Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Awal 2026

3 Maret 2026
Pemuda Timur menyatakan dukungan agar Polri tetap di bawah Presiden. (Foto:Bemby/kabariku)

Deklarasi Pemuda Timur, Sandri Rumanama Soroti Relasi Konstitusional Polri dan Presiden

3 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Bidik Pihak Lain Usai OTT Bupati Pekalongan

3 Maret 2026
GEKIRA resmi membentuk Resimen Ekologi. (Foto: Istimewa)

GEKIRA Resmi Bentuk Resimen Ekologi

3 Maret 2026
Polres Jakarta Pusat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan ribuan ekstasi dan jenis narkoba lainnya. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Polres Jakarta Pusat Ungkap 8 Kasus Narkoba, Sita Ribuan Ekstasi dan 109 Kg Sabu

3 Maret 2026
Post Selanjutnya

Jika Terpilih di Pilgub 2024, RK Janji Gratiskan Sekolah dan Jadikan Jakarta Kota Festival

Gregrorius Ronald Tannur Ditangkap di Surabaya, Berikut Penjelasan Kajati Jatim

Discussion about this post

KabarTerbaru

Presiden Prabowo Bertemu Sejumlah Tokoh Bangsa, Seskab Teddy: Bangun Ruang Diskusi Lintas Generasi

4 Maret 2026
Bus pariwisata membawa rombongan sekitar 11 orang yang terjaring OTT Bupati Pekalongan. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Boyong 11 Orang ke Jakarta Terkait OTT Bupati Pekalongan

3 Maret 2026

THR ASN & BHR Ojol Resmi Cair, Pemerintah Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Awal 2026

3 Maret 2026
Pemuda Timur menyatakan dukungan agar Polri tetap di bawah Presiden. (Foto:Bemby/kabariku)

Deklarasi Pemuda Timur, Sandri Rumanama Soroti Relasi Konstitusional Polri dan Presiden

3 Maret 2026

Presiden Prabowo Undang Presiden dan Wapres Terdahulu serta Ketum Partai Politik ke Istana

3 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo saat dimintai keterangan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

KPK Bidik Pihak Lain Usai OTT Bupati Pekalongan

3 Maret 2026
GEKIRA resmi membentuk Resimen Ekologi. (Foto: Istimewa)

GEKIRA Resmi Bentuk Resimen Ekologi

3 Maret 2026
Polres Jakarta Pusat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan ribuan ekstasi dan jenis narkoba lainnya. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku)

Polres Jakarta Pusat Ungkap 8 Kasus Narkoba, Sita Ribuan Ekstasi dan 109 Kg Sabu

3 Maret 2026
PDPI mengingatkan bahaya sleep apnea yang kerap tak terdiagnosis serta tingginya kasus TB Indonesia yang masih peringkat kedua dunia.

Mendengkur Bisa Picu Stroke! Dokter Paru Soroti Sleep Apnea dan Ancaman TB Resisten Obat

3 Maret 2026

Kabar Terpopuler

  • Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI 1993-1998

    Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Penyalahgunaan APBDes 2025, Pemdes Mekarjaya Pastikan Tak Ada Temuan Penyimpangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rudal Iran Hancurkan Kantor PM Israel dan Kondisi Netanyahu Belum ditentukan, inilah Faktanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 11 Terdakwa Dituntut Bersalah di Perkara Korupsi Pembiayaan Fiktif Telkom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gugurnya Ayatullah Khamenei: Alarm Arah Politik Luar Negeri Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com