Transformasi RASI FM Cisewu Garut ke Visual, Cerita Inspiratif “Mapay Lembur” Tayang Perdana di Konferensi AMARC 2023

Garut, Kabariku- Radio Komunitas RASI 107,8 FM Cisewu Garut kembali mencetak prestasi gemilang dengan kembali dipercaya oleh Asosiasi Penyiar Radio Komunitas Internasional (AMARC) untuk program pelatihan produksi.

Setelah sukses menjadi peserta pelatihan peningkatan kapasitas penyiaran daring pada tahun 2022, kali ini RASI FM bersama radio komunitas dari berbagai negara Asia Pasifik merangkul kesempatan untuk meningkatkan kemampuan produksi melalui kerjasama pelatihan yang lebih dalam.

Dalam pertemuan internasional, Maret Tahun 2023, yang dihadiri oleh perwakilan radio komunitas dari India, Bangladesh, Nepal, Timor Leste, dan Indonesia, Radio RASI FM mewakili bangsa dengan bangga. Dalam kerjasama ini, fokus utama adalah pengembangan produksi siaran yang lebih kreatif, termasuk pembuatan Iklan Layanan Masyarakat, feature, dan drama radio.

Menariknya, program pelatihan tahun ini menghadirkan pendekatan yang berbeda. Selain produksi audio, RASI FM juga merambah ke dunia video dengan menggagas pembuatan film pendek.

Latief Rochyana, Pimpinan Radio RASI FM Cisewu Garut, menjelaskan bahwa film pendek berjudul “Mapay Lembur” dengan durasi 15-20 menit ini merupakan inovasi luar biasa.

Cerita film diangkat dari naskah drama radio yang sudah diproduksi sebelumnya, dan menggambarkan perjuangan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi selama dan pasca pandemi Covid-19, terutama mereka yang berprofesi sebagai buruh tani dan pedagang sayur keliling.

“Film tersebut mengangkat cerita bagaimana ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dan bagaimana mereka bangkit pada pasca pandemi Covid-19,” jelas Latief dalam keterangan tertulisnya. Senin (7/8/2023).

Para pegiat dan penyiar Radio RASI FM berperan ganda dalam produksi film ini, dari skenario, penyutradaraan, hingga penyuntingan.

Menariknya, para pemeran dalam film ini merupakan sosok-sosok yang akrab dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Cisewu, meskipun mereka bukan berasal dari latar belakang perfilman.

“Alhamdulillah mereka bisa memerankannya dengan baik, alih-alih sebelum pelaksanaan produksi kami pun terlebih dahulu menerjunkan mereka ke masyarakat untuk mendengarkan bagaimana dan apa yang dihadapi warga buruh dan pedagang kecil sepanjang pandemi dan panca pandemi ini,” tambah Latief.

Antusiasme terhadap film pendek “Mapay Lembur” berdurasi 15-20 menit ini tidak hanya terasa di tingkat lokal. Kabar baiknya adalah film ini direncanakan akan tayang perdana di Bangkok, Thailand, dalam pembukaan Konferensi AMARC 2023 pada bulan September mendatang.

Harapan Latief Rochyana, film ini akan menjadi daya tarik utama dalam konferensi tersebut.

“Dan diakhiri dengan kegiatan konferensi radio-radio komunitas se-Asia Pasifik, Insya Allah Film pendek buatan urang Cisewu tayang perdana disana,” ujar Latif.

Program kerjasama dan pelatihan yang dikoordinasikan oleh AMARC ini telah membawa Radio RASI FM pada perjalanan yang menginspirasi. Dengan durasi dua tahun (2023-2024), program ini akan terus mendukung pengembangan produksi film pendek dan episode-episode berikutnya.

Keberhasilan Radio RASI FM Cisewu Garut dalam mengadaptasi cerita-cerita lokal menjadi karya visual inspiratif adalah bukti nyata bagaimana kekuatan radio komunitas dapat melintasi batas-batas negara dan memberikan dampak positif yang tak terlupakan.

Film pendek “Mapay Lembur” direncanakan tayang perdana di Bangkok, Thailand, dalam pembukaan Konferensi AMARC 2023.***

Red/K.101

Tinggalkan Balasan