KPK Ungkap Kode ‘Everybody Happy’ dan Istilah ‘Nganter Musang King’ Dibalik Kasus Suap Wali Kota Bandung

Jakarta, Kabariku- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapati kode ‘everybody happy’ di balik kasus suap pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet dalam program Bandung Smart City yang menyeret Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan kode ‘everybody happy’ itu diucapkan oleh Sekretaris Dishub Pemkot Bandung, Khairul Rijal kepada sekretaris pribadi Yana, Rizal Hilman, usai Yana menerima duit suap.

“Setelah DD dan YM menerima uang, KR menginformasikan kepada RH dengan mengatakan ‘every body happy’,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, dikutip Selasa (18/4/2023).

DD adalah Dadang Darmawan selaku Kadishub Pemkot Bandung.

Selain kode ‘everybody happy’, Ghufron juga menyebut ada istilah ‘nganter musang king’ dalam kasus tersebut.

Istilah nganter musang king tersebut merupakan kode untuk penyerahan uang dari Sony Setiadi (SS), CEO Citra Jelajah Informatika/CIFO) dan Andreas Guntoro (AG), Manager Sarana Mitra Adiguna/SMA.

“Diperoleh informasi, penyerahan uang dari SS dan AG untuk YM memakai istilah ‘nganter musang king’,” kata Ghufron.

Untuk diketahui, kata ‘Musang King’ merupakan salah satu jenis durian yang terbilang mahal dan banyak dibudidayakan di Malaysia. Harga jual di pasaran mencapai Rp1 juta per kilogram.

Terkait penyidikan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa suap pengadaan Bandung Smart City, pada hari Senin (17/4) Tim Penyidik telah selesai melaksanakan penggeledahan di 3 lokasi berbeda.

Juru Bicara Bidang Penindakan, Ali Fikri mengatakan, Lokasi dimaksud, yaitu; Balaikota Bandung, Kantor Dishub Kota Bandung, Dan Kantor PT SMA yang berada di wilayah Jakarta Barat.

Di 3 lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan berbagai bukti antara lain dokumen dan alat elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara.

“Analisis dan penyitaan segera dilakukan sebagai bagian dari kelengkapan berkas perkara penyidikan dari Tersangka YM dkk,” kata Ali.

Sebelumnya, KPK menetapkan 6 orang sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan barang serta jasa berupa CCTV serta jaringan internet untuk proyek Bandung Smart City.

Yana yang menjabat wali kota sejak 2022 sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada Jumat (14/4). Dia diamankan di Rumah Dinas Wali Kota sekitar pukul 19.15 WIB.

Selain Yana KPK juga menetapkan sebagai tersangka lainnya, yakni Dadang Darmawan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Khairul Rijal Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung, Sony Setiadi CEO PT CIFO, Benny Direktur PT SMA, serta Andreas Guntoro Manager PT SMA.***

Red/K.101

Tinggalkan Balasan