Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Mendukung Rencana KSAD Rekrut Para Santri Menjadi Prajurit TNI

Kabariku- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., mengatakan bakal merekrut para santri untuk menjadi prajurit TNI. Pernyataan yang disampaikan KSAD saat meninjau pengamanan Reuni 212 di Monas. Kamis (2/12/2021) lalu.

Dalam rekaman video, mantan Pangdam Jaya itu diunggah di akun Youtube TNI AD berjudul Kasad Akan Merekrut Calon Prajurit dari Santri dan Lintas Agama.

“Saya akan merekrut prajurit, baik Tamtama maupun Perwira ini khusus para santri. Dari pesantren-pesantren termasuk dari lintas agama, khususnya dari muslim, ada khusus lagi tafsir Alquran,” kata KASAD.

Alasan KSAD, perekrutan para santri ini, karena mereka telah memiliki bekal pendidikan agama.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T., menyatakan dukungan rencana Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman merekrut prajurit karir bagi para tamtama dan bintara. untuk Tahun Anggaran 2022 dengan latar belakang alumni pesantren.

Menurut Ali Ramdhani, kualitas lulusan pesantren memang mumpuni dari segala aspek, baik perilaku, pengetahuan maupun keterampilan.

“Meski KSAD ingin merekrut alumni pondok pesantren, namun tidak ada pelatihan-pelatihan khusus kepada para santri,” kata Ali Ramdhani.

Secara mendasar, jelas Ali Ramdhani, latihan kemiliteran hanya militer yang memiliki kedisplinan, sementara ruang-ruang dasar tentang pendidikan sudah diajarkan di pondok pesantren.

Kedisplinan, kejujuran, taat terhadap pimpinan itu adalah suatu hal yang diajarkan di lembaga kita tetapi kalau khusus kemiliteran tentu saja itu adalah model pendidikan di TNI.

“Tetapi modal-modal dasar yang dimiliki alumni pesantren saya yakin mereka teramat sangat siap untuk mengabdi bersama TNI menghadirkan sistem pertahanan terbaik buat bangsa ini,” ujarnya.

Ali Ramdhani menyebut secara khusus tidak ada ada instruksi-instruksi khusus dari masing-masing pondok pesantren, namun secara umum bahwa apa yang telah dilakukan pesantren sesungguhnya merupakan bagian dari cara untuk menghadirkan di seluruh profesi bagi anak bangsa.

“Sehingga kalau diajarkan kami malah lebih memberikan apresiasi kepada pak KSAD ya yang telah mengajak kami untuk bersama-sama mengawal NKRI melalui mekanisme atau institusi pertahanan,” katanya.

Ali menegaskan, Ketika negara memanggil, hanya satu kata yang siap, potensi siap dan kami memberikan apresiasi kepada Jenderal KSAD Dudung yang mengajak alumni dari pendidikan Islam termasuk pesantren untuk menjadi prajurit TNI.

“Bersama dan kami percaya prajurit TNI yang merupakan alumni pondok pesantren. Mereka yang merah putih, NKRI sekaligus memiliki akhlak yang lengkap, akhlak yang baik,” pungkas Ali.***

Red/K.000

Tinggalkan Balasan