Rumah Jenderal Kebanjiran, Pertama Kali dalam 30 Tahun

Salah satu bagian rumah Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit di kawasan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tampak tergenang air. (Foto: Istimewa)

KABARIKU – Bencana banjir yang menerjang wilayah Jabodetabek sejak awal tahun 2020 mengakibatkan sejumlah orang meninggal dunia dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dampak banjir ini juga turut dirasakan oleh keluarga Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Peduli Anti Narkoba, Tawuran & Anarkis (Gepenta).

Ketika dihubungi pada Kamis (2/1/2020), pensiunan jenderal polisi bintang satu ini mengaku rumahnya di  kawasan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter.

“Saya tentunya sangat prihatin pada awal tahun 2020 ini kita ditimpa musibah seperti ini. Selama 30 tahun saya mendiami rumah ini tidak pernah kebanjiran. Kalau pun banjir hanya jalan saja, tidak masuk air ke dalam rumah. Tapi kali ini benar-benar parah,” ujar Brigjen Pol (Purn) DR Parasian Simanungkalit.

Menurutnya, banjir yang menggenangi Petukangan Selatan dan sekitarnya diperparah oleh waduk di dekat rumahnya yang tidak pernah dikeruk selama dua tahun terakhir. Sehingga, terjadi pendangkalan yang ketika curah hujan sangat tinggi tidak mampu lagi menampung debit air hingga meluap dan menyebabkan banjir seperti sekarang ini.

“Demikian juga selokan, gorong-gorong yang menghubungkan waduk dengan kali yang ada di Petukangan Utara tertutup, biasanya selalu dibersihkan oleh Pemda. Tetapi tidak lagi seperti yang lalu rajin petugasnya, sekarang dibiarkan saja, akibatnya air juga tersumbat maka air bertambah melimpah,” ujarnya.

“Sangat disayangkan Pemda DKI Jakarta kurang siap menghadapi curah hujan yang sudah rutin setiap tahun akan turun deras melebihi dari biasanya.” Demikian Parasian menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa menurut prakiraan potensi hujan lebat awal tahun di Jabodetabek masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan.

Hal itu disampaikan Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Banjir Jabodetabek di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (2/1/2019).

“Potensi hujan lebat 2-7 januari di jabodetabek,” kata Dwikorita Karnawati.

Karenanya, masyarakat diharap waspada terhadap potensi banjir dan longsor serta angin kencang. Lebih lanjut prakiraan cuaca yang terjadi di Jabodetabek rata-rata diawali pada pagi hari berawan, siang hingga malam hujan. Meskipun sudah diprediksi, cuaca dapat sewaktu-waktu berubah karena anomali cuaca,” katanya.(Has)

Tinggalkan Balasan