Petani Sei Mencirim dan Melingkat Minta Perlindungan Presiden, BMI: Negara Harus Lindungi Rakyatnya

Ketua Departemen Advokasi dan Pengembangan SDM Bintang Muda Indonesia, Eben Eser Ginting, SH

KABARIKU – Aksi jalan kaki para petani Sei Mencirim dan Melingkat, Sumatera Utara, ke Jakarta untuk mengadukan nasibnya langsung kepada Presiden Joko Widodo, menjadi sorotan Bintang Muta Indonesia, organisasi sayap Partai Demokrat.

“Seharusnya hal ini tidak terjadi apabila negara hadir dan pemerintah melindungi rakyatnya. Sungguh miris melihat ibu-ibu, anak anak dan manula, harus menyampaikan aspirasinya melalui jalan kaki dari Sumatera Utara ke Istana (Jakarta). Kami harap Pemerintahan Jokowi bisa menyelesaikan persoalan persoalan yang dialami oleh masyarakat Simelingkat dan Sei Mencirim tersebut,” papar Ketua Departemen Advokasi dan Pengembangan SDM Bintang Muda Indonesia, Eben Eser Ginting, SH dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2020).

Eben Eser menegaskan, seharusnya pemerintah daerah melindungi rakyatnya, bukan diam bahkan terkesan membiarkan perusahan tersebut merebut tempat tinggal dan lahan pertanian masyarakat Simalingkat dan Sei Mencirim.

“Pemerintah memilih lebih melindungi korporasi perusahaan daripada rakyatnya sendiri. Persoalan-persoalan seperti ini seharusnya tidak lagi terjadi apabila negara hadir di tengah masyarakat,” paparnya.

Eben menyatakan, pihaknya sangat prihatin melihat aksi jalan kaki ke Jakarta yang dilakukan oleh masyarakat Simelingkat dan Sei Mencirim tersebut.

Infomasi yang dihimpun menyebutkan, ratusan warga warga Simelingkat dan Sei Mencirim berangkat ke Jakarta pada Kamis (25/6/2020) lalu. Mereka berangkat dari Medan dengan berjalan kaki.

Mereka akan menemui Presiden untuk mengadukan nasibnya yang menurut mereka terusir dari lahan yang mereka tempati sejak 1951 silam.

Keterangan lain menyebutkan, lahan tersebut merupakan lahan eks HGU PTPN II. Bentrokan antara warga dengan pihak PTPN II sempat terjadi sehingga beberapa warga mengalami luka.

“Kami ingin Pak Presiden mengambil sikap untuk menyelesaikan konflik agraria di Sumut,” ujar salah seorang warga Sei Mencirim. (Has)

Leave a Reply