Pasangan Suami Istri Asal Rusia yang Ngamen di Mataram, Dideportasi Besok

Inilah Mihkail dan istrinya Ekaterina serta anaknya Serafima yang ngamen di pasar di Mataram, NTB. (*)

KABARIKU – Pasangan suami istri asal Rusia, Mikhail (29) dan Ekaterina (28), yang kedapatan ngamen di Pasar Tradisonal Kebon Roek, Mataram, NTB, akan diterbangkan ke negeri asalnya, Rusia, pada Minggu malam (3/5/2020) oleh konsulat Rusia di Bali melalui Bandara Ngurah Rai.

Pasutri bule yang membawa anaknya berumur dua tahun bernama Serafima itu, diamankan Kantor Imigrasi Kls I TPA Mataram sejak Rabu tanggal 29 April hingga Sabtu (2/5/2020) hari ini.

Karena pertimbangan kemanusiaan terkait keberadaan anak dua tahun, mereka tak ditahan di ruang tahanan, melainkan diamankan di ruangan khusus dengan tempat tidur yang nyaman. Kebutuhan makan mereka pun dijamin oleh kantor Imigrasi.

Seperti diberitakan, video Mikhail dan Ekaterina yang ngamen di pasar di Mataram menjadi heboh.

“Mereka mengemis, ngamen, uangnya dibelikan kebutuhan makan. Kasihan. Kami langsung melacak mereka dan mengamankannya ke kantor Imigrasi,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kls I TPA Mataram, Syahrifullah kepada wartawan, Jumat (1/5/2020).

Dari dokumen yang ada, keluarga Rusia itu datang ke Indonesia dengan menggunakan paspor wisatawan. Selain itu ijin tinggalnya pun sudah habis sebab berlaku hanya sampai April 2020.

Syahrifullah menambahkan, terkait pandemi Covid-19 pihaknya memberi kelonggaran kepada wisatawan asal Rusia tersebut. Seharusnya, karena menggunakan paspor wisatawan, mereka tak boleh mencari kerja atau aktivitas lainnya untuk mencari nafkah.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Mataram Reza Mulyawan mengatakan, keluarga Rusia ini telah melakukan rapid test di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lembar, dan hasilnya non-reaktif.

Saat ngamen, Mikhail dan Ekaterina tampak tak ubahnya kaum gipsi, meski sedikit lebih gaya. Tak mengenakan alas kaki dengan pakaian seadanya. Sementara anaknya, Serafima, tertidur di gendongan Ekaterina, ibunya. Mereka menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi, sementara alat musik yang dimainkannya adalag accordeon.

Mikhail mengatakan, akibat pandemi Covid-19, semua pintu masuk menuju Rusia ditutup sehingga dia dan anak istrinya tidak bisa keluar dar Indonesia.

Ia menambahkan, sebelum ke Indonesia, mereka berada di Malaysia. Rencananya hanya dua hari berada di Indonesia dan akan kembali ke Malaysia. Namun karena Malaysia menerapkan kebijakan lockdown, maka mereka tak bisa masuk.

“Perbekalan semakin menipis sementara kebutuhan harus tetap terpenuhi, maka kami memutuskan ngamen,” kata Mikhail kepada petugas Imigrasi Mataram.

Ternyata, Mikhail dan istrinya bukan sekali ini saja ngamen. Keduanya pun kedapatan ngamen di sejumlah negara di antaranya Korea, Vietnam, dan dan Malaysia. Itu dilakukannya dalam kurun waktu 2018 hingga awal 2020. (Ref)

Leave a Reply