CATAT, 7 Desember 2022! Membedah Gerakan Politik Kaum Muda Era 90an Bersama Pius Lustrilanang di Universitas Parahyangan

“Bicara gerakan mahasiswa era 1990-an itu, tentu saja tidak terlepas dari Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera)”

Pius Lustrilanang

Kabariku- Transisi menuju demokrasi di berbagai belahan dunia tidak lepas dari gerakan kaum muda khususnya para mahasiswa.

Tokoh Pergerakan Mahasiswa era 98 Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CFrA., CSFA., mengatakan, Tahun 1998 para mahasiswa dengan kesadaran kritisnya mampu meruntuhkan rezim orde baru yang berkuasa 32 tahun.

“Bicara gerakan mahasiswa era 1990-an itu, tentu saja tidak terlepas dari Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera). Ini merupakan gerakan besar prodemokrasi yang berjuang bersama gerakan buruh, perempuan, agraria, lingkungan, masyarakat adat, dan gerakan demokrasi lainnya yang punya satu tujuan, meruntuhkan rezim otoriter dan korup bernama Orde Baru,” ungkap Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara VI BPK RI ini, dikutip Sabtu (3/12/2022).

Nama Aldera diusulkan oleh Pius Lustrilanang, aktivis mahasiswa asal Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung yang gigih memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan hak asasi manusia.

Kiprah Aldera dan bagaimana perjuangan Pius Lustrilanang yang pernah diculik oleh rezim berkuasa tersebut dibukukan dalam buku Aldera, Potret Gerakan Politik kaum Muda 1993-1999 yang diterbitkan Kompas pada 2022 ini.

“Buku ini bukan sekadar catatan sejarah, tapi juga inspirasi dan semangat intelektual untuk menegakkan demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum,” tuturnya.

Bagaimana perjuangan menegakkan demokrasi, bagaimana perlakuan rezim terhadap para aktivis.

Termasuk penculikan Pius Lustrilanang dan bagaimana dinamika gerakan mahasiswa saat itu, semua diulas dalam buku tersebut.

Bedah buku Aldera ini telah dilaksanakan di sejumlah kota seperti Jakarta, Palu,Makassar, Kendari, Yogyakarta, Cirebon, Gorontalo, dan Palembang sepanjang Oktober- November 2022.

Rabu 7 Desember 2022, Bedah Buku Aldera akan digelar di Auditorium PPAG Universitas Katolik Parahyangan, Jalan Ciumbuleuit No 94, Kota Bandung, mulai pukul 13.00 sampai 15.00.

Acara di Unpar ini juga menjadi penanda bahwa Bandung menjadi salah satu titik awal perjuangan mahasiswa meruntuhkan rezim Orde Baru.

Di kampus Unpar pula, Pius Lustrilanang menimba ilmu. Bersama beberapa temannya. ia membangun Unit Studi Ilmu Kemasyarakatan (USIK), suatu unit kegiatan mahasiswa di kampus Unpar.

USIK pun turut bergerak bersama jaringan aktivis mahasiswa lainnya di Jawa Barat dan Indonesia dalam memperjuangkan keadilan, demokrasi, dan HAM.

Tercatat dalam sejarah nasional, para aktivis USIK Unpar ini mewarnai Aldera, yang terlibat aktif dalam perjuangan politik kaum muda era 1990-an.

Acara di Auditorium PPAG ini terbuka untuk mahasiswa dan umum termasuk insan media. Silakan mendaftar di http://bit.ly/3F1sJiV

Acara ini akan dibuka oleh Rektor Unpar, Mangadar Situmorang Ph.D., kemudian pembahasan tentang gerakan mahasiswa oleh tiga narasumber yang merupakan pakar dibidangnya, yaitu Dekan FISIP Unpar, Dr. Pius Sugeng Prasetyo; Dekan Fakultas Hukum Unpar, Dr. IUR. Liona Nanang Supriatna, dan Ketua Jurusan Hubungan Internasional Unpar, Elisabeth A S Dewi Ph.D .

Dr. Pius Lustrilanang S.IP, M.SI, CSFA, CFRA, hadir sebagai keynote speaker, sedangkan moderator adalah Vidaa Alatas dari Kompas Tv.

Sebagai informasi, untuk 100 peserta pertama yang hadir akan mendapat gratis buku Aldera, Aldera, Potret Gerakan Politik kaum Muda 1993-1999. Selain itu peserta juga akan mendapat sertifikat elektronik dan disediakan makanan ringan.***

Red/K.000

Leave a Reply