Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pemuda Tahun 2027 yang berlangsung di Gedung Pemuda, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (14/2/2026).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya pendekatan berbasis data (angka objektif) dalam mengukur keberhasilan pembangunan. Ia menyoroti Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai referensi utama untuk mengevaluasi apakah program yang dijalankan pemerintah sudah memberikan dampak nyata atau belum.
“Tentu saja IPP tidak menjelaskan semuanya tapi paling tidak memberikan gambaran secara umum apakah yang kita kerjakan hasilnya lebih baik atau malah sebaliknya dibandingkan dengan apa yang dikerjakan oleh pemuda di tempat yang lain,” ungkapnya.
Syakur memberikan perhatian khusus pada aspek pendidikan, di mana rata-rata lama sekolah di Kabupaten Garut saat ini masih berada di bawah angka 8 tahun.
“Apa yang kita lakukan? Dengan memberikan beasiswa baik oleh pemerintah, pokoknya budak kudu sakola. Anak-anak SD, SMP, SMA itu adalah calon pemuda,” tegasnya.
Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bambang Hafidz, menjelaskan bahwa Musrenbang Pemuda ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Setelah melewati konsultasi publik dan musrenbang tingkat desa/kecamatan, Musrenbang tematik pemuda ini diharapkan mampu melahirkan masukan yang lebih otentik.
“Kira-kira apa terlebih di pemuda tentu ini berbasis kepemudaan untuk perencanaan yang akan datang sehingga lebih orisinil, mungkin dibandingkan dengan yang sifatnya teknokratik dari SKPD maka aspirasi yang disampaikan nanti di pelaksanaan musrenbang itu akan lebih orisinil sesuai dengan fakta dan juga data yang diperoleh oleh para pemuda,” kata Bambang.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, menyambut baik kembalinya pelaksanaan Musrenbang Pemuda setelah sempat terhenti setahun akibat efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa dengan 60% populasi Garut berada pada usia produktif, pemuda harus menjadi subjek, bukan sekadar objek perubahan.
Selain isu keterampilan dan ekonomi, Agil memberikan penekanan khusus pada isu kesehatan mental (mental health) yang seringkali luput dari perhatian karena sifatnya yang tidak kasat mata.
“KNPI berkomitmen karena kesehatan mental ini merupakan fondasi awal dari setiap kali kegiatan yang sifatnya produktif, oleh karena itu ke depannya KNPI akan menjadikan program kesehatan mental ini program kesehatan yang utama, sebelum melangkah terhadap pemberdayaan-pemberdayaan lainnya,” ujar Agil.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), tokoh pemuda, dan jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com
















Discussion about this post