• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Senin, Mei 18, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Opini

Haruskah Gunung Merapi Purba Meletus Kembali

Redaksi oleh Redaksi
10 Juli 2022
di Opini
A A
0
ShareSendShare ShareShare

oleh:
S. Indro Tjahyono
Eksponen Gerakan Mahasiswa 77/78

Kabariku- Urusan PT dan Capres adalah urusan politik negara ( _state_) . Urusan aktivis adalah membela dan berpihak kepada rakyat ( _society/people_). Sebaiknya kita kembali ke khitah yakni menjadi bagian dari rakyat dan membangun kekuatan rakyat.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Kembali ke Khitah
Negara hakekatnya bertugas menjalankan mandat atau perintah rakyat. Oleh karena itu, arah gerakan aktivis sebaiknya ditujukan untuk mengontrol tatkala presiden dan anggota DPR tidak menjalankan amanat/mandat rakyat. Inilah mengapa pada tahun 1998 para aktivis pemuda dan mahasiswa mennyerbu dan menduduki Gedung DPR-RI.

RelatedPosts

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

Sudahkah hal ini yang kita lakukan, yakni membangun jaringan kekuatan rakyat sebagai sumber kedaulatan rakyat. Setiap jelang Pemilu dan Pilpres kekuatan rakyat terfragmentasi. Mereka dipecahbelah oleh parpol, padahal parpol adalah petugas rakyat. Ingat ,rakyat adalah subyek dalam demokrasi. Rakyatlah yang mensuperordinasi partai, bukan sebaliknya.

Aktifis sebaiknya mengawal jalannya demokrasi atau kedaulatan rakyat ini. Apakah DPR-RI sudah mendengar aspirasi dan menjalankan mandat rakyat ini? Hal ini wajib hukumnya kita persoalkan, karena aktifis juga kaum intelektual yang lebih memiliki kesadaran kritis dibanding rakyat pada umumnya.

Presidensial atau Parlementer
Dalam kontek tersebut, juga perlu dipersoalkan, apakah presiden sudah menjalankan keputusan- keputusan DPR-RI? Triaspolitika harus dijalankan; tetapi kalau eksekutif, legislatif, dan yudikatif sudah menjadi satu; apakah berarti negara demokrasi itu terwujud termasuk sistem pemerintahannya. Menurut UUD kita menganut sistem presidensial.

Tetapi kalau hak prerogatif presiden justru digunakan untuk menempatkan orang- orang parpol di kabinet, lembaga nonpemerintah, serta lembaga atau badan/ dewan yang harusnya membawa suara dan berpihak pada rakyat (nonpartisan) apakah ini benar? Bukankah ini merupakan sistem parlementer?

Baca Juga  Ini Kata Pendiri PISP 'Berkaitan dengan Kunker Menparekraf dan Anggota DPR RI Komisi X di Kabupaten Garut'

Bagaimana mau dibilang sistem yang demokratis , kalau menentukan pasangan Capres/Cawapres diberlakukan Presidential Threshold (PT). Kemudian berhakkah PT merupakan urusan MK? Padahal untuk menentukan PT harusnya dilakukan referendum. Pertanyaannya kapan MPR dan DPR memasukkan referendum sebagai wujud hak politik fundamental dari rakyat.

Akrobat Politik
Menjelang Pemilu/Pilpres 2024, kita juga disuguhi oleh kepongahan parpol seolah-olah itu pesta para parpol dan bukan pesta rakyat dalam berdemokrasi. Padahal jika politik uang ( _money_) masih berjalan, pemilu tak lebih dari kebohongan. Suara rakyat dirampas dan diborong dengan harga picisan untuk mendapatkan kekuasaan.

Kebohongan besar saat ini adalah, rakyat disuruh menonton mereka dalam memilah dan memilih pasangan capres/cawapres yang akan diadu pada 2024. Mereka membongkar pasangan calon Capres/Cawapres seperti layaknya pasangan pada karapan sapi. Mereka bayar lembaga polling, seolah angka yang tertinggi adalah mereka yang paling dikehendaki rakyat.

Biarkan saja parpol jungkir balik bertingkah. Itu semua adalah bagian politik negara ( _state_). Urusan aktivis adalah berpolitik pada ranah dan berpihak pada rakyat ( _people/society_). Makin banyak parpol berakrobat akan makin memperlihatkan seperti apa kualitas mereka.

Dibeli Putus
Setiap periode Pemilu/Pilpres ,aktivis atau relawan selalu dijadikan jongos partai politik dan capres/cawapres. Persepsi aktifis di mata parpol tidak dianggap dalam kontek sedang memperjuangkan perubahan. Aktivis atau relawan “dibeli putus” setelah diberi uang makan dan uang transpor.

Setelah anggota DPR terpilih dan duduk di DPR, mereka pun dicampakkan. Apalagi mau menuntut agar mereka mau memperjuangkan aspirasi rakyat. Itu tentu sangat mustahil, kecuali kita menuntutnya melalui gerakan rakyat yang kolosal.

Pada Pilpres 2014 dan 2019 aktivis dan relawan ikut mendukung Capres/ Cawapres. Mereka inilah yang banting tulang memobilisasi rakyat untuk memberi dukungan. Bahkan termasuk memobilisasi dana dan menggunakan dana sendiri untuk terpilihnya seorang Capres. Sementara hanya sebanyak 50% caleg yang memasang gambar pasangan Capres/Cawapres yang diusung partainya.

Baca Juga  Erick Bikin Neraca BUMN Dong! Wani Ora?

Cuma Selfie-selfie
Tapi tragisnya di mata Capres mereka dipandang sebagai _fans_ dan organ relawan dianggap _fans club_. Capres memerintahkan aktivis dan relawan membuat konsep. Tetapi setelah jadi presiden ,mana konsep relawan yang dijadikan kebijakan?

Relawan cuma ditimang-timang dengan pertemuan dan _selfie_ di istana yang maknanya mereka sebenarnya dimarginalisasi sebagai agen perubahan. Aktivis dan relawan bagi Capres dipandang sebagai seorang _fans_ yang pulang ke rumah dengan hanya mengantongi kekaguman dan eksistensi diri. Tetapi dengan masing-masing kelompok mendukung pasangan capres/cawapres sendiri-sendiri, maka solidaritas atau modal sosial aktivis sebagai pengawal rakyat menjadi amburadul.

Aktivis tidak lagi punya posisi tawar dan harus merengek-rengek kepada presiden untuk mendapat imbalan hadiah seperti seorang pramusaji yang belum dibayar tipsnya.
Good bye capres dan cawapres, kami menunggu seperti apa yang akan terpilih sebagai produk kotak-katik parpol. Aktivis akan segera hadir bersama rakyat dan akan bersuara lantang jika presiden itu ternyata loyang rombeng dan bukan emas seperti diharapkan.

Sabdo Palon Nagih Janji
Kami akan membawa tuntutan dan aspirasi rakyat untuk diwujudkan, tidak seperti Nawacita yang kini menjadi asesori dan kaligrafi. Kembalikan lembaga partisipasi rakyat, baik badan maupun dewan untuk rakyat. Badan atau lembaga partisipasi rakyat, bukan suplementer terhadap kebijakan pemerintah dan bukan pula porsi bagi partai yang lebih tepat mengendalikan pemerintah agar menjalankan mandat rakyat.

Saatnya Sabdo Palon nagih janji, kembalikan Nusantara kepada haribaan rakyat yang sejati. Jangan engkau tunggu Gunung Merapi Purba akan meletus kembali.***

Gunung Kidul, 3 Juli 2022.

Catatan:
Sabdo Palon memiliki dua makna, “sabdo” berarti seseorang yang memberikan masukan atau ajaran, dan “palon” yang berarti pengancing atau pengunci kebenaran yang bergema dalam ruang semesta.

Baca Juga  Tidak Perlu Tunda Pemilu atau Presiden Tiga Periode Jika Ada Badan Pengelola Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional
Red/K.000

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Eksponen Gerakan Mahasiswa 77/78Kembali ke KhitahS. Indro Tjahyono
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Presiden Jokowi Tunaikan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal

Post Selanjutnya

Polres Garut Shalat Idul Adha 1443 H Bersama Masyarakat

RelatedPosts

MBG Jadi Mesin Ekonomi Nasional: Puluhan Ribu SPPG Gerakkan Hampir 1 Juta Tenaga Kerja dan Rp1 Triliun Per Hari

16 Mei 2026

Tradisi Intelektual Pejabat Publik

13 Mei 2026

Hari Pers Dunia: Kasus Kadri Amin dan Ancaman Ekosistem Pers

10 Mei 2026

Polisi Siber dan Harapan Keberlanjutan Keamanan Bangsa

8 Mei 2026

Teddy Indra Wijaya: Diam di Tengah Serangan Politik, Karier Cemerlang Tentara Profesional di Pusat Kekuasaan

8 Mei 2026
Foto Kantor Kompolnas : Istimewa

Cukup Sebagai Mitra Strategis, Kompolnas Tidak Perlu Kewenangan Eksekutorial

3 Mei 2026
Post Selanjutnya

Polres Garut Shalat Idul Adha 1443 H Bersama Masyarakat

Idul Adha 1443 H Refleksi Pengabdian Personel untuk Mewujudkan Polri Presisi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Mensesneg: Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton

18 Mei 2026

Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Iduladha 27 Mei 2026

18 Mei 2026

PGRI Kabupaten Ciamis Raih Juara Utama Puspa Swara Wanoja Sunda 2026

17 Mei 2026
HBTKVI soroti mahalnya bedah jantung dan minimnya dokter BTKV di 13 provinsi. (Kabariku.com)

HBTKVI Minta Pemerataan Dokter BTKV demi Perkuat Layanan Jantung Nasional

17 Mei 2026

Bumdes Harus Sinergi Dengan Koperasi Merah Putih

17 Mei 2026
Ilustrasi pencabulan/i-stock

DPRD Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Oknum Guru Ngaji, Pemda Diminta Turun Tangan

17 Mei 2026

Presiden Prabowo Resmikan 166 SPPG dan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

16 Mei 2026

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah: Ruang Edukasi dan Simbol Penghormatan Perjuangan Buruh

16 Mei 2026
PB HMI dorong dukungan publik untuk geothermal Garut dan ketahanan energi nasional.(Istimewa)

PB HMI Sebut Geothermal Garut Bisa Jadi Penopang Energi Bersih dan Ekonomi Daerah

16 Mei 2026

Desa Nelayan Modern Hadir di Miangas, Presiden Prabowo Bangun Ekonomi Biru Wilayah Perbatasan

10 Mei 2026

Kabar Terpopuler

  • MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN 2026 Terkait Tata Kelola MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST 2025 WIKA Beton Sahkan Dividen Tunai, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ahmad Khozinudin Minta Polri Profesional Tangani Kasus Ade Armando dan Grace Natalie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wapres Gibran Dorong Kepala Daerah Aktif Promosikan Destinasi Wisata di Forum BBTF 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Deretan Kapolri Terlama: Fondasi R.S. Soekanto, Integritas Hoegeng hingga Polri Presisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelarangan Film “Pesta Babi”, YLBHI: Pengangkangan Konstitusi dan Ancam Kebebasan Berekspresi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com