Garut, Kabariku – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan kesiapsiagaan layanan bagi para pemudik di masa arus balik Idulfitri 2026/1447 H. Secara nasional, BAZNAS menyiagakan sebanyak 21 titik Pos Mudik BAZNAS yang tersebar di berbagai wilayah strategis untuk melayani masyarakat tanpa dipungut biaya.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan seluruh jajaran pimpinan BAZNAS RI telah berbagi tugas untuk meninjau langsung kelayakan dan pelayanan di setiap pos mudik. Pihaknya terus memantau 21 titik pos mudik pada masa arus balik yang tersebar di jalur utama Pulau Jawa, mulai dari Provinsi Banten seperti Lebak dan Kabupaten Serang, hingga Provinsi Jawa Timur seperti Sidoarjo dan Jombang.
“Di Indonesia ada 21 (pos mudik) dan nanti akan disebar juga, bukan hanya di Jawa tapi di tempat-tempat lain. Antusiasme masyarakat sangat banyak, jadi akan ditambah untuk tahun depan,” jelas Sodik Mudjahid saat meninjau lokasi di Pos Mudik BAZNAS Garut di Limbangan, Kamis (26/3/2026).
Sodik menjelaskan kehadiran pos mudik masa arus balik yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas gratis ini sebagai bentuk pertanggungjawaban BAZNAS dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzaki. Seperti yang terjadi di Pos Mudik BAZNAS Kabupaten Garut, berdasarkan laporan terakhir, layanan ini telah dimanfaatkan oleh ribuan orang.
“Alhamdulillah tadi saya mendapatkan laporan bahwa ini H-3 sampai H+3 memberikan berbagai dukungan kepada para pemudik, dari mulai dapur, kesehatan, dan lain-lain. Per hari ini sudah ada 1.562 pemudik yang memanfaatkan layanannya,” katanya.
Menurutnya, fasilitas gratis yang disediakan di 21 pos mudik ini cukup beragam. Untuk kategori pos besar, BAZNAS menyediakan layanan tambahan berupa jasa pijat bagi pemudik yang kelelahan, tempat bermain anak, hingga ruang laktasi bagi ibu menyusui yang semuanya dapat dinikmati secara cuma-cuma.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, Abdullah Efendi, S.Pd.I. mengatakan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas pos mudik di wilayahnya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada musim mudik dan balik Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah, lonjakan pengunjung terutama terlihat sangat padat saat memasuki waktu salat, khususnya mulai waktu Zuhur dan seterusnya. Peningkatan animo ini membuktikan bahwa keberadaan posko tersebut sangat dibutuhkan oleh para pemudik yang melintasi wilayah Garut.
“Animo masyarakat yang menggunakan fasilitas ini bagi para pemudik banyak sekali, terutama menjelang salat, terutama dari salat Zuhur ke sana. Dan ini sudah lama dan kami pertahankan bahwa ini sudah menjadi kegiatan rutinitas dari BAZNAS Garut dan BAZNAS RI di posko ini,” ujarnya.
Efendi juga berharap ke depannya akan ada penambahan fasilitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan di posko-posko selanjutnya. Menutup keterangannya, Ketua BAZNAS Garut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program kemanusiaan ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para muzaki se-Indonesia yang menitipkan zakat infaknya kepada BAZNAS Republik Indonesia sehingga dananya bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk para pemudik ini. Semoga nanti lebih banyak lagi titipan muzakinya dan bisa menyejahterakan masyarakat Indonesia sesuai dengan asnafnya,” katanya.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com


















Discussion about this post