Bandung, Kabariku – Isu penghentian bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi sekolah swasta pada tahun anggaran 2026 sempat menimbulkan keresahan di kalangan pengelola sekolah dan orang tua siswa. Kekhawatiran tersebut muncul setelah pernyataan Anggota DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah, usai rapat bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yang menyebutkan alokasi bantuan sekolah swasta menjadi nol rupiah.
Isu tersebut kemudian berkembang luas dan memunculkan anggapan bahwa bantuan pendidikan bagi sekolah swasta dihapus sepenuhnya, sehingga dikhawatirkan berdampak pada kenaikan biaya SPP bagi siswa.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa bantuan pendidikan untuk sekolah swasta tidak dihapus. Melalui akun Instagram resmi @humas_jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa yang berubah bukanlah keberadaan bantuan, melainkan mekanisme penyalurannya agar lebih tepat sasaran.
“Belakangan muncul berita bahwa bantuan untuk sekolah swasta dihapus dan SPP terancam naik. Faktanya, itu keliru,” kata Humas Jabar.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa sebelumnya bantuan pendidikan disalurkan melalui sekolah atau yayasan dalam skema Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU). Mulai 2026, skema tersebut dialihkan menjadi bantuan langsung kepada siswa dalam bentuk program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan pola penyaluran baru ini, siswa dari keluarga tidak mampu yang menempuh pendidikan di sekolah swasta dapat bersekolah secara gratis. Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, penerima beasiswa juga mendapatkan fasilitas pendukung seperti sepatu, seragam, dan buku pelajaran.
“Sekali lagi, yang berubah bukan bantuannya, tetapi cara pemberiannya,” ujar Humas Jabar.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jawa Barat dalam mewujudkan keadilan akses pendidikan. Melalui penyaluran bantuan langsung kepada siswa, pemerintah berharap bantuan dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan pendidikan untuk sekolah swasta di Jawa Barat tidak hilang. Justru semakin kuat, lebih tepat sasaran, dan berpihak kepada masyarakat miskin,” pungkasnya.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

















Discussion about this post