Jakarta, Kabariku – Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia (ADPPI) Hasanuddin menegaskan bahwa pengembangan panas bumi harus dilakukan dengan tata kelola yang baik, berbasis kajian teknis dan lingkungan, serta melibatkan masyarakat sejak tahap awal perencanaan.
Menurut Hasanuddin, panas bumi merupakan salah satu energi terbarukan strategis dalam mendukung transisi energi nasional.
Namun, pengembangannya di wilayah dengan karakteristik khusus, seperti kawasan Pangrango, memerlukan kehati-hatian dan pendekatan yang komprehensif.
“ADPPI mendukung pengembangan panas bumi sebagai energi bersih. Namun implementasinya harus terukur, transparan, dan disertai kajian lingkungan yang komprehensif,” ujar Hasanuddin, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa penolakan yang muncul di sejumlah daerah sering kali dipicu oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aspek teknis proyek serta potensi dampak yang ditimbulkan.
Karena itu, ADPPI mendorong pemerintah daerah dan pengembang untuk memperkuat sosialisasi berbasis data serta membuka ruang dialog yang berkelanjutan.
Hasanuddin juga menekankan bahwa pemanfaatan panas bumi tidak hanya terbatas pada pembangkit listrik. Potensi pemanfaatan langsung, seperti pengembangan wisata panas bumi, pemandian air panas, serta kegiatan ekonomi lokal lainnya, dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih sesuai dengan karakteristik wilayah tertentu.
“Panas bumi memiliki beragam skema pemanfaatan. Jika dikelola dengan tepat, sektor ini tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga dapat mendorong pariwisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Selain itu, ADPPI menilai kawasan dengan nilai ekologis tinggi membutuhkan perencanaan yang lebih cermat. Kajian lingkungan dan rekomendasi teknis harus menjadi dasar utama sebelum proyek dilanjutkan ke tahap berikutnya.
ADPPI juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang jelas terkait manfaat bagi daerah penghasil, termasuk kontribusi terhadap pendapatan daerah serta program pemberdayaan masyarakat.
Dengan tata kelola yang baik, pengembangan panas bumi diharapkan dapat berjalan seimbang antara kepentingan energi, lingkungan, dan sosial.***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com



















Discussion about this post