Jakarta, Kabariku – Indonesian Democracy Monitor (Indemo) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 sekaligus 52 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 (Malari) melalui diskusi publik bertajuk “Korupsi Menghancurkan Negara, Demokrasi, dan Ekologi”.
Forum ini menjadi ruang refleksi kritis lintas generasi atas perjalanan panjang demokrasi Indonesia, dari gelombang protes mahasiswa 1974 hingga tantangan kontemporer pada era reformasi yang telah memasuki usia lebih dari dua dekade.
Peringatan yang juga bertepatan dengan Dies Natalis ke-28 Universitas Paramadina ini, bukan sekadar seremoni, melainkan forum yang menghidupkan kembali semangat kritik dan keberanian moral mahasiswa serta masyarakat sipil dalam mengawal demokrasi.
“Korupsi hari ini tidak hanya merusak tata kelola negara, tetapi juga menghancurkan fondasi demokrasi dan keberlanjutan ekologi”.

Hadirkan Akademisi, Aktivis, dan Pemikir Kritis
Diskusi publik ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari kalangan akademisi, aktivis, dan pemikir kritis.
Mereka antara lain Yudi Latief, Ph.D., Vishnu Juwono, Ph.D., Dr. Yenti Garnasih, serta Rocky Gerung yang dikenal konsisten menyuarakan kritik terhadap praktik kekuasaan dan korupsi struktural.
Sebagai keynote speaker, hadir Dr. Hariman Siregar, tokoh sentral Peristiwa Malari 1974 sekaligus aktivis legendaris gerakan mahasiswa.
Sementara itu, diskusi akan dipandu oleh Dr. Herdi Sahrasad sebagai moderator.
Kehadiran para narasumber lintas latar belakang ini diharapkan mampu memperkaya perspektif mengenai relasi antara korupsi, pelemahan demokrasi, dan krisis ekologi yang semakin nyata di Indonesia.
Refleksi Malari 1974 hingga Reformasi
Peristiwa 15 Januari 1974 atau Malari merupakan tonggak penting dalam sejarah gerakan mahasiswa Indonesia.
Aksi tersebut mencerminkan perlawanan terhadap ketimpangan ekonomi, dominasi modal asing, dan praktik korupsi kekuasaan pada masa Orde Baru.
Lebih dari lima dekade berselang, tema-tema yang dipersoalkan dalam Malari dinilai masih relevan.
Indemo menilai, reformasi yang diharapkan melahirkan pemerintahan bersih dan demokratis justru menghadapi tantangan serius akibat menguatnya oligarki, lemahnya penegakan hukum, serta eksploitasi sumber daya alam yang berdampak luas pada lingkungan.
Demokrasi tanpa integritas hanya akan melahirkan kerusakan ekologis dan ketidakadilan sosial, menjadi salah satu pesan utama yang diangkat dalam forum tersebut.
Terbuka untuk Publik
Diskusi publik ini akan berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB di Aula Firmanzah, Lantai 8, Universitas Paramadina, Jalan Raya Mabes Hankam Kav. 9, Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Acara bersifat terbuka untuk umum dan diharapkan dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, aktivis, serta masyarakat luas yang peduli terhadap masa depan demokrasi dan lingkungan hidup Indonesia.
Melalui momentum HUT ke-26 Indemo dan refleksi 52 tahun Malari, penyelenggara berharap diskusi ini dapat memperkuat kembali peran kritis masyarakat sipil dalam menjaga demokrasi yang berkeadilan, berintegritas, dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Tami (0852-8134-9200) atau Hudan (0895-2559-7174).***
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com




















Discussion about this post