Temu Tani di Sukatani Subang Terkait Penanggulangan Gagal Panen Selama 3 Musim Tanam

SUBANG, Kabariku- Acara temu tani yang diinisiasi dari beberapa petani untuk membenahi pertanian di wilayah kerja Poktan Sukatani khususnya. Acara ini guna memberikan motivasi kepada petani untuk terus berbenah dari beberapa kali mengalami gagal panen dan permasalahan pertanian dari mulai air sampai hama penyakit yang beberapa musim ini sangat memberatkan pertanian.

Rabu,1 Mei 2022 yang lalu, bertempat di Aula Desa Sukatani Kecamatan Compreng Kabupaten Subang, dihadiri oleh masyarakat petani setempat, aparat perangkat Desa yang diwakili oleh Kasus, Ketua RW 03 dan ketua RW 02 serta narasumber dari Korluh (koordinator penyuluh) dan TPM P3A Mitra air.

Hikmat Hidayat, salah seorang penggerak yang merupakan ketua kelompok tani di Sukanengah desa Sukatani yang begitu gigih memperjuangkan keberlangsungan pertanian di Compreng khususnya dan berharap bisa bangkit dari musibah gagal panen yang sudah berlangsung selama tiga kali musim tanam.

Hikmat Hidayat yang terus berjuang baik secara teori maupun praktek untuk mengatasi musibah yang melanda petani compreng ini melakukan berbagai upaya. Pada musim panen kemarin Hikmat menemukan formula organik Mikroba dan dia membuat demplot sendiri dan beberapa petani untuk menguji coba penggunaan mikroba ini.

Hasilnya sangat memuaskan. Ketika hektaran sawah lainnya tidak panen atau mangkrak karena serangan hama penggerek batang dan tikus yang merajalela, padi milik Hikmat dan beberapa petani lainnya masih bisa dipanen.

Keberhasilan ini akhirnya menjadikan motor penggerak dan semangat baru untuk sama-sama bangkit dari kegagalan.

Atas kegigihannya Hikmat terus mencari solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerahnya. Pendekatan dengan pihak terkait dilakukan. Mencari solusi agar masa tanam sekarang bisa lepas dari serangan hama pun direncanakan.

“Kita harus menempuh langkah-langkah sebelum memulai tanam padi. Diantaranya kita cek PH tanah. Lalu menaburkan pupuk untuk menjaga keasaman tanah seperti kapur sirih, pupuk kandang. Lalu mengatasi atau mengendalikan hama sundep dan hama tikus dengan berbagai langkah dan penanganan seoptimal mungkin,” terang Hikmat dalam sesi penyampaian pendapat.

Beberapa solusi yang ditemukan seperti penanganan hama sundep dengan cara mengantisipasi dari pengambilan butir atau telor kupu kupu yang menempel di batang padi. Telor telor itu dimasukan dalam bumbung yang ditutup. Bumbung itu dibawa ke rumah agar tahu kapan waktu menetas.

“Ketika menetas itulah waktu yang tepat untuk melakukan penyemprotan. Yang keduanya, dari hasil penetasan, akan ada yang menjadi ulat atau sundep dan akan ada yang menjadi kupu kupu. Yang menjadi kupu kupu ini yang akan memakan kembali ulat ulat yang menjadi sundep penggerek batang” terang Hikmat.

Selain dengan cara tadi, Hikmat juga menerangkan upaya lain untuk mengalihkan perhatian kupu kupu agar tidak jadi sundep. Yaitu dengan penanaman bunga bungaan di pinggir galangan sawah.

Segala trik dan cara, secara tradisional dan modern sesuai ilmu pengetahuan harus disinergikan untuk mencari solusi keluar dari masalah hama yang menjadikan gagal panen ini.

Dendy Hidayatswlaku TPM P3A menyambut baik gerak tani yang diinisiasi oleh penggerak kelompok tani Sukanengah.

“Diharapkan semangat ini terus ada dan makin banyak para petani yang berpartisipasi dalam membenahi pertanian khususnya kelembagaan yang sudah ada seperti kelompok tani dan perkumpulan petani pemakai air untuk terus memberikan manfaat kepada sebanyak banyaknya petani dan terus berkelanjutan” sambut Dendy.

Wiwi cahayati kordinator penyuluh,dari BPP compreng juga sangat antusias dalam membimbing dan memberikan penyuluhan sesuai tupoksinya. Wiwi berjanji akan mengkoordinasikan dan sama-sama mencari solusi agar para petani compreng lepas dari musibah gagal panen yang sudah tiga musim ini dilalui dan menyebabkan kerugian besar. Kurang lebih 400 hektare areal sawah tidak bisa dipanen karena serangan hama yang bertubi-tubi.

“Segala upaya dilakukan dan dicarikan solusinya. Petani compreng harus kompak dan terus berkoordinasi baik dengan sesama petani maupun dengan petugas dan aparat pemerintah terkait,” tukas Hikmat dalam sesi wawancara.

Hikmat pun berharap ada perbaikan sarana pertanian seperti jalan usaha tani, drainase tanggul juga yang lainnya.***

Red/K.101

Tinggalkan Balasan