Kans Kontingen Jawa Barat Jadi Juara Umum PON XX Papua 2021

  • Bagikan

Kabariku- PON XX Papua 2021 direncanakan akan melangsungkan penutupan secara resmi pada Jumat, 15 Oktober 2021 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin.

Sementara itu, seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan sejak Rabu, 22 September 2021 ini berakhir hari ini Kamis, 14 Oktober 2021.

Kontingen Jawa Barat memenuhi target tiga medali emas dari meja biliar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua. Dalam final hari terakhir yang digelar di GOR Biliar, Distrik Mimika, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Kamis (14/10/2021).

Dhendy Kristianto memastikan target tiga emas tersebut setelah berhasil menjinakkan harapan tuan rumah, M Faizal Zainuri di Kelas Snooker Six Reds Single. Keduanya bertemu pada sesi ketiga pertandingan dengan skor akhir 4-2.

Jabar sebelumnya memperoleh emas dari Batara Marpaung di Kelas Cadre Carom setelah menyingkirkan Rudy Hasan (DKI Jakarta).

Emas berikutnya ditorehkan pasangan putri Amanda Rahayu/Anita Kanjaya dari Kelas 10 Ball Double setelah menaklukkan pebiliar tuan rumah, Silviana/Sukmawati. Edward menyebut emas dari Batara dan Amanda/Anita merupakan sebuah kejutan.

Kans Kontingen Jawa Barat (Jabar) menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 terbuka lebar. Jabar masih menjadi pemuncak klasemen perolehan 353 medali dengan merangkum 133 emas, 105 perak, dan 115 perunggu. Hingga Kamis (14/10/2021) pukul 20:00 WIB.

Berada di posisi kedua Jawa Timur yang sudah merangkum 301 medali, 110 medali emas, 91 medali perak dan 100 medali perunggu.

Sedangkan DKI Jakarta menempati peringkat ketiga dengan perolehan medali 110 emas, 89 perak, 88 perunggu, toral perolehan 287 medali.

Prestasi Kontingen Jabar di PON XX Papua 2021 tidak hanya soal perolehan medali, tetapi juga rekor-rekor PON dan Asia yang berhasil dicatatkan atlet-atlet Jabar dari beberapa cabang olahraga (cabor).

Lima pelari Jabar, berhasil memecahkan tiga rekor sekaligus. Rekor pertama dicatat oleh Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak pada nomor lari gawang 400 meter. Peraih medali perak Sea Games itu mencatatkan waktu tercepat 51.33 detik. 

Catatan waktu tersebut pun memecahkan rekor PON yang sebelumnya dipegang pelari Nusa Tenggara Barat (NTB) Andrian dengan waktu 51.83 detik pada PON XIX Tahun 2016.

Dilansir situs resmi KONI Jabar, Halomoan memang bertekad untuk memecahkan rekor PON selain meraih medali emas..

Selain Halomoan, pelari asal Jabar Tyas Murtingsih juga mampu memecahkan rekor nasional pada nomor lari putri 100 meter yang selama 20 tahun dipegang oleh Irene Truitje dengan catatan waktu 11.74 detik. Sedangkan dalam PON XX Papua 2021, Tyas mencatatkan waktu 11.67 detik.

Tyas juga turut memecahkan rekor PON nomor 4×100 estafet putri milik DKI Jakarta dengan waktu 45.93 detik di PON XVII Kalimantan Timur 2008. Bersama Raden Roselin Fika, Erna Nuryanti, dan Ulfa Silpiana, Tyas mencatatkan waktu 45,67 detik.

Rekor tidak hanya dicatatkan atlet Jabar dari cabor atletik, tetapi juga atlet cabor angkat berat Susi Susanti yang turun di kelas 52 kg, melampaui rekor Asia dan Rakornas untuk jenis angkatan deadlif yang sebelumnya dipegang oleh Chou Yu Ji dari Cina TPE. Total angkatan Susi untuk jenis angkatan deadlif mencapai 197,5 kg.

Kemudian, Tim Polo Air Putra Jabar akhirnya meraih medali emas untuk kali pertama dalam 50 tahun terakhir. Pada laga final, Tim Polo Air Putra Jabar berhasil mengalahkan DKI Jakarta dengan skor 8-5.

Tim Polo Putra Jabar tertinggal 1-3 dari DKI Jakarta pada babak pertama. Perlahan dan pasti, Tim Polo Air Putra Jabar bangkit dan menguasai pertandingan. Pada pertengahan babak kedua, Jabar berhasil memangkas gap skor menjadi 2-3. Di akhir laga, Jabar keluar sebagai pemenang.

Rekor dan sejarah yang dicatatkan para atlet akan membuat capaian Jabar di PON XX Papua 2021 menjadi paripurna. Jika melihat klasemen perolehan medali, peluang Jabar menjadi juara umum sangat besar. 

PON Papua diikuti oleh 7.039 atlet dan mereka berlomba untuk memperebutkan 681 emas, 681 perak, dan 681 perunggu pada 37 cabang, 56 disiplin, dan 681 nomor pertandingan.

Mereka berlaga di 44 venue yang tersebar di empat klaster Papua yakni Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sejauh ini seluruh pertandingan dilaksanakan dengan protokol kesehatan sangat ketat, baik bagi atlet, ofisial, maupun penonton. Seluruh lomba dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat dan mereka harus mengikuti kebijakan menempati hanya 25 persen dari kapasitas total tiap venue.

Agar dapat memasuki arena lomba, setiap penonton wajib menunjukkan kartu vaksin telah disuntik dosis pertama dan kedua. Kemudian harus memakai masker selama menonton lomba serta menjaga jarak.

Klasemen perolehan medali PON XX Papua 2021 yang dilansir dari sumber InfoPublik.id, hingga Kamis (14/10/2021) pukul 16.00 WIT;

Ranking
Kontingen
Emas
Perak
Perunggu
Total
1
JAWA BARAT
133
105
115
353
2
JAWA TIMUR
110
91
100
301
3
DKI JAKARTA
110
89
88
287
4
PAPUA
93
66
102
261
5
BALI
28
25
53
106
6
JAWA TENGAH
27
47
64
138
7
KALIMANTAN TIMUR
25
33
42
100
8
RIAU
21
25
21
67
9
NTB
15
11
12
38
10
LAMPUNG
14
10
12
36
11
SULAWESI SELATAN
11
13
13
37
12
ACEH
11
7
11
29
13
SUMATRA UTARA
10
22
23
55
14
BANTEN
10
15
26
51
15
SUMATRA BARAT
8
12
18
38
16
DI YOGYAKARTA
8
12
18
38
17
SUMATRA SELATAN
8
4
17
29
18
JAMBI
6
10
13
29
19
NTT
5
10
9
24
20
SULAWESI TENGGARA
5
5
5
15
21
MALUKU
5
4
6
15
22
SULAWESI UTARA
4
9
12
25
23
KALIMANTAN SELATAN
4
6
11
21
24
KALIMANTAN BARAT
3
14
15
32
25
PAPUA BARAT
3
5
6
14
26
KALIMANTAN TENGAH
2
6
5
13
27
KEPULAUAN RIAU
2
5
4
11
28
GORONTALO
2
1
2
5
29
BENGKULU
1
5
6
12
30
SULAWESI TENGAH
1
4
7
12
31
BANGKA BELITUNG
1
2
8
11
32
KALIMANTAN UTARA
1
2
1
4
33
MALUKU UTARA
0
0
3
3
34
SULAWESI BARAT
0
0
2
2

 

Total
687
675
850
2212
Red/K.101
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *