• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Selasa, Februari 17, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home Uncategorized

Mengenang Pembantaian Ratusan Penduduk Cibatek Garut oleh Pasukan Belanda

Redaksi oleh Redaksi
21 Agustus 2020
di Uncategorized
A A
0
H. Ade alias Ahmad Romli beserta istri, Hj. Oom Marliah.  Ade merupakan saksi hidup atas kekejaman Belanda terhadap penduduk Cibatek. (Foto: Ref/Kabariku)

H. Ade alias Ahmad Romli beserta istri, Hj. Oom Marliah. Ade merupakan saksi hidup atas kekejaman Belanda terhadap penduduk Cibatek. (Foto: Ref/Kabariku)

ShareSendShare ShareShare

KABARIKU – Pembantaian ratusan penduduk Kampung Cibatek, Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, oleh pasukan Belanda, hingga kini masih belum ada yang mengungkap. Tragedi kemanusiaan ini tak tampil di panggung sejarah kemerdekaan, baik sejarah nasional maupun sejarah lokal Garut.

Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik Informasi Layanan Publik

Padahal menurut Kakek Ade, salah satu saksi yang masih hidup atas tragedi berdarah tersebut, lebih dari 100 penduduk Cibatek tewas diberondong peluru pasukan Belanda saat itu. Tak puas membunuh penduduk, pasukan Belanda kemudian membakar puluhan rumah para korban pembantaian.

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

“Selain membunuh lebih dari 100 orang tak berdosa, pasukan Belanda pun membakar puluhan rumah para korbannya,” kata Kakek Ade yang bernama asli Ahmad Romli itu, Kamis (20/8/2020).

Ade yang pensiunan PNS ini, kini tinggal di Kampung/Desa wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Namun ia lahir dan dibesarkan di Kampung Cibatek, tempat pembantaian berlangsung. Dan ia anak dari salah satu korban tewas dalam pembantaian tersebut.

Kini Ade berusia 82 tahun. Saat pembantaian terjadi, ia duduk di bangku Sekolah Rakyat (SR) kelas I. Ia menyaksikan ayahnya, H. Abdul Kodir, tergeletak di tanah mandi darah dengan luka tembak di kepala dan wajah.

“Sejak saat itu Bapak menjadi anak yatim,” kata Ade.

Selain kehilangan ayah, hari itu Ade juga kehilangan uwaknya, Enda, (dikenal dengan panggilan Mama Enda), dan dua kakak sepupunya, putra Mama Enda, yaitu Iding dan Enos.

Baca Juga  Kasat Binmas Polres Garut: "Selamat Bagi Para Pemenang yang Diapresiasi Luar Biasa oleh Kapolda Jabar"

“Mama Enda ditembak di kepala juga, sedangkan dua putranya ditembak di bagian dada,” jelas Ade.

Menurut Ade, peristiwanya terjadi pada tahun 1948 saat Agresi Mliter II. Saat itu siang hari menjelang ashar. Namun bulan dan tanggalnya ia lupa.

“Yang jelas saat itu bulan Ramadhan, dan ayah Bapak ditembak saat mau tadarus di masjid dekat rumah sambil menunggu shalat Ashar,” ujarnya.

Ade menceritakan, pasukan Belanda datang dari jalan yang melintang di atas bukit Sandaan di pinggir kampung. Dari sana dengan cepat mereka menuju Cibatek, sebagian ke Cibatek Lebak sebagian lagi ke Cibatek Girang. Cibatek Lebak adalah kampung di mana Ade tinggal.

Pasukan Belanda datang ke Cibatek usai patroli dari Patrol, kampung yang berada sekitar 700 meter ke arah Barat.

Konon, sebenarnya pasukan Belanda berniat langsung pulang menuju Garut. Namun dalam perjalanan, tepat di Sandaan, mereka mendengar suara tembakan. Diperkirakan tembakan itulah yang membuat pasukan Belanda kalap. Mereka mengira di Cibatek ada pejuang dari milisi atau laskar sehingga akhirnya membantai semua laki-laki penduduk Cibatek.

H. Abdul Kodir yang saat itu baru keluar rumah mau menuju masjid, tertangkap. Setelah dipukul beberapa kali, ia kemudian ditembak.

Belanda terus menyisir kampung sehingga berhasil menangkap Mama Enda, Iding dan Enos. Ketiga orang itu lalu dikumpulkan di halaman rumah Mama Enda. Setelah disiksa, ketiganya kemudian diberondong peluru.

Yang lebih kejam lagi adalah pasukan Belanda yang menyisir Cibatek Girang. Di sinilah pembantaian besar-besaran terjadi. Mereka membunuh hampir semua penduduk yang mereka temukan, baik laki-laki maupun perempuan. Usai membunuh, mereka pun membakar rumah para korban.

“Lebih 100 penduduk Cibatek Girang tewas hari itu. Sebagian mayatnya ada yang gosong akibat ikut terbakar,” jelas Ade.

Baca Juga  Keluarkan Surat Edaran, Walikota Bandung Serukan Anti Anarko

Kekejaman pasukan Belanda tak berhenti di situ. Saat mau pulang usai melakukan pembantaian, mereka membawa Amud, warga Cibatek Girang lainnya yang baru pulang dari kebun tembakau. Di daerah Cikukuk, dekat jalan raya, Amud disuruh naik ke pohon kelapa. Setelah disuruh memetik seluruh buahnya, Amud yang masih berada di pohon kelapa kemudian diberondong peluru.

“Jenazah Kang Amud ditemukan tergelatak tepat di bawah pohon kelapa,” ujar Ade.

Ade mengaku terkadang ada dendam terhadap Belanda akibat peristiwa itu. Bahkan saat pemuda ia sempat mendaftar menjadi anggota TNI dan berharap Indonesia berperang lagi dengan Belanda agar ia bisa menuntaskan dendam tersebut.

“Namun ibu tak merestui sehingga mendaftar TNI dibatalkan,” ujarnya.

Ade berharap tragedi itu tak terjadi lagi, bukan saja kepada bangsa Indonesia tapi juga seluruh bangsa di dunia.

“Perang banyak mengorbankan orang tak berdosa dan tak tahu apa-apa,” ujarnya. (Ref)

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: Agresi Militer 2CibatekKekejaman Belanda
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Janda Asal Bandung Barat Ini Mau Jual Rumah Sekaligus Siap Diperistri Pembeli

Post Selanjutnya

Disebut Gelontorkan Anggaran Influencer Rp 90,45 Miliar, KSP: “Dari Mana Temuan Itu?”

RelatedPosts

Rakernis Satgas Saber Pungli 2023, Dr. Andry Wibowo: Memitigasi Pungli di Sektor Bea Cukai

15 Juni 2023

Dukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka, Puluhan Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae Jelang Putusan MK

10 Juni 2023

Pemkab Garut Terbitkan SE Terkait Peningkatan Sistem Mitigasi Gempa Bumi

8 Juni 2023

Polres Garut Gerebek Dua Perusahaan Penyalur TKI Ilegal 14 Diamankan

8 Juni 2023

Sosialisasi dan Implementasi Peraturan dan nonPeraturan Produk Hukum Bawaslu

8 Juni 2023

‘Inovasi Social Enterprice’ Desa Cinta Karangtengah Wakili Garut Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat 2023

7 Juni 2023
Post Selanjutnya

Disebut Gelontorkan Anggaran Influencer Rp 90,45 Miliar, KSP: "Dari Mana Temuan Itu?"

Risa Santoso. (*)

Mengenal Risa Santoso, Mantan Staf KSP yang Kini Jadi Rektor

Discussion about this post

KabarTerbaru

Sekjen PBB, Guterres: Ramadhan Momen Sakral untuk Refleksi Membangun Perdamaian Dunia

17 Februari 2026

KNARA Kecam Kriminalisasi Petani di Konflik Agraria Indragiri Hulu: Kaji Ulang Legalitas HGU

17 Februari 2026
Founder Restorasi Jiwa Indonesia, Syam Basrijal (Foto: Istimewa)

Pakar: Tanpa Mental Sehat, Pembangunan Nasional Rentan Gagal

16 Februari 2026

Sugiono Serahkan KTA Gerindra ke Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gelaran Budaya Kasumedangan

16 Februari 2026

Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 17 Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

16 Februari 2026

LPSK Kawal Perlindungan Korban Perdagangan Anak Tamansari, 10 Tersangka Diamankan Polisi

16 Februari 2026

IMF Jangan Menggurui Kedaulatan Fiskal Indonesia

16 Februari 2026

BNN – Kemendes Deklarasikan Jawa Timur Bersinar, Perangi Narkoba hingga Pelosok Desa

16 Februari 2026
Owner PT Global Komodo Indonesia, Hironimus Amal. (Foto: Dok. Pribadi)

Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

15 Februari 2026

Kabar Terpopuler

  • Bu Guru Salsa yang viral, kini bahagia menjadi istri seorang PNS

    Bu Guru Salsa yang Viral karena Video Syur, Kini Bahagia Dinikahi Duda PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • The Network Defense: Mengapa Kekayaan Epstein Melampaui Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wow, Ekspedisi Ini Jadi Sistem Pendukung Kemajuan Bisnis Pariwisata Labuan Bajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor di Bungbulang Garut: Satu Meninggal, Akses Jalan Terputus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 17 Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Refleksi 79 Tahun HMI dan Tarhib Ramadan, Komitmen Istiqamah Mengabdi untuk Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku.com diterbitkan PT. Mega Nusantara Group dan telah diverifikasi Dewan Pers dengan Sertifikat Nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Dwi Warna
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Kabar Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Opini
  • Artikel
  • Lainnya
    • Seni Budaya
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com